Gelombang Laut hingga 2,5 Meter Hambat Evakuasi Penumpang Kapal Virgo Transport 8
Banjarmasin – Proses pencarian dan penyelamatan penumpang kapal Virgo Transport 8 yang sempat hilang kontak di Laut Jawa menghadapi tantangan berupa kondisi gelombang tinggi. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Banjarmasin, I Putu Sudayana, mengatakan tinggi gelombang di sekitar lokasi kejadian mencapai 2 hingga 2,5 meter.
Situasi tersebut dinilai berisiko bagi kapal-kapal berukuran tertentu, termasuk armada milik Basarnas. Meski demikian, tim SAR tetap melaksanakan operasi pencarian dan penyelamatan dengan mengerahkan kemampuan yang ada serta berkoordinasi dengan berbagai pihak.
Gelombang Tinggi Jadi Tantangan Operasi SAR
I Putu Sudayana menjelaskan, kondisi laut di lokasi kejadian menjadi salah satu kendala utama dalam proses evakuasi. Berdasarkan pembaruan situasi di lapangan, tinggi gelombang berada pada kisaran 2 sampai 2,5 meter.
Menurut dia, gelombang dengan ketinggian tersebut sangat berisiko bagi kapal-kapal berukuran tertentu. Bahkan, kapal Basarnas yang memiliki panjang sekitar 40 meter juga menghadapi risiko saat beroperasi di tengah kondisi laut tersebut.
“Kami update juga terkait kondisi di lapangan bahwa tinggi gelombang di lokasi kejadian antara 2 sampai 2,5 meter,” kata I Putu Sudayana.
Ia menambahkan, kondisi gelombang membuat proses pencarian dan penyelamatan harus dilakukan secara cermat. Kapal-kapal dengan ukuran lebih besar akan diprioritaskan untuk mendukung operasi di lokasi, karena dinilai lebih sesuai menghadapi keadaan laut yang menantang.
Kapal Berukuran Besar Diprioritaskan
Dalam pelaksanaan operasi, Kantor SAR Banjarmasin mempertimbangkan kemampuan kapal yang dikerahkan. Kapal yang berukuran lebih besar diprioritaskan untuk membantu pencarian dan penyelamatan penumpang Virgo Transport 8.
I Putu Sudayana memastikan pihaknya akan terus mengupayakan langkah terbaik dalam operasi tersebut. Koordinasi dengan berbagai pihak juga dilakukan untuk mendukung proses pencarian, pertolongan, dan evakuasi penumpang kapal.
“Kami upayakan semaksimal mungkin, apapun akan kami laksanakan untuk pelaksanaan operasi SAR ini,” ujarnya.
Kapal Virgo 8 Hilang Kontak Setelah Cuaca Buruk
Kapal Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak sekitar pukul 02.00 setelah mengalami cuaca buruk dalam perjalanan. Kapal tersebut mengangkut 243 penumpang dan berangkat dari Surabaya pada Sabtu (12/9) pukul 10.13 WIB.
Laporan mengenai kondisi kapal kemudian disampaikan oleh General Manager PT Virgo, Yoel Rihi, kepada Kantor SAR Banjarmasin sekitar pukul 04.10 WITA. Informasi awal yang diterima menyebutkan bahwa posisi terakhir kapal berada di perairan Laut Jawa.
Lokasi terakhir kapal diperkirakan berjarak sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin. Jarak tersebut menjadi salah satu aspek yang harus diperhitungkan oleh tim dalam menentukan pengerahan armada dan pelaksanaan operasi di lapangan.
Tim SAR Berangkat dan Evakuasi 103 Penumpang
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor SAR Banjarmasin memberangkatkan tim penyelamat pada pukul 04.30 WITA. Selain mengerahkan personel, badan tersebut juga berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mendukung proses pencarian dan penyelamatan.
Hingga pukul 12.00 WITA, sebanyak 103 penumpang telah dievakuasi dari total 243 orang yang berada di kapal Virgo Transport 8. Proses evakuasi berlangsung di tengah kondisi gelombang laut yang mencapai 2,5 meter.
Jumlah penumpang yang telah dievakuasi tersebut menjadi bagian dari perkembangan operasi SAR yang dilakukan setelah kapal sempat hilang kontak. Tim masih berupaya menjalankan proses penyelamatan dengan mempertimbangkan keselamatan personel dan kondisi perairan.
Kesimpulan
Operasi pencarian dan penyelamatan penumpang kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa menghadapi tantangan serius akibat tinggi gelombang yang mencapai 2 hingga 2,5 meter. Kondisi tersebut dinilai berisiko, termasuk bagi kapal Basarnas yang berukuran sekitar 40 meter, sehingga kapal-kapal berukuran lebih besar diprioritaskan dalam operasi.
Kapal Virgo 8 sebelumnya hilang kontak sekitar pukul 02.00 setelah mengalami cuaca buruk dalam perjalanan dari Surabaya. Setelah laporan diterima, Kantor SAR Banjarmasin segera memberangkatkan tim dan berkoordinasi dengan berbagai pihak. Hingga pukul 12.00 WITA, sebanyak 103 dari total 243 penumpang telah dievakuasi. Ke depan, operasi SAR akan terus diupayakan semaksimal mungkin dengan memperhatikan kondisi gelombang dan keamanan tim di lapangan.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment