KRI Gajah Mada, Kapal Induk Italia yang Akan Diubah untuk Helikopter dan Drone
Pemerintah Indonesia akan mengubah fungsi kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi asal Italia setelah resmi masuk ke dalam jajaran TNI Angkatan Laut. Kapal tersebut nantinya akan menyandang nama KRI Gajah Mada dan diproyeksikan menjadi kapal induk yang mampu mendukung operasional helikopter serta pesawat nirawak atau drone.
Rencana tersebut disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Terbatas Penanganan Bencana Alam di Jakarta, Senin (7/9). Menurut Prabowo, keberadaan kapal induk ini dapat memperkuat kemampuan Indonesia dalam merespons berbagai situasi, termasuk penanganan bencana dan kebakaran.
Kapal Induk Akan Mendukung Operasi Helikopter dan Drone
Presiden Prabowo mengatakan kapal induk dari Italia itu akan segera menjadi bagian dari kekuatan Angkatan Laut Indonesia. Pemerintah akan melakukan penyesuaian agar kapal tersebut dapat digunakan sebagai kapal induk helikopter sekaligus wahana udara nirawak.
“Sebentar lagi kapal induk dari Italia akan masuk ke jajaran Angkatan Laut kita, kita ubah untuk menjadi kapal induk helikopter, dan untuk drone,” kata Prabowo dalam rapat tersebut.
Prabowo menyebut kapal yang kelak bernama KRI Gajah Mada itu dapat menampung sekitar 10 unit helikopter kelas menengah. Beberapa jenis helikopter yang menjadi contoh adalah Black Hawk dan MI-17.
Berpotensi Mendukung Penanganan Kebakaran
Selain mendukung kebutuhan pertahanan dan operasi udara, kapasitas helikopter yang dapat dibawa kapal tersebut dinilai bermanfaat dalam penanganan bencana, khususnya kebakaran. Prabowo menjelaskan bahwa setiap helikopter kelas menengah rata-rata mampu mengangkut sekitar 4-5 ton air.
Dengan kemampuan membawa hingga 10 helikopter, kapal ini diharapkan dapat mempercepat pengerahan bantuan menuju wilayah yang mengalami kebakaran. Helikopter dapat segera bergerak menuju titik api dengan jumlah yang lebih besar sehingga mendukung respons pemerintah di lapangan.
“Yang rata-rata bisa mengangkut 4-5 ton air. Jadi kalau kita punya 10 helikopter bisa segera merapat ke titik api yang terbanyak, ini juga akan sangat membantu respons kita,” ujar Prabowo.
ITS Giuseppe Garibaldi Berlayar Menuju Indonesia
Kapal ITS Giuseppe Garibaldi dijadwalkan tiba di Indonesia pada pertengahan September. Sebelum resmi menjadi bagian dari TNI Angkatan Laut, kapal tersebut masih menggunakan nama ITS Garibaldi dan berlayar dengan bendera Italia.
TNI Angkatan Laut sebelumnya menyampaikan bahwa kapal tersebut berangkat dari Italia pada awal pekan. Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan keberangkatan kapal itu merupakan bagian dari proses menuju Indonesia.
“Dan kami mohon doanya, malam ini mungkin jam 22.00, KRI Gajah Mada akan meninggalkan Italia menuju Indonesia,” kata Muhammad Ali saat mengunjungi Kraton Majapahit, Jakarta Timur, Senin (24/8), sebagaimana dikutip dari Detikcom.
Ia menjelaskan bahwa nama kapal tersebut masih ITS Garibaldi selama berada di bawah bendera Italia. Setelah tiba di Indonesia, kapal itu akan berganti nama dan bendera menjadi KRI Gajah Mada.
“Namanya masih ITS Garibaldi, masih berbendera Italia. Tapi sesampainya di Indonesia akan berganti bendera menjadi KRI Gajah Mada,” kata Muhammad Ali.
Spesifikasi dan Rekam Jejak Giuseppe Garibaldi
Giuseppe Garibaldi merupakan salah satu dari dua kapal induk yang dimiliki Angkatan Laut Italia. Kapal ini juga mencatat sejarah sebagai kapal penerbangan dengan geladak penuh pertama yang dibangun untuk Italia.
Selama masa tugasnya, Giuseppe Garibaldi telah terlibat dalam sejumlah operasi udara tempur di berbagai wilayah. Operasi tersebut berlangsung di Somalia, Kosovo, Afghanistan, dan Libya.
Dari sisi ukuran, kapal ini memiliki panjang 180,2 meter. Giuseppe Garibaldi mampu melaju hingga 30 knot atau sekitar 56 kilometer per jam berkat sistem mesin penggeraknya. Bobot kapal diperkirakan mencapai sekitar 13,8 ribu ton.
Kapal tersebut juga memiliki kapasitas personel yang besar. Giuseppe Garibaldi dapat menampung sekitar 600 kru inti kapal, 230 personel grup udara, serta sekitar 100 personel komando. Dalam kondisi tertentu, kapal ini juga mampu mengangkut hingga 600 pasukan komando tambahan.
KRI Gajah Mada dan Arah Penguatan Kemampuan TNI AL
Perubahan fungsi Giuseppe Garibaldi menjadi KRI Gajah Mada menunjukkan rencana Indonesia untuk memanfaatkan kapal tersebut sebagai platform pendukung operasi helikopter dan drone. Kapasitas angkut yang besar akan menjadi salah satu aspek penting dalam pelaksanaan misi di wilayah yang membutuhkan pengerahan udara.
Dalam konteks kebencanaan, keberadaan kapal ini diharapkan dapat membantu mempercepat mobilisasi helikopter menuju lokasi terdampak. Sementara itu, penggunaan drone akan menjadi bagian lain dari fungsi kapal yang sedang disiapkan pemerintah.
Kesimpulan
ITS Giuseppe Garibaldi akan menjadi kapal induk pertama Indonesia dengan nama KRI Gajah Mada setelah tiba dari Italia. Pemerintah berencana mengubah kapal tersebut menjadi kapal induk untuk helikopter dan drone, dengan kapasitas sekitar 10 helikopter kelas menengah.
Selain mendukung kebutuhan Angkatan Laut, kapal ini diproyeksikan membantu respons terhadap bencana, termasuk penanganan kebakaran melalui pengerahan helikopter pembawa air. Dengan pengalaman operasional, ukuran, kecepatan, serta kapasitas personelnya, KRI Gajah Mada akan menjadi salah satu aset penting dalam penguatan kemampuan Indonesia di masa mendatang.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment