Mirwan Suwarso Berikan Kursi Liga Champions Como kepada Suporter Tertua
Presiden Como 1907, Mirwan Suwarso, menunjukkan sikap simpatik menjelang pertandingan melawan Leipzig dalam ajang UEFA Champions League (UCL). Bersama sejumlah direktur klub, Mirwan memutuskan untuk menyerahkan kursi mereka di Stadion Sinigaglia kepada para suporter yang telah lama mendukung perjalanan Como.
Laga Como melawan Leipzig dijadwalkan berlangsung pada Kamis (10/9) atau Jumat (11/9) dini hari WIB. Pertandingan tersebut menjadi momen penting bagi Como, terlebih karena berkaitan dengan penampilan bersejarah klub di kompetisi Eropa. Namun, di tengah perhatian besar terhadap laga tersebut, Mirwan justru memilih menunjukkan penghargaan kepada kelompok pendukung yang telah setia mengikuti klub dari masa ke masa.
Mirwan dan Direktur Como Rela Kehilangan Kursi
Melalui unggahan di Instagram yang dikutip La Gazzetta dello Sport, Mirwan menyampaikan keputusan untuk memberikan tempat duduknya kepada penggemar tertentu. Ia mengatakan bahwa sejumlah direktur klub juga mengambil langkah serupa.
“Beberapa direktur klub dan saya telah memutuskan untuk memberikan tempat duduk kami dalam pertandingan ini,” tulis Mirwan Suwarso.
Kursi-kursi tersebut tidak diberikan secara acak. Como ingin mengalokasikannya kepada para pendukung yang telah menunggu paling lama untuk menyaksikan pertandingan klub. Prioritas diberikan kepada penggemar yang lahir pada 1950 atau sebelumnya.
Dengan demikian, kursi milik presiden klub dan para direktur akan ditempati oleh suporter berusia lebih dari 75 tahun. Meskipun jumlah kursi yang tersedia tidak banyak, Como meyakini masih terdapat penggemar senior yang memenuhi kriteria tersebut.
Penghormatan untuk Suporter Setia Como
Keputusan Mirwan bukan sekadar tindakan simbolis menjelang pertandingan besar. Langkah tersebut menjadi bentuk penghargaan kepada suporter yang telah mendampingi Como sejak klub masih berkompetisi di divisi terbawah. Para pendukung itu dinilai memiliki peran penting dalam menjaga hubungan antara klub dan masyarakat lokal.
Como kemudian meminta para suporternya memberikan data mengenai pendukung yang telah lama mengikuti perjalanan tim. Data tersebut dibutuhkan agar kursi yang dikosongkan oleh Mirwan dan jajaran direktur dapat diberikan kepada penggemar senior yang dianggap paling layak menerimanya.
Melalui kebijakan tersebut, Como berupaya menempatkan loyalitas suporter sebagai bagian penting dari identitas klub. Para penggemar yang telah bertahan melewati berbagai era perjalanan tim akhirnya memperoleh kesempatan untuk menyaksikan laga besar dari tempat yang sebelumnya ditempati oleh petinggi klub.
Como Dinilai Tetap Dekat dengan Akar Lokal
Aksi Mirwan Suwarso mendapat pujian dari berbagai penjuru dunia. Como, yang dimiliki pengusaha asal Indonesia, dinilai mampu menunjukkan sikap yang membumi dan dekat dengan masyarakat di sekitar Danau Como.
Di tengah upaya klub untuk menarik penggemar dari berbagai negara serta memperluas jangkauan internasional, hubungan dengan kota dan penduduk setempat tetap menjadi bagian utama dari proyek Como. Perhatian kepada suporter senior memperlihatkan bahwa ambisi global tidak membuat klub melupakan akar lokalnya.
La Gazzetta dello Sport turut memberikan apresiasi terhadap keputusan tersebut. Media Italia itu menilai langkah Mirwan menjadi bukti terbaru bahwa Como tetap menghargai komunitas yang telah mendukung klub selama bertahun-tahun.
“Como sangat menghargai akar lokalnya, meski berupaya menarik penggemar global dan memperluas jangkauan internasional, ikatan dengan kota dan penduduknya tetap menjadi inti proyek,” tulis La Gazzetta dello Sport.
Media tersebut juga menyoroti keputusan Mirwan memberikan kursinya kepada penggemar tertua dalam laga debut bersejarah Como di Liga Champions melawan Leipzig.
Simbol Hubungan Klub dan Suporter
Pemberian kursi kepada suporter senior memperlihatkan bahwa hubungan antara klub dan pendukung tidak hanya dibangun melalui pertandingan. Penghargaan tersebut juga mencerminkan upaya Como untuk mengingat jasa para penggemar yang telah menyaksikan perjalanan klub dari berbagai situasi.
Ke depan, sikap seperti ini dapat menjadi bagian dari identitas Como ketika klub terus berkembang dan berusaha memperluas pengaruhnya di tingkat internasional. Bagi para suporter, terutama mereka yang telah mendukung klub sejak lama, perhatian tersebut menjadi pengingat bahwa kontribusi mereka tetap dihargai.
Kesimpulan
Mirwan Suwarso bersama sejumlah direktur Como 1907 rela menyerahkan kursi mereka untuk diberikan kepada suporter yang lahir pada 1950 atau sebelumnya. Langkah ini menjadi bentuk penghormatan kepada penggemar senior yang telah mengikuti perjalanan Como sejak klub berada di divisi terbawah.
Aksi tersebut juga memperkuat citra Como sebagai klub yang tetap dekat dengan akar lokal, meskipun tengah berupaya membangun jangkauan global. Menjelang pertandingan melawan Leipzig, keputusan Mirwan memberikan pesan bahwa sejarah, loyalitas, dan hubungan dengan masyarakat tetap menjadi bagian penting dari masa depan Como.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment