Pasar Tidak Besar, Penjualan Yamaha WR155R Tetap Stabil di Indonesia
Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) menyebut pasar motor trail Yamaha WR155R di Indonesia belum tergolong besar jika dibandingkan dengan model sepeda motor lain. Meski demikian, penjualan motor tersebut dinilai tetap stabil karena memiliki segmen konsumen yang spesifik, terutama para penghobi aktivitas offroad dan pengguna yang membutuhkan kendaraan untuk melintasi berbagai medan.
Karakter Yamaha WR155R sebagai motor trail menjadi salah satu faktor yang membuatnya memiliki pasar tersendiri. Selain mendukung kegiatan di jalur nonaspal, motor ini juga masih dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Perpaduan antara kemampuan, tampilan, dan spesifikasi tersebut membuat WR155R tidak hanya diposisikan sebagai kendaraan untuk aktivitas offroad, tetapi juga sebagai motor lifestyle di sejumlah daerah.
Penjualan Yamaha WR155R Dinilai Tetap Stabil
Manager Public Relations, YRA & Community YIMM, Rifkie Maulana, mengatakan Yamaha WR155R merupakan salah satu motor sport yang masih mencatatkan penjualan cukup baik. Menurutnya, model tersebut memang ditujukan bagi konsumen dengan kebutuhan dan minat tertentu, sehingga ukuran pasarnya tidak sebesar sepeda motor pada segmen lain.
“Ini salah satu motor sport yang masih bagus penjualannya karena memang untuk penghobi, speknya juga cukup mumpuni. Kalau penghobi di offroad ataupun track seperti ini, pangsa pasarnya memang tidak besar, tapi cukup stabil,” ujar Rifkie saat ditemui dalam acara Yamaha Dirt Bike Experience Chapter Skill Up di Bekasi, Jawa Barat, Jumat (11/9).
Kemampuan Yamaha WR155R dalam mendukung aktivitas berkendara di berbagai medan menjadi salah satu alasan motor ini tetap diminati. Motor tersebut dibekali mesin 155 cc yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan pengguna, termasuk ketika melintasi area nonaspal.
Bersaing dengan Kawasaki KLX150 dan Honda CRF150L
Di pasar motor trail, Yamaha WR155R berhadapan langsung dengan sejumlah model lain. Dua kompetitor yang disebut berada di segmen sama adalah Kawasaki KLX150 dan Honda CRF150L. Persaingan tersebut berlangsung dalam pasar yang memiliki karakter khusus karena konsumennya tidak hanya mempertimbangkan fungsi kendaraan, tetapi juga kemampuan motor saat digunakan di medan offroad.
Berbeda dari sepeda motor yang mengandalkan volume pasar besar, motor trail seperti WR155R memiliki konsumen yang lebih terarah. Pengguna umumnya membeli kendaraan berdasarkan kebutuhan, minat terhadap aktivitas offroad, maupun keinginan memiliki motor dengan karakter berbeda.
Pengguna Berasal dari Berbagai Kelompok
Rifkie menjelaskan bahwa karakter konsumen Yamaha WR155R cukup beragam. Motor ini digunakan oleh konsumen muda untuk menunjang aktivitas harian maupun gaya hidup. Di sisi lain, terdapat pula pengguna yang membeli WR155R secara khusus untuk kebutuhan hobi offroad dan aktivitas di lintasan.
Pengguna yang memilih motor ini untuk kegiatan offroad cenderung berasal dari kelompok usia yang lebih matang. Namun, secara keseluruhan, konsumen Yamaha WR155R tidak terbatas pada satu kelompok usia tertentu.
Dimanfaatkan sebagai Motor Lifestyle
Di sejumlah daerah, Yamaha WR155R juga dimanfaatkan sebagai “motor lifestyle”. Pemilik dapat melakukan modifikasi sesuai dengan karakter dan preferensi masing-masing. Hal ini memperluas fungsi motor tersebut, tidak hanya sebagai kendaraan untuk melibas medan nonaspal, tetapi juga sebagai bagian dari gaya berkendara penggunanya.
Selain untuk hobi, tampilan dan spesifikasi WR155R dinilai cukup mendukung penggunaan sehari-hari. Dengan demikian, konsumen dapat memakai motor ini untuk aktivitas harian sekaligus menggunakannya ketika ingin berkendara di jalur offroad atau medan yang membutuhkan kemampuan lebih.
Spesifikasi Yamaha WR155R
Yamaha WR155R mengandalkan mesin berkapasitas 155 cc, liquid cooled, empat langkah, yang telah menggunakan teknologi Variable Valve Actuation (VVA). Mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga 12,3 kW pada putaran 10.000 rpm dan torsi 14,3 Nm pada 6.500 rpm.
Untuk mendukung kemampuan berkendara di berbagai medan, motor ini menggunakan suspensi depan jenis telescopic dengan diameter besar, yakni mencapai 41 milimeter. Pada bagian belakang, Yamaha memasangkan suspensi monocross yang tingkat kekerasannya dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan pengguna.
Yamaha WR155R juga dibekali ban dual purpose yang dipasang pada pelek berbahan aluminium. Kombinasi tersebut mendukung penggunaan motor di lintasan dengan karakter permukaan yang beragam. Sementara itu, konstruksi rangka yang digunakan adalah semi double cradle.
Pada sistem pengereman, motor trail Yamaha ini mengandalkan piringan cakram bergelombang. Spesifikasi tersebut melengkapi karakter WR155R sebagai sepeda motor yang ditujukan bagi pengguna dengan kebutuhan berkendara di jalan raya maupun area nonaspal.
Harga Yamaha WR155R
Saat ini, Yamaha WR155R dipasarkan dengan banderol Rp41,275 juta on the road Jakarta. Dengan pasar yang spesifik, motor ini tetap memiliki peluang untuk mempertahankan penjualan yang stabil selama kebutuhan terhadap kendaraan trail, aktivitas offroad, dan motor lifestyle masih ada di kalangan konsumen.
Kesimpulan
Pasar Yamaha WR155R memang tidak sebesar sejumlah model sepeda motor lain di Indonesia. Namun, kondisi tersebut tidak serta-merta membuat penjualannya rendah. Segmen penghobi offroad, pengguna di lintasan, serta konsumen yang menginginkan motor lifestyle menjadi basis pasar yang menjaga penjualan WR155R tetap stabil.
Dukungan mesin 155 cc, kemampuan melintasi berbagai medan, fitur suspensi, serta tampilan yang masih mendukung penggunaan harian membuat Yamaha WR155R memiliki karakter tersendiri. Ke depan, keberadaan konsumen dengan kebutuhan khusus tersebut dapat menjadi faktor penting bagi keberlanjutan pasar motor trail Yamaha di Indonesia.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment