Lima Tahun Holding UMi: Layani 33,8 Juta Debitur dan Dorong 2,3 Juta Nasabah Naik Kelas
Holding Ultra Mikro (UMi) yang mengintegrasikan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, PT Pegadaian, dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) genap berusia lima tahun sejak dibentuk pada 13 September 2021. Dalam perjalanannya, sinergi ketiga entitas tersebut berkembang menjadi salah satu ekosistem pemberdayaan ekonomi rakyat terbesar di Indonesia.
Holding UMi tidak hanya berfokus pada perluasan akses pembiayaan bagi masyarakat. Ekosistem ini juga mencakup layanan simpanan, transaksi, pemberdayaan dan pendampingan usaha, serta pembentukan aset melalui pengembangan ekosistem emas. Integrasi tersebut dirancang untuk menjangkau pelaku usaha ultra mikro yang sebelumnya belum memperoleh layanan keuangan formal secara optimal.
Holding UMi Layani 33,8 Juta Debitur Aktif
Melalui penggabungan kekuatan BRI, Pegadaian, dan PNM, jangkauan layanan keuangan terus diperluas. Masyarakat tidak hanya memperoleh akses terhadap modal, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan kapasitas usaha serta memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.
Hingga akhir triwulan II 2026, Holding UMi telah melayani 33,8 juta debitur aktif. Selain itu, ekosistem tersebut mengelola lebih dari 166 juta rekening simpanan mikro. Capaian ini menunjukkan besarnya skala layanan yang telah dibangun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada segmen ultra mikro.
Sinergi antarketiga entitas juga mendorong sekitar 2,3 juta debitur untuk naik kelas. Perkembangan tersebut mencerminkan perjalanan nasabah dari segmen usaha yang lebih kecil menuju akses pembiayaan dan layanan keuangan dengan kapasitas yang lebih luas.
Integrasi Kekuatan BRI, Pegadaian, dan PNM
Group CEO BRI Hery Gunardi mengatakan, perjalanan lima tahun Holding UMi membuktikan bahwa integrasi tiga entitas dengan keunggulan berbeda dapat menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas.
“Selama lima tahun, kekuatan Holding UMi ditopang oleh integrasi keunggulan masing-masing entitas. BRI memiliki jaringan dan kapabilitas pembiayaan UMKM serta infrastruktur yang luas, Pegadaian memiliki kompetensi pada pembiayaan berbasis gadai dan ekosistem emas, sementara PNM memiliki kekuatan pada pemberdayaan serta pendampingan kelompok usaha ultra mikro,” ujar Hery.
Integrasi tersebut memungkinkan masyarakat memperoleh layanan sesuai kebutuhan dan tahapan perkembangan ekonominya. Pelaku usaha yang baru memulai dapat memperoleh pendampingan serta pembiayaan ultra mikro. Ketika usahanya berkembang, mereka dapat mengakses pembiayaan dengan kapasitas lebih besar, sekaligus memanfaatkan layanan transaksi, simpanan, investasi, dan berbagai layanan keuangan lainnya.
Didukung Jaringan Kantor dan Tenaga Pemasar
Salah satu infrastruktur utama yang memperkuat integrasi Holding UMi adalah jaringan kantor yang tersebar luas. Hingga triwulan II 2026, terdapat lebih dari 15.100 kantor BRI, Pegadaian, dan PNM. Jaringan tersebut memungkinkan masyarakat mengakses berbagai kebutuhan keuangan dalam satu ekosistem.
Holding UMi juga memiliki lebih dari 74 ribu tenaga pemasar yang menjadi ujung tombak dalam menjangkau dan mendampingi masyarakat hingga tingkat komunitas. Mantri BRI, tenaga pemasar Pegadaian, dan account officer PNM tidak hanya bertugas memperluas akses pembiayaan.
Mereka juga membangun kedekatan dengan nasabah, memahami kebutuhan serta karakteristik usaha, memberikan edukasi keuangan, dan mendampingi pelaku usaha dalam meningkatkan kapasitas bisnisnya. Peran pendampingan ini menjadi bagian penting dalam mendorong nasabah agar dapat berkembang secara berkelanjutan.
Naik Kelas Menjadi Indikator Mobilitas Ekonomi
Setelah lima tahun berjalan, keberhasilan Holding UMi tidak semata-mata diukur dari besarnya pembiayaan yang disalurkan. Kemampuan ekosistem dalam menciptakan mobilitas ekonomi bagi nasabah juga menjadi ukuran penting.
Hingga akhir triwulan II 2026, sekitar 2,3 juta debitur tercatat telah naik kelas. Capaian ini menunjukkan bahwa pembiayaan yang disertai pemberdayaan dan pendampingan dapat membuka peluang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan skala serta kapasitas bisnisnya.
Menurut Hery, keberhasilan Holding UMi pada akhirnya harus dilihat dari perubahan kondisi ekonomi nasabah. Pembiayaan menjadi awal dari proses yang lebih panjang, yakni pertumbuhan usaha, peningkatan pendapatan, kemampuan menabung yang lebih baik, dan akses terhadap layanan keuangan yang semakin luas.
“Bagi kami, keberhasilan terbesar bukan hanya ketika seseorang memperoleh pembiayaan. Keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika usahanya tumbuh, pendapatannya meningkat, kemampuan menabungnya semakin baik, dan kemudian dia mampu mengakses layanan keuangan yang lebih luas sehingga meningkatkan kesejahteraan. Karena itu, naik kelas menjadi salah satu agenda penting yang akan terus kami dorong,” jelas Hery.
Ekosistem Emas Perkuat Inklusi Keuangan
Memasuki tahun kelima, Holding UMi juga bergerak menuju tahap berikutnya dengan memperluas inklusi dan literasi keuangan. Salah satu perkembangan yang menonjol terlihat dari penguatan ekosistem emas melalui Pegadaian.
Hingga Agustus 2026, ekosistem emas dalam Holding UMi telah mencapai sekitar 153 ton. Layanan yang tersedia mencakup gadai dan pembiayaan berbasis emas, Tabungan Emas, transaksi emas secara digital, hingga bullion services.
Integrasi tersebut memperluas akses masyarakat terhadap emas sebagai instrumen penyimpan nilai dan sarana pembentukan aset jangka panjang. Dengan demikian, masyarakat yang sebelumnya hanya membutuhkan modal usaha secara bertahap didorong untuk membangun kebiasaan menabung, memperkuat ketahanan keuangan, dan memiliki aset.
Kesimpulan
Lima tahun pertama Holding UMi menjadi fondasi bagi pengembangan ekosistem keuangan yang menghubungkan pembiayaan, simpanan, transaksi, pendampingan usaha, hingga pembentukan aset. Dengan melayani 33,8 juta debitur aktif, mengelola lebih dari 166 juta rekening simpanan mikro, serta mendorong sekitar 2,3 juta debitur naik kelas, sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM menunjukkan peran pentingnya dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.
Ke depan, fokus Holding UMi adalah memastikan semakin banyak masyarakat memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar dari integrasi tersebut. Tujuannya bukan sekadar membangun ekosistem keuangan berskala besar, melainkan membuka jalan bagi masyarakat untuk bergerak dari akses keuangan menuju pemberdayaan, kemudian menuju kesejahteraan dan pertumbuhan yang semakin inklusif.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment