Pameran 100 Lukisan Muasis NU Hadir di Muktamar ke-35 di Jombang

Gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambak Beras, Jombang, tidak hanya menjadi forum organisasi dan keagamaan. Kegiatan tersebut juga menghadirkan ruang apresiasi seni melalui pameran lukisan yang menampilkan sosok-sosok penting dalam sejarah Nahdlatul Ulama.

Pameran ini menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian di tengah pelaksanaan Muktamar. Para pengunjung dapat melihat deretan lukisan berukuran besar yang menggambarkan wajah para muasis atau pendiri NU. Karya-karya tersebut dipajang di area galeri yang berada di teras Ribath Al Lathifiyah 2 Al Wahabiyah 1, yang juga dikenal sebagai Ndhalem Nyai Mundjidah Wahab.

Pameran Lukisan di Area Muktamar NU

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, galeri tersebut dipenuhi lukisan dengan ukuran besar. Karya-karya yang dipamerkan menampilkan sejumlah tokoh yang memiliki peran penting dalam perjalanan Nahdlatul Ulama. Kehadiran pameran ini memberikan nuansa berbeda dalam rangkaian Muktamar ke-35 NU di Jombang.

Melalui media kanvas, sosok para pendiri dan ulama NU ditampilkan dalam bentuk visual. Lukisan-lukisan itu menjadi sarana untuk mengenang serta mengapresiasi tokoh-tokoh yang berkaitan dengan sejarah berdirinya Nahdlatul Ulama.

Sekitar 100 Lukisan Menampilkan Para Muasis NU

Sekitar 100 lukisan dipajang dalam pameran tersebut. Koleksi ini disebut sebagai salah satu pameran yang paling lengkap dalam menggambarkan sosok para muasis NU. Jumlah karya yang cukup banyak membuat galeri itu menampilkan beragam wajah tokoh Nahdlatul Ulama dalam satu ruang.

Deretan lukisan tersebut tidak hanya memperlihatkan figur pendiri NU secara individual, tetapi juga menghadirkan gambaran mengenai kekayaan sejarah dan ketokohan yang melekat dalam perjalanan organisasi. Setiap karya menjadi bagian dari upaya mengabadikan sosok ulama melalui karya seni rupa.

Tokoh-Tokoh yang Diabadikan dalam Kanvas

Beberapa tokoh yang wajahnya diabadikan melalui lukisan antara lain KH Hasyim Asy’ari, KH Abdul Wahab Hasbullah, dan KH Bisri Syansuri. Selain itu, terdapat pula lukisan yang menampilkan ulama dari Denanyar, Jombang.

Kehadiran lukisan para tokoh tersebut memperlihatkan hubungan yang kuat antara sejarah NU dan wilayah Jombang. Di tengah pelaksanaan Muktamar, karya-karya itu menjadi pengingat terhadap sosok-sosok yang memiliki tempat penting dalam perjalanan Nahdlatul Ulama.

Digagas Tiga Pelukis

Pameran lukisan ini digagas oleh tiga pelukis, yaitu J Hasanto dari Salatiga, Kholison Syafii dari Semarang, dan Riyanto dari Demak. Ketiganya menghadirkan karya-karya yang berfokus pada penggambaran para muasis NU.

Keterlibatan para pelukis dari sejumlah daerah tersebut turut memperlihatkan bahwa apresiasi terhadap sejarah dan tokoh NU dapat disampaikan melalui berbagai bentuk ekspresi seni. Dalam pameran ini, seni lukis menjadi medium untuk memperkenalkan dan mengabadikan wajah para pendiri serta ulama NU kepada pengunjung Muktamar.

Kesimpulan

Pameran sekitar 100 lukisan muasis NU di area Muktamar ke-35 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambak Beras, Jombang, menghadirkan perpaduan antara kegiatan keagamaan, organisasi, dan apresiasi seni. Lukisan-lukisan tersebut menampilkan tokoh seperti KH Hasyim Asy’ari, KH Abdul Wahab Hasbullah, KH Bisri Syansuri, serta ulama Denanyar Jombang.

Digagas oleh J Hasanto, Kholison Syafii, dan Riyanto, pameran ini menjadi ruang untuk mengenang para tokoh NU melalui karya visual. Kehadirannya juga memperkaya rangkaian Muktamar dengan sajian seni yang merekam sosok-sosok penting dalam sejarah Nahdlatul Ulama.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment