Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Menempel di Mobil, Ini Cara Aman Membersihkannya
Erupsi Gunung Anak Krakatau sejak Jumat malam (4/9) menyebabkan abu vulkanik menyebar hingga wilayah Jabodetabek. Abu tersebut kemudian menempel pada berbagai permukaan, termasuk bodi kendaraan milik warga. Kondisi ini perlu mendapat perhatian karena abu vulkanik tidak dapat dibersihkan sembarangan.
Pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, mengingatkan pemilik mobil agar berhati-hati ketika membersihkan kendaraan yang terkena abu. Menurut dia, abu vulkanik dapat merusak kendaraan secara permanen apabila dibiarkan menumpuk atau dibersihkan dengan cara yang keliru.
Abu vulkanik memiliki kandungan silika dan sulfur. Silika bertekstur keras serta tajam, sedangkan sulfur dapat bersifat merusak ketika bercampur dengan air. Karena itu, pemilik kendaraan perlu memperhatikan langkah pembersihan agar permukaan bodi, kaca, karet, dan komponen logam tidak mengalami kerusakan.
Silika dalam Abu Vulkanik Bisa Menyebabkan Baret
Silika atau silikon dioksida merupakan mineral berbentuk kristal keras yang juga menjadi bahan dasar pasir kuarsa dan kaca. Tingkat kekerasan material ini jauh melampaui lapisan clear coat dan cat pada bodi mobil.
Ketika partikel silika bergesekan dengan permukaan kendaraan, lapisan pelindung bodi dapat mengalami goresan halus hingga baret. Risiko tersebut semakin besar apabila abu langsung dilap atau digosok dalam kondisi kering.
Yannes menjelaskan, abu vulkanik dapat mengandung material mineral serta pecahan vulkanik yang keras dan abrasif. Jika pemilik kendaraan mengambil kain lap atau spons sebelum partikel tersebut dibilas, gesekan yang terjadi dapat merusak clear coat maupun kaca mobil.
Sulfur Berpotensi Merusak Cat dan Komponen Kendaraan
Selain silika, kandungan sulfur dalam abu vulkanik juga perlu diwaspadai. Senyawa belerang dapat menjadi lebih destruktif ketika bercampur dengan air. Dalam kondisi tersebut, sulfur dapat membentuk larutan asam yang bersifat korosif terhadap cat, karet, serta komponen logam kendaraan.
Risiko kerusakan semakin besar apabila abu yang menempel bercampur dengan embun, air hujan, atau gerimis, kemudian dibiarkan mengering di permukaan mobil. Endapan tersebut dapat menciptakan kondisi yang lebih korosif terhadap cat kendaraan.
Atas dasar itu, abu vulkanik sebaiknya tidak dibiarkan menumpuk terlalu lama. Namun, proses pembersihannya juga perlu dilakukan secara tepat supaya partikel keras tidak bergesekan langsung dengan permukaan kendaraan.
Cara Aman Membersihkan Mobil yang Terpapar Abu Vulkanik
Parkir di Tempat Tertutup
Bagi pemilik mobil yang kendaraannya belum terpapar abu vulkanik, Yannes menyarankan agar kendaraan diparkirkan di tempat tertutup. Langkah ini dapat membantu mencegah abu menempel pada bodi mobil.
Penggunaan car cover diperbolehkan, tetapi hanya apabila permukaan mobil sudah dibersihkan. Memasang atau menggeser penutup pada bodi yang masih dipenuhi abu justru dapat meningkatkan risiko baret. Gesekan antara kain penutup dan partikel vulkanik yang keras bisa merusak permukaan kendaraan.
Bilas dengan Air Mengalir dalam Jumlah Banyak
Untuk mobil yang sudah terkena abu, langkah pertama bukanlah mengelap bodi dengan kain. Kendaraan sebaiknya dibilas menggunakan air mengalir dengan volume besar. Pembilasan dilakukan dari bagian atas menuju ke bawah agar partikel abu terangkat tanpa digosok ke permukaan mobil.
Pada tahap awal ini, hindari penggunaan spons atau kain lap. Biarkan air mengalir membilas seluruh endapan abu hingga tidak lagi menempel pada bodi dan kaca kendaraan.
Perhatikan Kondisi Wiper dan Kaca
Sebelum melakukan pembilasan, wiper sebaiknya diangkat. Wiper juga tidak boleh diaktifkan ketika kaca masih dalam kondisi kering dan masih terdapat abu di permukaannya. Gesekan wiper dengan partikel vulkanik dapat menimbulkan goresan pada kaca.
Setelah endapan abu terangkat, kendaraan dapat dicuci menggunakan sampo mobil. Mobil kemudian dibilas kembali dan dikeringkan dengan kain mikrofiber. Karet wiper juga perlu dibersihkan dalam kondisi basah sebelum digunakan kembali.
Hindari Membasahi Abu Secara Sebagian
Hal lain yang perlu dihindari adalah membasahi abu dalam jumlah sedikit, lalu membiarkannya kembali mengering di permukaan kendaraan. Cara tersebut tidak membantu mengangkat seluruh partikel dan berisiko meninggalkan endapan pada bodi mobil.
Menurut Yannes, penggunaan air dalam jumlah yang cukup untuk membilas seluruh partikel merupakan cara paling aman. Dengan demikian, abu tidak perlu digosok ketika masih menempel dan risiko goresan pada clear coat maupun kaca dapat ditekan.
Kesimpulan
Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau dapat merusak kendaraan apabila dibiarkan menumpuk atau dibersihkan dengan cara yang salah. Kandungan silika yang keras dan sulfur yang dapat bersifat korosif membuat pemilik mobil perlu lebih cermat dalam merawat kendaraan.
Mobil yang belum terpapar sebaiknya ditempatkan di area tertutup, sedangkan kendaraan yang sudah terkena abu perlu dibilas menggunakan air mengalir bervolume besar sebelum dicuci dengan sampo mobil. Penggunaan kain, spons, atau wiper pada kondisi kering harus dihindari. Ke depan, kehati-hatian dalam menangani abu vulkanik menjadi langkah penting untuk menjaga bodi, kaca, karet, dan komponen kendaraan tetap terlindungi.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment