AFI Pastikan Kuliah Michael Sianipar di AS Tak Ganggu Roadmap Timnas Futsal

Asosiasi Futsal Indonesia (AFI) memastikan aktivitas pendidikan Ketua Umum AFI Michael Sianipar di Amerika Serikat tidak akan mengganggu keberlangsungan organisasi maupun program tim nasional. Roda kepengurusan disebut tetap berjalan karena seluruh program futsal nasional dibangun melalui kerja kolektif, bukan bergantung pada satu figur.

Michael saat ini menempuh pendidikan di Stanford University. Keputusannya untuk melanjutkan studi ke Amerika Serikat telah mendapat dukungan dari Ketua Umum PSSI Erick Thohir dan Ketua Dewan Pembina AFI Hary Tanoesoedibjo.

AFI juga menegaskan bahwa agenda pendidikan tersebut tidak mengubah peta jalan tim nasional. Sejumlah target penting, termasuk upaya lolos ke Piala Dunia Futsal 2028 dan tampil di Piala Dunia Futsal Wanita 2029, tetap menjadi bagian dari arah pengembangan futsal Indonesia.

Kerja Kolektif Menjadi Kekuatan AFI

Michael menjelaskan, dukungan dari Erick Thohir dan Hary Tanoesoedibjo menunjukkan bahwa organisasi harus berjalan berdasarkan sistem. Menurutnya, AFI merupakan organisasi yang memiliki struktur kepengurusan serta pembagian tanggung jawab, sehingga kesinambungan program tidak ditentukan oleh kehadiran satu individu saja.

Ia menyampaikan bahwa kedua tokoh tersebut memberikan dukungan terhadap keputusannya untuk bersekolah di Amerika Serikat. Pesan yang diterimanya adalah pentingnya menjaga AFI sebagai organisasi yang bekerja secara bersama-sama untuk memajukan futsal nasional.

“Keduanya mendukung. Keduanya mendukung dan pesan dari beliau-beliau adalah bahwa ini organisasi. AFI ini kan futsal ini organisasi, bukan individu,” kata Michael.

Pernyataan tersebut menegaskan keyakinan AFI terhadap soliditas struktur kepengurusan. Program yang telah disusun tetap dapat dilaksanakan melalui koordinasi antara para pengurus, pelatih, serta pihak-pihak lain yang selama ini mendukung perkembangan futsal Indonesia.

Fokus Studi pada Tata Kelola dan Teknologi Olahraga

Selama menempuh pendidikan di Stanford University, Michael berencana memperdalam pengetahuan mengenai tata kelola industri olahraga profesional. Selain itu, ia juga akan mempelajari penerapan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam bidang sport science.

Menurut Michael, penguasaan teknologi canggih memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas olahraga modern. Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan dapat membantu pengembangan performa taktis dan mendukung kemajuan Timnas Futsal Indonesia.

Pengalaman akademik yang diperolehnya di Amerika Serikat juga dinilai dapat memberikan manfaat bagi perkembangan karier pribadinya. Namun, di sisi lain, pengetahuan tersebut berpotensi mendukung upaya penguatan tata kelola dan pembinaan futsal ketika diterapkan dalam konteks olahraga nasional.

Target Timnas Tetap Berjalan

AFI memastikan pendidikan Michael tidak mengubah target yang telah masuk dalam roadmap tim nasional. Sasaran untuk menembus Piala Dunia Futsal 2028 tetap menjadi agenda penting. Begitu pula dengan target membawa Indonesia tampil di Piala Dunia Futsal Wanita 2029.

Keberlanjutan target tersebut didukung oleh kerja bersama berbagai unsur dalam organisasi. Michael menilai capaian futsal selama ini tidak lahir dari kontribusi dirinya seorang, melainkan hasil kolaborasi banyak pihak.

“Keberhasilan futsal selama ini juga bukan kerja saya saja. Saya hanya kebetulan menaungi sebagai ketua umum, tapi ada wakil ketua umum, ada Mas Atta, ada Mas Rorian, ada Sekjen,” ujar Michael.

Ia juga menyebut keberadaan pengurus lainnya, Coach Hector, dukungan dari pihak swasta, serta dukungan pemerintah sebagai bagian dari kekuatan yang menopang perkembangan futsal Indonesia.

“Ada pengurus-pengurus yang lain, ada Coach Hector, dan dukungan dari teman-teman di swasta juga, dukungan pemerintah juga,” ucapnya dalam jumpa pers resmi AFI.

Kesimpulan

AFI memastikan studi Michael Sianipar di Stanford University tidak akan menghambat jalannya organisasi maupun roadmap Timnas Futsal Indonesia. Dukungan dari Erick Thohir dan Hary Tanoesoedibjo, ditambah soliditas kepengurusan, menjadi dasar keyakinan bahwa program tetap berjalan sesuai rencana.

Ke depan, Michael diharapkan dapat memperluas pemahaman mengenai tata kelola olahraga profesional dan pemanfaatan AI dalam sport science. Sementara itu, AFI tetap berfokus pada target besar tim nasional, termasuk peluang menuju Piala Dunia Futsal 2028 dan Piala Dunia Futsal Wanita 2029.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment