Keluarga Penumpang KM Virgo Transport 8 Datangi Pelabuhan Tanjung Perak, Cari Kabar Kerabat
Sejumlah keluarga penumpang Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 mendatangi Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, pada Minggu (13/9). Mereka datang untuk mencari informasi mengenai kerabat yang diduga berada di dalam kapal ketika insiden hilang kontak terjadi.
Kedatangan keluarga penumpang berlangsung dalam suasana penuh kecemasan. Mereka berusaha memastikan keberadaan anggota keluarga melalui daftar manifes penumpang, data anak buah kapal (ABK), serta informasi yang tersedia di posko terpadu. Salah satu keluarga yang datang adalah Fredy Manohoa, warga asal Ambon yang mencari kabar adiknya, Steviansyah Manohoa.
Fredy Kehilangan Kontak dengan Adiknya
Steviansyah diketahui bekerja sebagai kru musik dan bertugas memainkan keyboard di KM Virgo Transport 8. Fredy mengatakan, komunikasi terakhir dengan adiknya berlangsung pada Jumat (11/9) sekitar pukul 18.06 WIB. Saat itu, Steviansyah sempat menghubunginya melalui panggilan video.
Namun, Fredy yang sedang bekerja tidak dapat menerima panggilan tersebut secara langsung. Komunikasi kemudian berlanjut melalui pesan singkat. Menurut Fredy, percakapan tersebut menjadi komunikasi terakhir sebelum ia tidak lagi mendapatkan kabar dari sang adik.
“Hari Jumat saya komunikasi dengan adik saya terakhir itu hari Jumat, video call,” kata Fredy.
Dalam pesan terakhirnya, Steviansyah menyampaikan bahwa telepon selulernya sedang mengalami kerusakan. Karena perangkat tersebut tengah diperbaiki, ia untuk sementara menggunakan ponsel dan nomor baru.
“Kak, ini nomor baru saya, HP saya ada di-service karena rusak. Jadi saya pakai HP baru, kartu baru,” ujar Fredy mengutip pesan dari adiknya.
Nomor Ponsel Adik Sudah Tidak Aktif
Setelah menerima pesan tersebut, Fredy tidak lagi dapat menghubungi Steviansyah. Ia kembali mencoba menelepon nomor baru sang adik pada Minggu pagi sekitar pukul 09.03 WIB. Namun, panggilan itu tidak tersambung karena nomor yang digunakan sudah tidak aktif.
“Tadi jam 09.03 WIB, nih. Ini terakhir saya coba hubungi memang tidak aktif,” tuturnya.
Di tengah penantian tersebut, Fredy mengaku memperoleh informasi dari seorang kenalannya di Banjarmasin mengenai kondisi sejumlah kru KM Virgo Transport 8. Berdasarkan informasi yang diterimanya, beberapa kru bagian layanan kapal, seperti petugas kebersihan dan pekerja kantin, dikabarkan selamat.
Meski demikian, belum ada informasi mengenai kru musik, termasuk Steviansyah. Fredy menjelaskan bahwa terdapat empat kru musik yang bertugas di kapal tersebut. Tiga di antaranya berperan sebagai penyanyi, sedangkan adiknya bertugas sebagai pemain keyboard. Hingga saat itu, nasib para kru musik tersebut belum diketahui.
Fredy juga menyebut kapten kapal dan sejumlah mualim dilaporkan selamat. Kendati demikian, ia masih menunggu kepastian mengenai kondisi adiknya dan berharap informasi resmi segera disampaikan.
“Ya saya berharap ada informasi yang valid lah. Apa pun keadaannya adik saya, saya tetap tunggu,” kata Fredy.
Posko Terpadu Dibuka di Pelabuhan Tanjung Perak
Untuk membantu keluarga penumpang, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Polda Jawa Timur mendirikan posko terpadu di dalam Terminal Gapura Surya Nusantara (GSN), Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Posko tersebut dibuka pada Minggu (13/9), bersamaan dengan Posko Ante Mortem yang disiapkan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bidokkes) Polda Jawa Timur.
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Irwan Kurniawan mengatakan posko terpadu dibentuk untuk melayani keluarga yang mencari informasi terkait keberadaan penumpang maupun kru kapal.
Petugas menampilkan sejumlah data untuk membantu proses pencarian, mulai dari daftar manifes penumpang, data ABK, hingga manifes kendaraan yang diangkut KM Virgo Transport 8.
“Posko ini kami dirikan sebagai bagian dari operasi kemanusiaan sekaligus wujud kesiapsiagaan dalam menangani kecelakaan KM Virgo Transport 8,” ujar Irwan.
Data Keluarga yang Belum Menemukan Nama Kerabat
Selain menjadi pusat informasi, posko terpadu juga berfungsi sebagai sarana pengaduan bagi masyarakat yang anggota keluarganya diduga menjadi penumpang kapal. Sejumlah keluarga mulai berdatangan sejak posko dibuka untuk memeriksa nama kerabat mereka dalam daftar resmi.
Keluarga yang tidak menemukan nama kerabatnya dalam manifes diarahkan menuju Posko Ante Mortem Bidokkes Polda Jatim. Di lokasi tersebut, petugas melakukan pendataan lebih lanjut dan meminta nomor kontak keluarga yang dapat dihubungi.
Irwan mengatakan, pendataan dilakukan secara menyeluruh. Apabila terdapat perkembangan atau korban ditemukan, petugas akan segera menyampaikan informasi kepada pihak keluarga melalui kontak yang telah diberikan.
Kesimpulan
Keluarga penumpang dan kru KM Virgo Transport 8 masih menunggu kepastian mengenai kondisi kerabat mereka setelah kapal dilaporkan hilang kontak. Fredy Manohoa menjadi salah satu anggota keluarga yang terus mencari kabar adiknya, Steviansyah, yang bertugas sebagai kru musik.
Di sisi lain, posko terpadu dan Posko Ante Mortem di Pelabuhan Tanjung Perak disiapkan untuk memudahkan pencarian informasi, pendataan, serta komunikasi dengan keluarga. Keberadaan posko tersebut diharapkan dapat membantu keluarga memperoleh informasi yang valid seiring berlangsungnya penanganan insiden KM Virgo Transport 8.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment