Kualitas Udara Palembang Masuk Level Sangat Tidak Sehat, PM2.5 Capai 235,6 µg/m³
Palembang, Sumatera Selatan menghadapi kondisi kualitas udara yang sangat tidak sehat akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, kualitas udara di Kota Palembang berada pada level tertinggi kategori sangat tidak sehat berdasarkan pemantauan di Stasiun PM2.5 Musi 2.
Kondisi tersebut terpantau pada Kamis (3/9) pukul 03.00 WIB dan masih berlangsung hingga pagi hari. Asap karhutla dari sejumlah wilayah di Sumatera Selatan disebut terbawa masuk ke Kota Palembang sehingga memengaruhi kualitas udara yang dihirup masyarakat.
Kualitas Udara Palembang Berada di Level Sangat Tidak Sehat
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan, Wandayantolis, mengatakan kualitas udara di Kota Palembang pada waktu pemantauan tersebut berada dalam kategori sangat tidak sehat. Informasi itu disampaikan berdasarkan hasil pengamatan Stasiun PM2.5 Musi 2 Palembang.
“Kualitas udara di Kota Palembang pada Kamis (3/9) pukul 03.00 WIB pada level sangat tidak sehat,” kata Wandayantolis, mengutip Antara, Kamis (3/9).
Menurut dia, kualitas udara hingga pagi hari masih berada pada kategori yang sama karena dipengaruhi kabut asap. Kabut tersebut salah satunya berasal dari kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di beberapa daerah di Sumatera Selatan.
Konsentrasi PM2.5 Palembang Capai 235,6 µg/m³
Data BMKG menunjukkan, konsentrasi partikulat halus atau Particulate Matter (PM2.5) di Stasiun Musi 2 Palembang mencapai angka tertinggi sebesar 235,6 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Angka tersebut masuk ke dalam kategori sangat tidak sehat.
Wandayantolis menjelaskan, PM2.5 merupakan partikel udara berukuran lebih kecil atau sama dengan 2,5 mikrometer. Partikel berukuran sangat kecil tersebut menjadi salah satu parameter yang digunakan untuk memantau kondisi kualitas udara.
Metode Pengukuran PM2.5
Pengukuran konsentrasi PM2.5 dilakukan menggunakan metode penyinaran sinar beta atau Beta Attenuation Monitoring. Hasil pengukuran tersebut disajikan dalam satuan mikrogram per meter kubik (µg/m³).
Pemantauan di Stasiun PM2.5 Musi 2 menjadi dasar informasi mengenai kondisi partikulat halus di udara Kota Palembang. Berdasarkan hasil pengukuran itu, kabut asap yang menyelimuti wilayah tersebut menyebabkan kualitas udara berada pada level sangat tidak sehat.
Asap Karhutla Terbawa Masuk ke Palembang
BMKG menyebut asap kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Sumatera Selatan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi tingginya konsentrasi PM2.5 di Palembang. Asap dari karhutla tersebut terbawa masuk ke wilayah kota dan berdampak pada kualitas udara.
Dengan konsentrasi PM2.5 yang mencapai 235,6 µg/m³, masyarakat perlu memperhatikan kondisi udara sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan. Terlebih, kualitas udara masih terpantau dalam kategori sangat tidak sehat hingga pagi hari.
Imbauan BMKG untuk Masyarakat
Menanggapi kondisi tersebut, Wandayantolis mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan. Imbauan itu terutama ditujukan kepada warga yang memiliki gangguan pernapasan karena kabut asap dan tingginya partikulat halus dapat memperburuk kondisi udara yang dihadapi.
Masyarakat yang terpaksa harus keluar rumah disarankan menggunakan perlindungan diri. “Jika terpaksa harus ke luar rumah, baiknya melindungi diri dengan masker dan kacamata,” ujar Wandayantolis.
Kesimpulan
Kualitas udara di Kota Palembang berada pada kategori sangat tidak sehat setelah konsentrasi PM2.5 di Stasiun Musi 2 mencapai 235,6 µg/m³. Kondisi ini dipengaruhi kabut asap karhutla dari sejumlah wilayah di Sumatera Selatan yang terbawa masuk ke kota.
Di tengah kondisi tersebut, masyarakat diharapkan membatasi kegiatan di luar ruangan, terutama bagi mereka yang memiliki gangguan pernapasan. Jika harus beraktivitas di luar rumah, penggunaan masker dan kacamata menjadi langkah perlindungan yang diimbau BMKG. Pemantauan kualitas udara dan perhatian terhadap kondisi kabut asap tetap penting dilakukan seiring berlangsungnya situasi ini.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment