Vela Aero Luncurkan Prototipe Taksi Terbang Vela Alpha, Bidik Uji Terbang pada Kuartal IV 2026

Vela Aero resmi memperkenalkan prototipe fisik skala penuh taksi terbang Vela Alpha dalam ajang Heli Expo Asia (HEXIA) 2026. Acara tersebut berlangsung di Cengkareng Heliport, Tangerang, pada Jumat (21/8). Peluncuran ini menjadi salah satu tahapan penting bagi perusahaan dalam membawa Vela Alpha dari konsep desain menuju fase pengujian dan sertifikasi.

Perusahaan yang memiliki nama resmi PT Vela Prima Nusantara itu menyebut kehadiran prototipe sebagai penanda dimulainya transisi menuju kampanye uji terbang resmi. Selain itu, model tersebut diklaim menunjukkan kemampuan rekayasa serta manufaktur yang dimiliki Indonesia di bidang teknologi kedirgantaraan.

Vela Alpha Masuk Tahap Persiapan Uji Terbang

Dalam keterangan resminya, Vela Aero menjelaskan bahwa peluncuran prototipe fisik skala penuh memberikan dasar bagi tahapan pengembangan berikutnya. Perusahaan menargetkan pelaksanaan uji terbang perdana Vela Alpha pada Kuartal IV 2026.

Uji terbang tersebut direncanakan berlangsung di hadapan publik, regulator, mitra, dan calon investor. Agenda ini diharapkan menjadi momentum untuk memperlihatkan kesiapan teknologi Vela Alpha sekaligus mengumpulkan data yang diperlukan sebelum memasuki proses sertifikasi kelaikudaraan.

Selain uji terbang, Vela Aero membidik perolehan lisensi Design Organization Approval atau DOA Class D dari Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU), Kementerian Perhubungan. Menurut perusahaan, lisensi tersebut akan memberikan legalitas institusional untuk merancang dan memanufaktur pesawat udara yang memperoleh sertifikasi nasional.

Raih 160 Letter of Intent

Vela Aero mengeklaim telah mengakumulasi 160 Letter of Intent (LOI) untuk pengadaan armada Vela Alpha. Minat tersebut berasal dari pemesan domestik maupun internasional.

Namun, perusahaan menegaskan bahwa LOI merupakan surat pernyataan minat yang tidak mengikat. Jumlah tersebut juga belum mencakup sejumlah nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang telah diperoleh.

Bersamaan dengan penyelenggaraan HEXIA 2026, Vela Aero menandatangani MoU dengan Whitesky Aviation untuk rencana pengadaan 50 unit Vela Alpha. Armada tersebut disiapkan untuk mendukung sejumlah kebutuhan, mulai dari layanan airport feeder, taksi udara perkotaan, pariwisata premium, hingga logistik di kawasan industri.

Target Sertifikasi hingga Layanan Komersial

Setelah tahapan uji terbang dan pengurusan lisensi pada 2026, Vela Aero merencanakan periode 2027 hingga 2028 sebagai fase sertifikasi. Pada periode yang sama, perusahaan juga menargetkan konversi LOI menjadi kontrak pemesanan yang bersifat pasti.

Type Certification penuh ditargetkan dapat diperoleh pada akhir 2028. Adapun layanan komersial atau entry into service direncanakan mulai berjalan pada awal 2029.

Dua Varian dengan Jangkauan Berbeda

Vela Alpha menggunakan konfigurasi lift-and-cruise dengan sistem distributed electric propulsion yang mengandalkan sembilan motor listrik independen. Konfigurasi tersebut memungkinkan pesawat lepas landas dan mendarat secara vertikal, kemudian beralih ke mode jelajah dengan memanfaatkan sayap.

Kabin Vela Alpha dirancang untuk membawa satu pilot dan hingga enam penumpang. Pesawat ini memiliki beban muat sebesar 550 kilogram, termasuk pilot, serta kecepatan jelajah yang diklaim mencapai 250 kilometer per jam.

Varian Listrik Murni

Varian pertama adalah versi listrik murni atau eVTOL. Vela Aero menyebut varian ini memiliki jangkauan hingga 150 kilometer dan ditujukan untuk melayani rute-rute perkotaan.

Varian Hibrida-Listrik

Varian kedua merupakan versi hibrida-listrik atau hVTOL. Model ini menggunakan turbogenerator dan diklaim mampu menempuh jarak hingga 500 kilometer untuk kebutuhan misi regional.

Meski demikian, Vela Aero menyatakan seluruh spesifikasi Vela Alpha masih dapat mengalami perubahan. Penyesuaian akan bergantung pada hasil uji terbang, perkembangan densitas energi baterai, kebutuhan bobot muatan, serta parameter sertifikasi akhir.

Kesimpulan

Peluncuran prototipe Vela Alpha menandai langkah baru Vela Aero dalam mengembangkan taksi terbang buatan Indonesia. Dengan target uji terbang pada Kuartal IV 2026, pengurusan DOA Class D, serta rencana sertifikasi penuh pada akhir 2028, perusahaan mulai memasuki tahapan penting menuju layanan komersial pada awal 2029.

Rencana pengadaan 50 unit oleh Whitesky Aviation dan akumulasi 160 LOI menunjukkan adanya minat terhadap pengembangan armada tersebut. Namun, realisasi komersial tetap akan bergantung pada hasil pengujian, proses sertifikasi, dan perubahan spesifikasi teknis selama pengembangan. Vela Aero menyatakan ambisinya bukan hanya membangun pesawat, tetapi juga mengembangkan ekosistem mobilitas udara canggih yang terintegrasi.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment