Prabowo Minta Karhutla Way Kambas Jadi Fokus Penanganan, Gajah Sumatra Dipastikan Aman

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meminta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Way Kambas, Lampung, menjadi salah satu fokus penanganan pemerintah. Arahan tersebut disampaikan saat Prabowo memimpin rapat penanganan karhutla di Pos Aju, Riau, Senin (24/8). Perhatian khusus diberikan karena Way Kambas merupakan kawasan konservasi penting sekaligus habitat alami gajah Sumatra.

Dalam rapat tersebut, Prabowo menyebut dirinya telah menerima laporan mengenai keberadaan titik panas atau hotspot di kawasan Taman Nasional Way Kambas. Ia meminta kondisi di Lampung turut menjadi perhatian dalam upaya pengendalian kebakaran yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatra dan Kalimantan.

Prabowo Soroti Pentingnya Taman Nasional Way Kambas

Prabowo menilai Way Kambas memiliki arti penting bagi pelestarian satwa liar, terutama gajah Sumatra. Taman nasional tersebut menjadi salah satu kawasan konservasi yang berperan dalam menjaga keberlangsungan populasi gajah di Sumatra.

“Saya juga minta diperhatikan untuk Lampung. Lampung ada ya Way Kambas, Taman Nasional itu fokus kita juga ya. Saya dapat laporan itu juga ada hotspot di situ, dan sudah ada kebakaran berapa hektare itu ya,” kata Prabowo saat rapat penanganan karhutla.

Ia menegaskan bahwa kawasan tersebut merupakan tempat perlindungan bagi gajah dan satwa lainnya. Karena itu, penanganan kebakaran perlu dilakukan secara serius untuk mencegah dampak yang lebih besar terhadap habitat serta keselamatan satwa.

“Dan di situ kan taman konservasi kita untuk gajah dan sebagainya. Gajah-gajah terakhir di Sumatra harus kita rawat di situ,” ujar Prabowo.

Kebakaran di Resor Kuala Penet Berhasil Dipadamkan

Kementerian Kehutanan secara terpisah memastikan kebakaran yang terjadi di kawasan Resor Kuala Penet, Taman Nasional Way Kambas, Kabupaten Lampung Timur, telah berhasil dipadamkan. Api dilaporkan dapat dikendalikan pada Sabtu (22/8) sekitar pukul 19.00 WIB.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan, Ristianto Pribad, menyampaikan bahwa kondisi gajah Sumatra di habitat alami maupun yang berada di Pusat Konservasi Gajah tidak terdampak langsung oleh kebakaran tersebut.

Gajah Liar Berada Jauh dari Lokasi Kebakaran

Berdasarkan pemantauan Balai Taman Nasional Way Kambas, kelompok gajah liar berada di wilayah utara taman nasional. Lokasi tersebut berada jauh dari area yang mengalami kebakaran. Sementara itu, gajah-gajah yang dirawat di Pusat Konservasi Gajah juga berada di kawasan yang tidak terdampak langsung.

Dengan kondisi tersebut, gajah liar maupun gajah yang berada di pusat konservasi terpantau aman. Kendati demikian, petugas tetap melakukan pemantauan terhadap pergerakan satwa dan kondisi kawasan. Pengawasan lanjutan dilakukan untuk memastikan perlindungan terhadap satwa liar tetap berjalan secara optimal.

Penanganan Melibatkan Sekitar 250 Personel Gabungan

Proses pemadaman kebakaran di Way Kambas melibatkan sekitar 250 personel gabungan. Mereka berasal dari Balai Taman Nasional Way Kambas, Polda Lampung, Polres Lampung Timur, Kodam, Kodim Lampung Timur, serta Pemerintah Kabupaten Lampung Timur.

Selain unsur pemerintah dan aparat, penanganan juga melibatkan mitra kerja taman nasional, Masyarakat Mitra Polhut, kelompok tani hutan, koperasi, serta Masyarakat Peduli Api. Keterlibatan berbagai pihak tersebut mendukung upaya pengendalian api di lapangan sekaligus memperkuat pengawasan kawasan konservasi.

Pengendalian kebakaran dipantau secara langsung oleh Kepala Balai Taman Nasional Way Kambas, Kapolres Lampung Timur, Dandim Lampung Timur, dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Lampung Timur.

Pendinginan Dilakukan untuk Mencegah Api Kembali

Setelah api berhasil dipadamkan, personel gabungan melanjutkan proses pendinginan dan pemantauan kawasan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul.

Upaya pendinginan menjadi penting karena karakteristik lahan gambut memiliki potensi menyimpan bara api di dalam lapisan tanah. Kondisi itu dapat memicu kemunculan kembali titik api apabila tidak diawasi secara menyeluruh setelah proses pemadaman selesai.

Kesimpulan

Presiden Prabowo Subianto menempatkan penanganan karhutla di Taman Nasional Way Kambas sebagai salah satu perhatian penting pemerintah. Selain berdampak terhadap kawasan hutan, kebakaran di wilayah tersebut juga berpotensi mengancam habitat gajah Sumatra yang menjadi satwa dilindungi dan bagian penting dari ekosistem Way Kambas.

Kebakaran di kawasan Resor Kuala Penet telah dipadamkan, sementara gajah liar dan gajah di Pusat Konservasi Gajah dipastikan tidak terdampak langsung. Ke depan, pemantauan, pendinginan, dan pengawasan berkelanjutan tetap diperlukan untuk mencegah kebakaran berulang serta memastikan keamanan satwa dan kelestarian kawasan konservasi.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment