Siswi di Karo Jalani Pemeriksaan Lanjutan di RSUP Adam Malik Usai Diduga Keracunan MBG
MEDAN – Febiona Purba (16), siswi kelas XI SMK Bersama Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, menjalani pemeriksaan lanjutan di RSUP H Adam Malik Medan. Pemeriksaan ini dilakukan setelah Febiona mengalami sejumlah gangguan kesehatan yang disebut muncul usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolahnya.
Selama lebih dari tiga pekan, Febiona telah berpindah-pindah rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Namun, keluarga menyebut kondisi siswi tersebut semakin memburuk. Selain mengalami kejang berulang dan kesulitan berbicara, Febiona juga dilaporkan mengalami gangguan ingatan.
Gejala Muncul Setelah Mengonsumsi MBG
Ibunda Febiona, Elvinus Lusiana Sitanggang (49), mengatakan gejala awal dialami putrinya setelah mengonsumsi menu MBG pada 13 Agustus 2026. Saat itu, makanan yang disajikan berupa ikan tongkol.
Sepulang dari sekolah, Febiona mengeluhkan pusing, gatal pada tubuh, serta muntah. Keluarga sempat memberikan susu, tetapi minuman tersebut kembali dimuntahkan oleh Febiona.
“Saat itu mereka diberi MBG, menunya ikan tongkol. Setelah makan itu, anak saya pulang ke rumah, dia bilang kepalanya pusing, badan gatal, muntah. Sempat kita kasih susu, tapi dimuntahkan lagi,” ujar Elvinus, Selasa (8/9/2026).
Seiring waktu, kondisi Febiona disebut semakin parah. Elvinus mengungkapkan putrinya mengalami kejang berulang yang dapat berlangsung hingga sekitar 10 menit. Febiona juga mulai kesulitan berbicara dan mengalami gangguan ingatan selama hampir satu bulan.
Febiona Disebut Tidak Mengenali Keluarga dan Teman
Menurut Elvinus, Febiona hingga kini telah mendapatkan perawatan di lima rumah sakit. Saat ini, siswi tersebut menjalani pengobatan rawat jalan di RSUP H Adam Malik Medan.
Elvinus juga menceritakan bahwa Febiona tidak lagi mengenali sejumlah orang terdekat, termasuk guru, teman sekelas, dan adiknya sendiri. Kondisi tersebut membuat keluarga berharap putrinya segera memperoleh penanganan medis yang tepat.
Febiona diketahui merupakan siswi berprestasi di sekolahnya. Ia juga dipercaya menjabat sebagai wakil ketua OSIS. Keluarga berharap kondisi kesehatan Febiona dapat membaik sehingga ia bisa kembali bersekolah.
“Waktu teman-teman dan gurunya datang menjenguk ke rumah, dia tidak kenal mereka. Saya bilang itu kawan-kawan satu kelasmu, tetapi dia tidak mengenalinya. Saya ingin anak saya mendapat pengobatan yang tepat supaya cepat sembuh dan bisa sekolah lagi,” kata Elvinus.
RSUP Adam Malik Lakukan Pemeriksaan Multidisiplin
Humas RSUP H Adam Malik Medan, Rosario Dorothy Simanjuntak, mengatakan Febiona telah tiga kali datang untuk menjalani pemeriksaan rawat jalan di rumah sakit tersebut. Kunjungan itu berlangsung pada 31 Agustus, 7 September, dan 8 September 2026.
Dalam proses pemeriksaan, Febiona ditangani oleh dokter spesialis Gastro Anak, Neurologi Anak, dan Psikiatri. Ia juga menjalani pemeriksaan electroencephalography (EEG) untuk membantu mengevaluasi kondisi yang dialaminya.
Meski demikian, pihak rumah sakit belum menyampaikan diagnosis maupun memastikan penyebab gangguan kesehatan Febiona. Rosario menegaskan, pemeriksaan masih berlangsung dan tim dokter masih melakukan evaluasi sebelum mengambil kesimpulan medis.
Dinkes Sumut Masih Menunggu Laporan Resmi
Sekretaris Dinas Kesehatan Sumatera Utara, Hamid Rijal Lubis, mengatakan pihaknya belum menerima laporan resmi dari RSUP H Adam Malik mengenai kondisi terbaru Febiona, termasuk informasi mengenai gangguan ingatan yang dialaminya.
Hamid menyatakan Dinkes Sumut tidak ingin mengambil kesimpulan sebelum memperoleh keterangan tertulis dari tim medis. Menurut dia, pihaknya akan melakukan tindak lanjut setelah menerima laporan resmi dari rumah sakit.
Sementara itu, pihak terkait program MBG di Sumatera Utara dan sejumlah pejabat Badan Gizi Nasional belum memberikan respons ketika dihubungi mengenai kondisi Febiona.
Pemprov Sumut Pantau Kondisi Febiona
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengatakan kondisi Febiona masih dalam pemantauan tim medis. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kondisi fisik serta memastikan apakah gangguan yang dialami berkaitan dengan saraf atau faktor lainnya.
Bobby juga menyebut pemeriksaan psikologis akan dilakukan. Langkah tersebut dinilai penting untuk melihat kemungkinan adanya trauma setelah Febiona mengalami gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan keracunan.
Sebelumnya, Febiona mendapatkan penanganan di Rumah Sakit Haji Medan. Penanganan lanjutan kemudian dilimpahkan ke RSUP H Adam Malik Medan. Pemerintah daerah masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan psikologis untuk mengetahui kondisi serta penyebab gangguan yang dialami Febiona.
Kesimpulan
Kasus Febiona Purba masih dalam tahap pemeriksaan. Keluarga menyebut siswi tersebut mengalami kejang, kesulitan berbicara, dan gangguan ingatan setelah mengonsumsi MBG di sekolah. Namun, RSUP H Adam Malik Medan belum menetapkan diagnosis maupun memastikan hubungan antara keluhan tersebut dan dugaan keracunan.
Hasil pemeriksaan tim medis akan menjadi dasar bagi Dinkes Sumut dan pemerintah daerah untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya. Keluarga berharap Febiona segera memperoleh terapi yang sesuai agar kondisi kesehatannya membaik dan dapat kembali menjalani aktivitas sekolah.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment