Pemkot Makassar Luncurkan “Merdeka dalam Genggaman”, Tiga Layanan Publik Kini Terintegrasi di Lontara Plus

Pemerintah Kota Makassar meluncurkan program “Merdeka dalam Genggaman” bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Program ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperluas akses pelayanan publik berbasis digital bagi masyarakat.

Peluncuran dilakukan oleh Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham seusai upacara pengibaran Sang Merah Putih di Lapangan Karebosi, Makassar, Senin (17/8). Melalui program tersebut, Pemkot Makassar menghadirkan tiga fitur layanan digital yang terintegrasi dalam aplikasi Lontara Plus.

Lontara Plus merupakan platform digital milik Pemkot Makassar yang dikembangkan untuk mendekatkan layanan pemerintahan kepada masyarakat. Tiga fitur yang diperkenalkan meliputi layanan pencatatan sipil terintegrasi, pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) secara online, serta Makassar Move.

Digitalisasi Pelayanan Publik di Makassar

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan bahwa transformasi digital yang dilakukan pemerintah bukan sekadar upaya menghadirkan aplikasi maupun fitur baru. Menurutnya, digitalisasi pelayanan merupakan bagian dari pemenuhan hak masyarakat untuk memperoleh layanan publik yang lebih mudah dan terjangkau.

“Ini bukan hadiah, tapi ini adalah hak yang dimiliki oleh warga Kota Makassar mendapatkan kemudahan terhadap akses di hari kemerdekaan,” kata Munafri.

Dengan integrasi layanan dalam Lontara Plus, warga diharapkan dapat mengakses berbagai kebutuhan administrasi tanpa harus selalu datang langsung ke kantor pemerintahan. Langkah tersebut dinilai dapat membantu masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu untuk mengurus keperluan pelayanan publik secara konvensional.

Layanan Pencatatan Sipil Terintegrasi

Salah satu layanan yang tersedia adalah pencatatan sipil terintegrasi. Melalui fitur ini, masyarakat dapat mengakses layanan administrasi kependudukan secara digital tanpa harus selalu mendatangi kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil atau Dukcapil.

Munafri menjelaskan, sebelumnya sebagian warga harus hadir langsung ke kantor Dukcapil untuk menyelesaikan proses kependudukan. Kondisi tersebut dapat menjadi kendala bagi masyarakat yang tidak memiliki waktu luang. Karena itu, integrasi data dan layanan kependudukan diharapkan mampu memperluas jangkauan pelayanan.

Ia mengatakan, berbagai perubahan dan perbaikan terus dilakukan agar fitur digital yang disediakan benar-benar memberikan manfaat lebih luas bagi warga Kota Makassar.

Pembayaran PBB Online dan Fitur Makassar Move

Selain layanan kependudukan, aplikasi Lontara Plus kini menyediakan fitur pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan secara online. Kehadiran fitur ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam menunaikan kewajiban perpajakan tanpa harus mengikuti mekanisme pelayanan secara langsung atau konvensional.

Fitur lainnya adalah Makassar Move yang dirancang untuk mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat. Melalui fitur tersebut, warga dapat merekam berbagai aktivitas fisik sehari-hari, seperti berjalan kaki, jogging, berlari, dan bersepeda.

Munafri mengajak masyarakat yang melakukan aktivitas olahraga untuk memanfaatkan Makassar Move melalui aplikasi Lontara Plus. Ia juga menyampaikan bahwa setiap minggu akan tersedia hadiah menarik yang diundi untuk para pengguna.

Ruang Pelaporan dan Interaksi dengan Pemerintah

Makassar Move tidak hanya berfungsi sebagai pencatat aktivitas olahraga. Fitur ini juga dapat digunakan masyarakat untuk melaporkan berbagai kondisi yang mereka temukan ketika beraktivitas di jalan. Laporan tersebut dapat berkaitan dengan hal-hal yang membutuhkan perhatian maupun perbaikan dari pemerintah.

Menurut Munafri, keterlibatan warga penting karena tidak semua persoalan di lapangan dapat dipantau secara langsung oleh pemerintah. Dengan adanya ruang pelaporan digital, berbagai kondisi yang luput dari perhatian dapat lebih cepat diketahui dan ditindaklanjuti melalui pola perbaikan.

Ia menilai Makassar Move dapat menjadi sarana komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat. Interaksi tersebut diharapkan mampu membangun kebersamaan dalam mengawal pembangunan Kota Makassar.

Simbol Kemerdekaan di Era Digital

Munafri menegaskan, peluncuran tiga fitur layanan tersebut juga menjadi simbol semangat kemerdekaan di era digital. Kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai kebebasan dari penjajahan, tetapi juga sebagai upaya menghadirkan kemudahan akses pelayanan bagi masyarakat.

“Kami meluncurkan pelayanan ini adalah sebuah komitmen dalam membangun digitalisasi di Kota Makassar. Ini adalah wujud kemerdekaan digital di bidang pelayanan publik,” tegasnya.

Kesimpulan

Program “Merdeka dalam Genggaman” menjadi langkah Pemkot Makassar untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih mudah melalui satu platform digital, yakni Lontara Plus. Tiga fitur yang diluncurkan mencakup pencatatan sipil terintegrasi, pembayaran PBB secara online, dan Makassar Move.

Ke depan, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi pengguna layanan, tetapi juga berperan aktif dalam mengawasi dan mengawal pembangunan kota melalui ruang digital yang tersedia. Semangat “Satu Kota, Satu Aplikasi, Merdeka dalam Genggaman” diharapkan dapat memperkuat hubungan antara pemerintah dan warga dalam mewujudkan pelayanan publik yang semakin mudah dan responsif.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment