Sabah FK Lolos Liga Champions 2026/2027, Klub Termuda dalam Sejarah Kompetisi

Sabah FK menciptakan kejutan besar di sepak bola Eropa. Klub asal Baku, Azerbaijan, tersebut berhasil memastikan tempat di Liga Champions 2026/2027 untuk pertama kalinya sepanjang sejarah. Pencapaian itu terasa semakin istimewa karena Sabah FK baru berdiri pada 8 September 2017.

Sabah FK meraih tiket menuju kasta tertinggi kompetisi antarklub Eropa setelah menundukkan wakil Israel, Be’er Sheva, dengan skor 5-2 pada leg kedua playoff Liga Champions 2026/2027. Pertandingan tersebut berlangsung di Stadion Tofiq Bahramov, Baku, Selasa (25/8).

Kemenangan itu sekaligus membawa Sabah FK membalikkan ketertinggalan dari leg pertama. Pada pertandingan sebelumnya, klub asuhan Valdas Dambrauskas tersebut kalah 1-2. Hasil telak di kandang membuat Sabah FK unggul secara agregat dan berhak melangkah ke putaran final Liga Champions.

Sabah FK Membalikkan Keadaan di Playoff

Sabah FK tampil dengan misi wajib menang setelah membawa hasil kurang menguntungkan dari leg pertama. Bermain di hadapan pendukung sendiri, mereka mampu menunjukkan karakter kuat dan mencetak lima gol ke gawang Be’er Sheva.

Skor 5-2 pada leg kedua memastikan Sabah FK menang secara agregat. Kelolosan tersebut menjadi tonggak penting bagi klub yang sebelumnya belum pernah tampil di fase utama Liga Champions.

Penampilan pada musim 2026/2027 juga menempatkan Sabah FK sebagai klub termuda yang pernah berlaga di kompetisi tersebut. Mereka akan segera genap berusia sembilan tahun, sehingga pencapaian ini menjadi catatan bersejarah bagi klub yang masih relatif muda.

Perjalanan Singkat dari Kasta Kedua Azerbaijan

Sabah FK didirikan pada 8 September 2017. Pada awal perjalanannya, klub yang berbasis di Baku itu harus merintis dari kasta kedua kompetisi domestik Azerbaijan. Mereka kemudian berhasil promosi ke level yang lebih tinggi pada musim berikutnya.

Namun, Sabah FK tidak langsung menjadi kekuatan utama di kasta tertinggi. Klub tersebut membutuhkan waktu untuk membangun prestasi dan baru mampu meraih trofi mayor pada periode 2024 hingga 2026.

Mulai Mengoleksi Gelar Domestik

Sabah FK menjuarai Azerbaijan Cup pada musim 2024/2025. Setahun berselang, mereka kembali meraih gelar Azerbaijan Cup sekaligus mengawinkannya dengan trofi Liga Azerbaijan musim 2025/2026.

Keberhasilan meraih gelar ganda domestik menjadi modal penting bagi Sabah FK untuk tampil di kompetisi Eropa. Konsistensi tersebut kemudian berlanjut saat mereka menjalani kualifikasi Liga Champions 2026/2027.

Rekor Baru di Liga Champions

Sebelum tampil di kualifikasi Liga Champions, Sabah FK lebih dahulu merasakan persaingan di kualifikasi Conference League dan Europa League. Mereka mengikuti kompetisi tersebut sejak musim 2023/2024 hingga 2025/2026.

Meski pengalaman di pentas Eropa masih terbilang singkat, Sabah FK mampu melangkah lebih jauh ketika tampil di kualifikasi Liga Champions. Kelolosan ke putaran final membuat mereka memecahkan rekor milik klub Rusia, FC Krasnodar.

FC Krasnodar sebelumnya tercatat sebagai klub termuda yang tampil di Liga Champions ketika berpartisipasi pada musim 2020/2021. Saat itu, klub Rusia tersebut berusia 12 tahun. Sabah FK kini mengambil alih catatan tersebut karena mampu lolos ketika usianya baru mendekati sembilan tahun.

Perjalanan Unik Valdas Dambrauskas

Keberhasilan Sabah FK tidak dapat dilepaskan dari peran pelatih Valdas Dambrauskas. Juru taktik berusia 49 tahun itu memiliki perjalanan hidup yang tidak biasa sebelum menekuni karier kepelatihan secara serius.

Pada 2002, Dambrauskas pernah mengikuti kuis yang serupa dengan program Who Wants to Be a Millionaire? Dalam kuis tersebut, ia memperoleh hadiah sebesar 4.000 Litas atau setara sekitar Rp9 juta hingga Rp10 juta berdasarkan nilai tukar pada saat itu.

Hadiah tersebut kemudian digunakan Dambrauskas untuk membiayai pendidikan di bidang Ilmu Keolahragaan dan Kepelatihan di London, Inggris. Latar belakang akademik dan pengalamannya turut membentuk perjalanan kariernya sebagai pelatih.

Selama berada di Inggris, Dambrauskas pernah memiliki pengalaman melatih akademi Manchester United, Fulham, dan Brentford. Pengetahuan serta pengalaman tersebut kini menjadi bagian dari perjalanan Sabah FK dalam menembus persaingan sepak bola Eropa.

Kesimpulan

Sabah FK telah menorehkan salah satu pencapaian terbesar dalam sejarah klub dengan lolos ke Liga Champions 2026/2027. Keberhasilan menyingkirkan Be’er Sheva setelah membalikkan kekalahan pada leg pertama memperlihatkan mental dan perkembangan klub yang sangat pesat.

Berawal dari kasta kedua Azerbaijan pada 2017, Sabah FK kini menjadi klub termuda yang berhasil tampil di Liga Champions. Prestasi domestik, pengalaman di kompetisi Eropa, serta kepemimpinan Valdas Dambrauskas menjadi fondasi penting bagi langkah mereka berikutnya. Tantangan di putaran final tentu lebih besar, tetapi kelolosan ini sudah menjadi bukti bahwa Sabah FK mampu menulis kisah baru dalam sepak bola Eropa.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment