Mahasiswa FK Universitas Brawijaya Jatuh dari Lantai Enam, Masih Dirawat Intensif

Seorang mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) jatuh dari lantai enam Gedung Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK) UB di Jalan Veteran, Kota Malang. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis sekitar pukul 09.00 WIB. Berdasarkan informasi awal, mahasiswa itu diduga jatuh setelah melompat melalui jendela gedung.

Korban ditemukan dalam kondisi hidup dan langsung dievakuasi ke Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Hingga informasi ini disampaikan, korban masih menjalani perawatan intensif di ruang ICU. Pihak kepolisian belum dapat meminta keterangan langsung karena korban masih berada dalam penanganan medis.

Polisi Lakukan Olah Tempat Kejadian Perkara

Kepala Seksi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Shobikin, mengatakan bahwa polisi menerima laporan dari masyarakat mengenai kejadian tersebut. Setelah menerima laporan, anggota Polsek Lowokwaru bersama Tim Inafis segera mendatangi lokasi.

Petugas kemudian mengamankan tempat kejadian perkara dan melakukan olah TKP untuk mengumpulkan informasi awal terkait peristiwa itu. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari proses penanganan dan penyelidikan kepolisian.

“Setelah menerima laporan, anggota Polsek Lowokwaru bersama Tim Inafis langsung menuju lokasi untuk mengamankan TKP dan melakukan olah tempat kejadian perkara,” kata Lukman.

Korban Diduga Berada di Ruang Kelas yang Kosong

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, korban merupakan mahasiswa FK UB semester tiga. Saat kejadian, korban diduga berada di sebuah ruang kelas yang sedang kosong di lantai enam gedung tersebut sebelum kemudian terjatuh.

Seorang mahasiswa yang berada di sekitar lokasi dan tidak bersedia disebutkan namanya menyampaikan bahwa korban diduga melompat dari lantai enam. Informasi itu kemudian diperkuat oleh keterangan dari Ketua Unit Layanan Terpadu Kekerasan Seksual dan Perundungan (ULTKSP) FBiPK UB, Dwi Retnoningsih.

Dwi mengonfirmasi bahwa korban merupakan mahasiswa aktif FK UB angkatan 2025. Ia menyebut korban jatuh setelah melewati jendela gedung. Saat ini, penanganan terhadap peristiwa tersebut masih dilakukan oleh pihak kepolisian.

Korban Masih Menjalani Perawatan Intensif

Staf Humas FK UB, Dame Marpaung, mengatakan pihak fakultas terus memantau kondisi mahasiswa tersebut. Namun, pihaknya belum dapat memberikan informasi lebih lanjut mengenai perkembangan medis korban karena yang bersangkutan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

“Korban masih dalam perawatan intensif di rumah sakit,” ujar Dame.

Sementara itu, kepolisian juga belum dapat memperoleh keterangan langsung dari korban. Menurut Ipda Lukman, kondisi tersebut membuat proses pengumpulan informasi dari korban belum dapat dilakukan. Penjelasan lebih lanjut mengenai kronologi peristiwa masih menunggu perkembangan penanganan medis dan proses pemeriksaan.

FK UB Siapkan Pendampingan Kesehatan Mental

Selain memastikan penanganan medis, FK UB menyampaikan bahwa kampus memiliki sejumlah mekanisme pendampingan bagi mahasiswa, terutama dalam aspek kesehatan mental. Fakultas secara berkala melakukan screening kesehatan mental terhadap mahasiswa.

Hasil screening tersebut digunakan sebagai bagian dari upaya untuk mengidentifikasi mahasiswa yang dinilai membutuhkan perhatian dan pendampingan lebih lanjut. FK UB juga melakukan pendampingan secara rutin terhadap mahasiswa yang masuk dalam kategori berisiko.

“Kita melakukan screening terkait kesehatan mental mahasiswa dan melakukan pendampingan terhadap yang berisiko secara reguler,” kata Dame.

Untuk mendukung layanan tersebut, FK UB memiliki unit konseling pada beberapa tingkatan, mulai dari tingkat mahasiswa, fakultas, hingga universitas. Fasilitas ini dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk memperoleh dukungan selama menjalani proses pendidikan.

Kesimpulan

Peristiwa mahasiswa FK UB jatuh dari lantai enam Gedung FBiPK masih dalam penanganan kepolisian. Korban telah dievakuasi ke RSSA Malang dan hingga kini masih menjalani perawatan intensif di ruang ICU. Polisi terus melakukan pemeriksaan di lokasi, sementara keterangan langsung dari korban belum dapat diperoleh karena kondisi medisnya.

Di sisi lain, FK UB menyatakan tetap memantau kondisi korban serta menegaskan keberadaan layanan screening dan konseling kesehatan mental bagi mahasiswa. Perkembangan kondisi korban dan informasi lebih lanjut mengenai peristiwa tersebut diharapkan dapat disampaikan setelah proses medis dan pemeriksaan memungkinkan.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment