Thailand U-16 Juara Srikandi Merdeka Cup 2026 usai Taklukkan Garuda Pertiwi 1-0
Thailand U-16 berhasil meraih gelar juara Srikandi Merdeka Cup 2026 setelah mengalahkan Garuda Pertiwi dengan skor tipis 1-0 pada pertandingan final. Laga tersebut berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, Minggu (23/8), dalam pertandingan yang berjalan sengit sejak menit awal.
Satu-satunya gol kemenangan Thailand dicetak oleh kapten mereka, Kawinthida Kikuntod, melalui tendangan bebas pada babak pertama. Garuda Pertiwi berusaha memberikan perlawanan hingga pertandingan berakhir, tetapi tidak mampu menyamakan kedudukan. Hasil ini membuat Thailand U-16 keluar sebagai juara, sedangkan Garuda Pertiwi harus puas menempati posisi runner-up.
Thailand Unggul lewat Tendangan Bebas Kawinthida
Pertandingan final langsung berlangsung terbuka. Thailand dan Garuda Pertiwi sama-sama berusaha membangun serangan sejak awal laga. Thailand lebih dahulu menciptakan peluang melalui Kawinthida Kikuntod pada menit kelima. Namun, tembakan kaki kiri sang kapten dari luar kotak penalti belum mengarah ke gawang Garuda Pertiwi.
Garuda Pertiwi mencoba merespons melalui serangan dari kedua sisi sayap. Akan tetapi, barisan pertahanan Thailand tampil cukup rapi sehingga pergerakan pemain-pemain Garuda Pertiwi dapat diredam.
Thailand kembali memperoleh peluang pada menit ke-12 melalui Phonnapat Phapyai. Sepakan dari jarak dekat tersebut berhasil digagalkan kiper Alleana Ayu Arumy menggunakan kakinya. Dua menit kemudian, Alleana kembali menunjukkan refleks apik dengan menangkap tendangan Phonnapat untuk kali kedua secara beruntun.
Tekanan Thailand akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-23. Kawinthida melepaskan tendangan bebas dari jarak jauh. Bola melayang dan menggantung di dekat mistar sebelum gagal diantisipasi oleh Alleana. Thailand pun membuka keunggulan 1-0.
Garuda Pertiwi sempat berada dalam situasi sulit pada menit ke-32. Jazlyn Kayla dan Alleana nyaris melakukan kesalahan akibat miskomunikasi saat mengoper bola. Phonnapat yang melakukan pressing ketat hampir memanfaatkan kondisi tersebut, tetapi Alleana masih mampu membuang bola jauh dari area pertahanan.
Sepanjang babak pertama, Garuda Pertiwi tidak mendapatkan kesempatan untuk melepaskan tembakan tepat sasaran. Kiper Thailand, Deenara Kordem, juga tidak banyak bekerja. Performa Keysa Arabela dan Fadilla terkunci oleh rapatnya pertahanan Thailand. Babak pertama pun berakhir dengan keunggulan 1-0 untuk Thailand.
Garuda Pertiwi Berusaha Bangkit pada Babak Kedua
Memasuki babak kedua, Garuda Pertiwi terus mencari cara untuk menembus pertahanan Thailand. Thailand masih mampu menguasai jalannya pertandingan, tetapi kesulitan memperlebar keunggulan.
Karena tidak mudah menembus lini belakang Garuda Pertiwi, Thailand mencoba alternatif serangan melalui tembakan dari luar kotak penalti. Pada menit ke-54, Thitirat Samrong melepaskan tendangan kaki kanan, tetapi bola tepat berada dalam pelukan Alleana.
Di sisi lain, Garuda Pertiwi tampil lebih berani ketika berada di bawah tekanan. Para pemain tidak terburu-buru membuang bola ke depan, melainkan berusaha membangun serangan dari lini belakang. Febri Arum dan Ayla Dva juga saling membantu di sisi kanan pertahanan untuk menjaga keseimbangan permainan.
Suasana Laga Memanas
Tensi pertandingan meningkat pada pertengahan babak kedua. Keputusan wasit Axel Febrian Sinaga yang dinilai terlalu longgar dalam memberikan pelanggaran atau kartu kuning kepada pemain Thailand memicu kekecewaan dari kubu Garuda Pertiwi.
Sejak babak pertama, sejumlah pemain Garuda Pertiwi beberapa kali menerima tekel keras dari pemain Thailand. Namun, situasi tersebut jarang berujung pada peluit pelanggaran maupun kartu kuning. Puncaknya terjadi pada menit ke-64 ketika Fadilla dan Raisya Novita terjatuh setelah terlibat duel keras. Wasit tetap melanjutkan permainan.
Pelatih Garuda Pertiwi, Timo Scheunemann, menunjukkan kemarahan dengan membanting botol hingga masuk ke lapangan. Penonton juga ikut bereaksi dengan menyanyikan yel-yel yang mengejek wasit.
Peluang Terakhir Garuda Pertiwi
Garuda Pertiwi sempat memberikan ancaman serius pada menit ke-75 melalui tendangan bebas Nafeeza Ayasha Nori. Sepakan kaki kiri Nafeeza melenceng tipis di sisi kiri gawang Thailand.
Thailand kemudian sempat mencetak gol pada menit-menit akhir pertandingan. Namun, gol tersebut dianulir. Setelah itu, tidak ada gol tambahan hingga pertandingan selesai.
Thailand U-16 Raih Gelar Juara
Thailand U-16 akhirnya mempertahankan keunggulan 1-0 atas Garuda Pertiwi. Hasil tersebut memastikan Thailand menjadi juara Srikandi Merdeka Cup 2026, sementara Garuda Pertiwi mengakhiri turnamen sebagai runner-up.
Final ini memperlihatkan persaingan ketat antara kedua tim. Thailand mampu memaksimalkan peluang melalui bola mati, sedangkan Garuda Pertiwi menunjukkan keberanian dalam membangun serangan dan bertahan menghadapi tekanan. Hasil pertandingan ini menjadi penutup turnamen dengan Thailand sebagai kampiun dan Garuda Pertiwi sebagai penantang yang memberikan perlawanan hingga akhir.
Susunan Pemain
Thailand: Deenara Kordem; Chanthima Yaoue, Haruethai Wongpreedasiri, Sataporn Yotsakornthong, Siriprapa Lamnamkham, Kanokporn Wanthong, Kawinthida Kikuntod, Nanthiya Meepho, Miricah Shealagh Murdoch, Phonnapat Phapyai, Thitirat Samrong.
Garuda Pertiwi: Alleana Ayu Arumi; Febri Arum, Raisya Novita Amalia, Jazlyn Kayla Firyal, Shifana Rizka Nadhifa, Ayla Dva Khala, Nafeeza Ayasha Nori, Rengganis Wijanarko, Anya Gabreilla Chandra, Keysa Arabela Manisya Nian, Fadilla.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment