Bilal Hasan Ungkap Kecintaan pada Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih Jelang Debut UFC

Petarung Amerika Serikat keturunan Indonesia, Bilal Hasan, menunjukkan bahwa hubungan dirinya dengan budaya Nusantara tetap kuat. Meski berstatus sebagai warga negara Amerika Serikat, atlet berusia 25 tahun tersebut masih menjadikan makanan Indonesia sebagai bagian penting dalam kesehariannya, terutama ketika berkunjung ke Tanah Air.

Salah satu kuliner yang paling disukai Bilal adalah nasi goreng kambing khas Kebon Sirih, Jakarta. Menurut petarung kelahiran Hawaii itu, hidangan tersebut memiliki cita rasa yang sulit digantikan. Kecintaannya terhadap kuliner Indonesia menjadi cerita menarik di tengah persiapannya menghadapi pertarungan perdana di ajang resmi UFC.

Bilal Hasan Sebut Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih yang Terbaik

Bilal Hasan merupakan anak dari pasangan orangtua asal Bogor, Jawa Barat. Latar belakang keluarganya membuat budaya Indonesia tetap melekat dalam dirinya, termasuk dalam hal pilihan makanan. Saat berada di Indonesia, ia tidak ingin melewatkan kesempatan untuk menikmati berbagai kuliner khas Nusantara.

Dalam wawancara virtual pada Rabu (26/8), Bilal membandingkan nasi goreng yang tersedia di hotel dengan makanan Indonesia yang lebih ia sukai. Ia mengatakan nasi goreng China yang disantapnya tetap terasa enak, tetapi belum mampu mengalahkan cita rasa nasi goreng Indonesia.

“Pagi ini di hotel memang tidak ada nasi goreng Indonesia, tapi nasi goreng China. Enak, enak, tapi lebih enak nasi goreng Indonesia,” kata Bilal Hasan.

Dari sejumlah hidangan yang pernah ia nikmati, nasi goreng kambing Kebon Sirih menjadi menu favoritnya. Bilal bahkan menyebut sajian tersebut sebagai nasi goreng terbaik. Namun, ia mengaku hanya menyantapnya ketika tidak sedang menjalani diet secara ketat.

“Nasi goreng kambing Kebon Sirih adalah yang terbaik. Saya makan itu kalau sedang tidak diet ketat,” ujar Bilal.

Mie dan Pho Juga Menjadi Menu Favorit

Kegemaran Bilal terhadap makanan bercita rasa Asia tidak hanya terlihat dari kecintaannya pada nasi goreng. Ia juga mengaku tidak bisa lepas dari mi dalam menu sehari-hari. Bagi Bilal, mi merupakan makanan yang harus selalu tersedia, baik dalam bentuk mi goreng maupun hidangan lain yang sejenis.

Jika mi tidak tersedia, Bilal menyebut pho sebagai pilihan pengganti. Pernyataan tersebut memperlihatkan bagaimana kultur Asia masih menjadi bagian dari kebiasaan makannya, meskipun ia tumbuh dan berkarier sebagai atlet di Amerika Serikat.

“Saya orang yang harus makan mie. Kalau tidak ada, mungkin bisa digantikan dengan Pho. Lebih bagus kalau ada mie goreng. Apa pun itu, pokoknya harus ada mi,” ucap Bilal.

Bilal Hasan Bersiap Jalani Debut Resmi di UFC

Di luar kecintaannya terhadap kuliner Indonesia dan makanan Asia, perhatian Bilal kini tertuju pada debutnya di ajang resmi UFC. Ia dijadwalkan menghadapi Nilson Rojas dalam UFC Fight Night 286 di SPD Bank Oriental Sport Center, Shanghai, China, pada Sabtu (29/8).

Pertarungan tersebut menjadi penampilan resmi pertama Bilal di UFC. Ia mendapatkan kontrak untuk berlaga setelah meraih kemenangan dalam Dana White Contender Series (DWCS) pada 11 Agustus. Kesempatan itu menjadi langkah penting dalam perjalanan karier petarung berjuluk Indoninja tersebut.

Tak Ingin Terburu-buru Mengejar Kemenangan

Menjelang pertarungan perdananya di UFC, Bilal memilih untuk tidak memberikan tekanan berlebihan kepada dirinya sendiri. Ia menyadari bahwa kemenangan merupakan target utama, tetapi tetap ingin menjalani pertandingan dengan tenang dan menikmati setiap momen di dalam arena.

Bilal mengakui bahwa kemenangan pada ronde pertama menjadi hasil ideal. Namun, ia tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan atau memaksakan strategi hanya demi menyelesaikan laga secepat mungkin. Menurutnya, sikap rileks dan ketenangan akan membantu menjalani pertarungan dengan lebih baik.

“Idealnya memang menang di ronde pertama. Tapi saya tidak ingin buru-buru. Saya ingin relaks dan tetap tenang dalam melakukan ini,” kata Bilal.

Bilal juga menuturkan bahwa dirinya pernah memiliki keinginan untuk melaju cepat ketika baru memulai karier. Kini, ia memilih pendekatan yang berbeda dengan berusaha menikmati proses. Meski demikian, ia tetap memiliki perkiraan mengenai jalannya pertandingan melawan Nilson Rojas.

Bilal memperkirakan dapat meraih kemenangan melalui knockout pada ronde kedua. Prediksi tersebut menunjukkan keyakinannya terhadap kemampuan yang dimiliki, sekaligus menggambarkan target yang ingin dicapai dalam debut resminya bersama UFC.

Kesimpulan

Bilal Hasan tidak hanya membawa nama Amerika Serikat dalam kariernya sebagai petarung, tetapi juga tetap mempertahankan akar budaya Indonesia dari keluarganya. Nasi goreng kambing Kebon Sirih dan berbagai hidangan berbahan mi menjadi bukti bahwa kuliner Nusantara serta kultur Asia masih memiliki tempat khusus dalam kehidupannya.

Sementara itu, debut Bilal di UFC akan menjadi tantangan penting dalam perkembangan kariernya. Dengan keinginan untuk tetap tenang, menikmati pertandingan, dan mengincar kemenangan knockout pada ronde kedua, Bilal siap menghadapi Nilson Rojas di Shanghai. Penampilannya nanti akan menjadi kesempatan bagi sang petarung berjuluk Indoninja untuk menunjukkan potensinya di panggung resmi UFC.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment