Maulid Akbar Pesisir 2026 di Pelabuhan Paotere Hadirkan Perahu Nelayan dan Pesan Keteladanan

Pemerintah Kota Makassar menghadirkan nuansa berbeda dalam pelaksanaan Maulid Akbar Pesisir 2026. Kegiatan yang berlangsung di dermaga Pelabuhan Paotere, Kecamatan Ujung Tanah, pada Jumat malam (28/08), tidak hanya dihadiri ribuan masyarakat, tetapi juga melibatkan perahu-perahu nelayan yang menjadi bagian dari kemeriahan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Pelabuhan Paotere dipilih sebagai lokasi kegiatan karena kawasan tersebut dikenal sebagai salah satu sentra aktivitas nelayan dan perdagangan laut di Kota Makassar. Kehadiran perahu nelayan membuat pelaksanaan Maulid Akbar tahun ini terasa lebih dekat dengan karakter masyarakat pesisir. Selain menjadi ruang ibadah dan refleksi, kegiatan tersebut juga berkembang sebagai wadah kebersamaan warga.

Maulid Akbar Pesisir 2026 Semakin Berkembang

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin atau Appi menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan Maulid Akbar Pesisir 2026. Menurutnya, kegiatan tahunan tersebut menunjukkan perkembangan yang positif dan telah menjadi salah satu momentum penting bagi masyarakat untuk berkumpul, mempererat hubungan, serta merefleksikan kehidupan Nabi Muhammad SAW.

Appi mengingatkan bahwa pada pelaksanaan Maulid tahun 2025, Pemerintah Kota Makassar telah menyampaikan komitmen untuk menghadirkan perahu-perahu nelayan dan menyediakan lokasi kegiatan yang lebih nyaman bagi masyarakat. Komitmen tersebut kemudian diwujudkan dalam pelaksanaan Maulid Akbar Pesisir tahun ini.

“Tahun lalu kita janjikan bahwa akan ada perahu-perahu nelayan yang hadir, akan ada tempat yang lebih nyaman dari tahun-tahun sebelumnya, dan alhamdulillah tahun ini kita bisa selenggarakan dengan baik,” kata Appi.

Kehadiran perahu nelayan tidak hanya menjadi bagian dari suasana acara, tetapi juga memperkuat identitas Maulid Akbar Pesisir sebagai kegiatan yang dekat dengan kehidupan masyarakat di kawasan pelabuhan. Dengan demikian, peringatan Maulid dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat yang hadir.

Rasulullah Menjadi Teladan dalam Kehidupan

Dalam kesempatan tersebut, Appi mengajak masyarakat menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan utama dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Ia menilai, keteladanan Rasulullah dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk kepemimpinan, hubungan sosial, keluarga, serta kepedulian terhadap kehidupan bangsa.

Menurut Appi, seorang pemimpin perlu memberikan rasa aman kepada masyarakat. Nilai keteladanan juga dapat diterapkan melalui tata niaga yang dijalankan dengan adab, pembangunan keluarga yang dilandasi kasih sayang, serta perhatian terhadap nasib dan kehidupan bangsa.

“Kehidupan Nabi inilah yang harus terpatri di dalam kehidupan kita, menjadi contoh dan suri teladan untuk kita semua, yang harus kita jalankan pengamalan setiap hari di dalam kehidupan kita,” ujarnya.

Pesan tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian peringatan Maulid Akbar Pesisir 2026. Peringatan hari lahir Rasulullah tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga sebagai kesempatan untuk memperkuat pengamalan akhlak mulia dalam kehidupan masyarakat.

Imbauan Waspada Selama Musim Kering

Selain menyampaikan pesan tentang keteladanan Nabi Muhammad SAW, Wali Kota Makassar turut mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kering. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah potensi kekurangan air, ancaman kebakaran, serta gangguan kesehatan.

Imbauan tersebut disampaikan agar masyarakat tetap memperhatikan kondisi lingkungan dan kesehatan selama periode musim kering. Kewaspadaan bersama dinilai penting untuk mengantisipasi berbagai dampak yang mungkin muncul dalam kehidupan sehari-hari.

Ajakan Memperkuat Ukhuwah dan Kepedulian

Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menyampaikan bahwa Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar momentum untuk mengenang perjalanan hidup dan keteladanan Rasulullah. Menurutnya, peringatan tersebut harus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk menerapkan nilai-nilai akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.

Aliyah mengajak masyarakat memperkuat ukhuwah, kepedulian, dan kebersamaan. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat mendukung terwujudnya Kota Makassar yang semakin religius, harmonis, dan penuh keberkahan.

“Mari kita jadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum untuk terus meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memperkuat ukhuwah, kepedulian, dan kebersamaan, insyaallah kita dapat bersama-sama mewujudkan Kota Makassar yang semakin religius, harmonis, dan penuh keberkahan,” ujar Aliyah.

Rangkaian Kegiatan Maulid

Maulid Akbar Pesisir 2026 di Pelabuhan Paotere diisi dengan sejumlah agenda. Kegiatan tersebut mencakup tausiyah, penyaluran bantuan melalui program BAZNAS Kota Makassar, serta pembagian hadiah door prize bagi masyarakat.

Rangkaian acara tersebut melengkapi suasana peringatan Maulid yang berlangsung di tengah masyarakat pesisir. Kehadiran tausiyah memberikan ruang untuk menyampaikan pesan keagamaan, sementara penyaluran bantuan melalui BAZNAS menjadi bagian dari kepedulian sosial dalam kegiatan tersebut.

Kesimpulan

Maulid Akbar Pesisir 2026 di Pelabuhan Paotere menghadirkan konsep peringatan yang berbeda dengan melibatkan perahu-perahu nelayan dan masyarakat dalam suasana kebersamaan. Pemerintah Kota Makassar menjadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk mengenang keteladanan Nabi Muhammad SAW sekaligus mengajak warga menerapkan nilai akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.

Ke depan, Maulid Akbar Pesisir diharapkan terus menjadi ruang kebersamaan, kepedulian, dan refleksi bagi masyarakat Kota Makassar. Pesan tentang ukhuwah, keteladanan, kewaspadaan selama musim kering, serta kepedulian sosial menjadi bagian penting agar peringatan Maulid tidak berhenti pada seremoni, tetapi juga memberi makna dalam kehidupan masyarakat.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment