Malaysia Andalkan Memori Manis di My Dinh untuk Balikkan Kekalahan dari Vietnam

Malaysia menghadapi tantangan berat saat bertandang ke markas Vietnam pada leg kedua semifinal Piala AFF 2026. Harimau Malaya akan menjalani pertandingan di Stadion My Dinh, Hanoi, Rabu (19/8), dengan membawa beban kekalahan pada pertemuan pertama.

Dalam laga leg pertama yang berlangsung di Stadion Kuala Lumpur pada 16 Agustus lalu, Malaysia harus mengakui keunggulan Vietnam dengan skor 0-2. Hasil tersebut membuat Malaysia membutuhkan kemenangan dengan margin sedikitnya dua gol untuk menyingkirkan Vietnam dan menjaga peluang melaju ke partai final.

Meski tugas yang dihadapi tidak mudah, Malaysia memiliki kenangan positif ketika bermain di Stadion My Dinh. Salah satu cerita manis itu terjadi pada semifinal Piala AFF 2014. Kala itu, Malaysia mampu meraih kemenangan besar di kandang Vietnam dan memastikan tiket ke final melalui keunggulan agregat.

Tugas Berat Malaysia di Leg Kedua

Kekalahan 0-2 pada leg pertama membuat posisi Malaysia berada dalam tekanan. Harimau Malaya tidak hanya dituntut untuk menang, tetapi juga harus mencetak setidaknya dua gol tanpa membiarkan Vietnam memperlebar keunggulan agregat.

Vietnam tentu memiliki keuntungan setelah meraih kemenangan pada pertandingan pertama. Namun, Malaysia dapat menjadikan pengalaman masa lalu sebagai dorongan moral sebelum kembali tampil di Stadion My Dinh. Misi untuk membalikkan keadaan mengingatkan pada keberhasilan mereka di tempat yang sama pada 2014.

Kisah Comeback Malaysia pada Piala AFF 2014

Pada semifinal Piala AFF 2014, Malaysia lebih dulu mengalami kekalahan saat menjamu Vietnam di Stadion Shah Alam. Pertandingan yang digelar pada 7 Desember 2014 itu berakhir dengan skor 1-2 untuk kemenangan Vietnam.

Tiga hari kemudian, kedua tim kembali bertemu di leg kedua. Kali ini, Malaysia bertindak sebagai tim tamu di Stadion My Dinh. Alih-alih tampil dalam tekanan, Harimau Malaya justru memulai pertandingan dengan sangat agresif.

Unggul Cepat Lewat Penalti dan Gol Norshahrul

Malaysia membuka keunggulan pada menit keempat melalui tendangan penalti yang dieksekusi Safiq Rahim. Gol cepat tersebut memberikan awal yang baik bagi Harimau Malaya dalam upaya mengejar ketertinggalan agregat.

Hanya 12 menit berselang, Malaysia kembali mencetak gol. Striker Norshahrul Idlan Talaha berhasil memperbesar keunggulan menjadi 2-0. Dengan dua gol tersebut, Malaysia berada dalam posisi yang lebih menguntungkan untuk membalikkan hasil pertandingan pertama.

Vietnam sempat memberikan respons melalui striker andalannya, Le Cong Vinh. Ia mencetak gol yang membuat skor berubah menjadi 1-2. Namun, Malaysia kembali menjauh setelah gol bunuh diri Dinh Tienh Thanh membuat kedudukan berubah menjadi 3-1.

Malaysia Mengunci Kemenangan Besar

Tekanan Malaysia terhadap pertahanan Vietnam terus berlanjut. Dua menit sebelum waktu normal babak pertama berakhir, Shukor Adan mencetak gol yang membawa Malaysia unggul 4-1.

Vietnam hanya mampu memperkecil ketertinggalan pada menit ke-79. Le Cong Vinh mencetak gol keduanya dalam pertandingan tersebut. Meski demikian, gol itu tidak cukup untuk menggagalkan perjuangan Malaysia.

Malaysia akhirnya mengamankan kemenangan besar di kandang Vietnam. Hasil tersebut membawa Harimau Malaya lolos ke final Piala AFF 2014 dengan keunggulan agregat 5-4.

Memori My Dinh Jadi Modal Psikologis

Catatan kemenangan pada 2014 menjadi memori penting bagi Malaysia menjelang pertandingan leg kedua semifinal Piala AFF 2026. Dalam situasi yang sama-sama membutuhkan kemenangan besar di My Dinh, pengalaman tersebut dapat menjadi pengingat bahwa Vietnam pernah dikalahkan di hadapan pendukungnya sendiri.

Namun, Malaysia tetap harus mampu mengulang performa efektif seperti yang mereka tunjukkan pada 2014. Setelah tertinggal dua gol dari leg pertama, Harimau Malaya wajib memaksimalkan setiap peluang dan menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan.

Kesimpulan

Malaysia akan menghadapi Vietnam dengan tugas mengejar defisit dua gol pada leg kedua semifinal Piala AFF 2026. Kekalahan 0-2 di Kuala Lumpur membuat perjuangan Harimau Malaya semakin berat, tetapi sejarah kemenangan 4-2 di Stadion My Dinh pada semifinal Piala AFF 2014 memberikan alasan untuk tetap optimistis.

Keberhasilan Malaysia pada masa lalu membuktikan bahwa kemenangan besar di markas Vietnam bukan hal yang mustahil. Kini, Harimau Malaya kembali memiliki kesempatan untuk menciptakan cerita serupa. Hasil pertandingan di Hanoi akan menentukan apakah Malaysia mampu membalikkan keadaan dan melangkah ke partai final.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment