Survei Median: Prabowo Teratas, Dedi Mulyadi dan Anies Baswedan Bersaing Ketat
JAKARTA – Hasil survei lembaga Median menunjukkan Prabowo Subianto masih menjadi tokoh dengan elektabilitas calon presiden tertinggi. Posisi tersebut terlihat baik dalam simulasi pertanyaan terbuka maupun semi terbuka. Prabowo unggul cukup jauh dari kandidat lain, sementara persaingan untuk posisi kedua dan ketiga berlangsung lebih ketat antara Dedi Mulyadi dan Anies Baswedan.
Dalam temuan yang sama, Gibran Rakabuming Raka tercatat memiliki elektabilitas yang cukup jauh di bawah Prabowo. Direktur Eksekutif Median Rico Marbun menyampaikan bahwa hasil survei tersebut menggambarkan dinamika politik berdasarkan pengambilan data yang dilakukan pada 21 Juli hingga 2 Agustus 2026.
Prabowo Unggul dalam Pertanyaan Terbuka
Pada pertanyaan terbuka, responden diberikan kesempatan menyebutkan nama calon presiden tanpa daftar pilihan yang disediakan. Dalam simulasi ini, Prabowo Subianto memperoleh elektabilitas sebesar 32,2 persen.
Dedi Mulyadi berada di posisi kedua dengan angka 19,8 persen. Sementara itu, Anies Baswedan menempati urutan ketiga dengan elektabilitas 19,5 persen. Selisih antara Dedi dan Anies hanya 0,3 persen, sehingga keduanya tercatat memiliki perolehan yang relatif berdekatan.
“Dalam pertanyaan terbuka, Prabowo Subianto memperoleh 32,2 persen, kemudian Dedi Mulyadi 19,8 persen dan Anies Baswedan 19,5 persen,” kata Rico dalam keterangan tertulis, Selasa (1/9).
Elektabilitas Tokoh Lain
Setelah tiga nama teratas, Ganjar Pranowo memperoleh elektabilitas sebesar 4,5 persen. Posisi berikutnya ditempati Sherly Tjoanda dengan 3,5 persen dan Agus Harimurti Yudhoyono sebesar 2,3 persen.
Adapun Joko Widodo dan Gibran Rakabuming Raka masing-masing mencatat elektabilitas 2,0 persen. Selanjutnya, Mahfud MD memperoleh 1,8 persen, sedangkan Purbaya Yudhi Sadewa berada di angka 1,3 persen.
Hasil Semi Terbuka Tidak Banyak Berubah
Rico mengatakan, pola yang tidak jauh berbeda terlihat dalam pertanyaan semi terbuka. Dalam simulasi ini, nama-nama kandidat disampaikan kepada responden sebagai pilihan. Prabowo kembali berada di posisi pertama dengan elektabilitas 32,4 persen.
“Dalam pertanyaan semi terbuka, Prabowo Subianto memperoleh 32,4 persen. Dedi Mulyadi berada di posisi kedua dengan 20,6 persen dan Anies Baswedan di posisi ketiga dengan 20,5 persen,” ujar Rico.
Perolehan Dedi Mulyadi dan Anies Baswedan dalam pertanyaan semi terbuka juga menunjukkan persaingan yang sangat ketat. Selisih elektabilitas kedua tokoh tersebut hanya 0,1 persen. Sementara itu, jarak Prabowo dengan kandidat di posisi kedua masih terlihat cukup besar.
Daftar Elektabilitas dalam Simulasi Semi Terbuka
Dalam pertanyaan semi terbuka, Ganjar Pranowo memperoleh 5,0 persen. Sherly Tjoanda berada di angka 4,1 persen, disusul Gibran Rakabuming Raka dengan 2,6 persen.
Mahfud MD tercatat memperoleh 2,1 persen, sedangkan Agus Harimurti Yudhoyono mencapai 2,0 persen. Berikutnya, Andika Perkasa memperoleh 1,5 persen dan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tercatat dengan elektabilitas 1,2 persen.
Metodologi Survei Median
Survei Median dilaksanakan melalui wawancara tatap muka atau face-to-face interview pada 21 Juli hingga 2 Agustus 2026. Populasi survei mencakup seluruh warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih.
Target sampel yang digunakan berjumlah 1.212 responden. Survei ini memiliki margin of error atau MoE sebesar ±2,76 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Pemilihan sampel dilakukan secara acak dengan metode multistage random sampling. Distribusi sampel disusun secara proporsional berdasarkan populasi di setiap provinsi dan gender.
Untuk menjaga kualitas data, Median juga melakukan pengawasan terhadap 20 persen sampel melalui proses quality control. Lembaga tersebut menyatakan hasil survei ini mencerminkan dinamika politik yang berlangsung selama periode pengumpulan data.
Kesimpulan
Survei Median menempatkan Prabowo Subianto sebagai tokoh dengan elektabilitas tertinggi, baik dalam pertanyaan terbuka maupun semi terbuka. Dedi Mulyadi dan Anies Baswedan berada di posisi berikutnya dengan perolehan yang berdekatan, sedangkan kandidat lain mencatat angka yang lebih rendah.
Temuan ini menjadi gambaran kondisi elektabilitas berdasarkan survei yang dilakukan pada 21 Juli hingga 2 Agustus 2026. Perubahan peta elektabilitas selanjutnya akan bergantung pada dinamika politik dan hasil pengukuran berikutnya.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment