Volkswagen Pertimbangkan Jual Ducati, Nilainya Diperkirakan Capai Rp25,57 Triliun
Volkswagen AG tengah mempertimbangkan opsi untuk menjual Ducati, merek sepeda motor asal Bologna, Italia, yang berada di bawah naungan Audi. Rencana tersebut menjadi bagian dari evaluasi besar-besaran terhadap ratusan unit usaha Volkswagen di tengah tekanan bisnis yang ditandai dengan rencana pemutusan hubungan kerja dan penutupan sejumlah pabrik.
Penjualan Ducati dinilai dapat membantu Volkswagen memperoleh dana segar sekaligus mengurangi beban perusahaan induk. Namun, hingga kini belum ada keputusan final mengenai pelepasan merek sepeda motor premium tersebut. Ducati juga memiliki nilai strategis dan emosional yang kuat bagi keluarga Porsche-Piech selaku pemegang saham pengendali Volkswagen.
Ducati Masuk dalam Evaluasi Volkswagen
Berdasarkan laporan Bloomberg, Ducati menjadi salah satu dari sekitar 600 unit usaha Volkswagen yang sedang ditinjau ulang. Merek yang berbasis di Bologna tersebut saat ini berada di bawah divisi Audi, sehingga keputusan mengenai masa depannya turut dibahas oleh manajemen produsen mobil asal Jerman itu.
CEO Audi Gernot Dollner mengonfirmasi bahwa Ducati termasuk dalam pembahasan evaluasi perusahaan. Meski demikian, ia menegaskan belum ada keputusan yang diambil terkait kemungkinan penjualan tersebut.
“Bagian dari proses evaluasi, kami juga akan membicarakan Ducati, tetapi belum ada keputusan yang diambil,” kata Dollner dalam wawancara dengan Bloomberg, dikutip Selasa (8/9).
Evaluasi ini dilakukan ketika Volkswagen sedang berupaya menata kembali struktur bisnisnya. Dewan pengawas perusahaan sebelumnya telah menyetujui rencana restrukturisasi yang mencakup pengurangan sekitar sepertiga kepemilikan saham Volkswagen.
Potensi Nilai Penjualan Ducati
Jika benar-benar dilepas, Ducati berpotensi memberikan tambahan dana bagi Volkswagen. Analis Bloomberg Intelligence, Michael Dean, memperkirakan nilai Ducati dapat mencapai sekitar 1,25 miliar euro atau setara dengan kurang lebih Rp25,57 triliun berdasarkan kurs Rp20.459 per euro.
Perkiraan tersebut dihitung dengan membandingkan valuasi perusahaan-perusahaan sejenis. Nilai Ducati didukung oleh posisi mereknya sebagai produsen sepeda motor premium serta kinerja yang tetap mencatatkan pendapatan dan keuntungan.
Kinerja Keuangan Belum Sesuai Target Volkswagen
Pada tahun lalu, Ducati membukukan penjualan sekitar 50 ribu unit sepeda motor. Dari penjualan tersebut, perusahaan mencatat pendapatan sebesar 925 juta euro atau sekitar Rp18,92 triliun.
Ducati juga memperoleh operating profit sebesar 52 juta euro, setara dengan sekitar Rp1,06 triliun. Namun, angka tersebut menghasilkan operating margin sebesar 5,6 persen. Capaian itu masih berada di bawah target operating margin grup Volkswagen yang ditetapkan sebesar 9 persen pada 2030 oleh CEO Volkswagen Oliver Blume.
Perbedaan antara margin Ducati dan target grup tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi evaluasi terhadap posisi merek tersebut di dalam portofolio Volkswagen. Meski menghasilkan keuntungan, Ducati dinilai belum mencapai tingkat margin yang diharapkan oleh perusahaan induknya.
Pelepasan Ducati Tidak Akan Mudah
Rencana penjualan Ducati diperkirakan menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah reputasi yang telah dibangun merek tersebut melalui prestasi di ajang MotoGP. Ducati tercatat meraih enam gelar juara konstruktor MotoGP secara berturut-turut sejak 2020.
Prestasi tersebut memperkuat citra Ducati sebagai merek yang memiliki keandalan teknik sekaligus mempertahankan posisi produknya di segmen premium. Karena itu, Ducati bukan sekadar salah satu unit bisnis Volkswagen, tetapi juga aset merek dengan pengaruh kuat di industri sepeda motor.
Selain prestasi balap, Ducati memiliki basis konsumen yang loyal melalui komunitas “Ducatisti”. Loyalitas tersebut menjadi bagian penting dari identitas Ducati dan berpotensi meningkatkan nilai strategis merek apabila proses penjualan benar-benar dilakukan.
Memiliki Nilai Khusus bagi Keluarga Porsche-Piech
Ducati juga memiliki makna tersendiri bagi keluarga Porsche-Piech, yang merupakan pemegang saham pengendali Volkswagen. Mendiang Ferdinand Piech disebut sebagai sosok yang memulai proses akuisisi Ducati oleh Audi pada 2012.
Faktor sejarah dan kedekatan tersebut dapat membuat keputusan untuk menjual Ducati menjadi lebih kompleks. Di satu sisi, Volkswagen membutuhkan langkah efisiensi dan tambahan dana. Di sisi lain, Ducati memiliki nilai reputasi, sejarah, serta ikatan emosional yang tidak mudah diukur hanya berdasarkan kinerja keuangan.
Rencana Serupa Pernah Dibatalkan
Volkswagen sebelumnya pernah berencana menjual Ducati pada 2017. Namun, rencana tersebut akhirnya dibatalkan setelah mendapat penolakan dari perwakilan serikat pekerja di Jerman.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa proses pelepasan Ducati berpotensi kembali menghadapi hambatan serupa. Keputusan akhir tidak hanya bergantung pada pertimbangan finansial, tetapi juga dapat dipengaruhi oleh kepentingan tenaga kerja, pemegang saham, serta pihak-pihak yang memiliki hubungan strategis dengan Volkswagen.
Kesimpulan
Volkswagen masih mempertimbangkan penjualan Ducati sebagai bagian dari evaluasi terhadap sekitar 600 unit usahanya. Langkah ini berpotensi menghasilkan dana hingga sekitar 1,25 miliar euro dan membantu perusahaan menghadapi tekanan bisnis, termasuk rencana PHK serta penutupan pabrik.
Meski demikian, belum ada keputusan final mengenai masa depan Ducati. Kinerja keuangan dengan operating margin 5,6 persen menjadi salah satu aspek yang berada di bawah target grup Volkswagen. Namun, prestasi MotoGP, loyalitas komunitas Ducatisti, reputasi premium, serta sejarah Ducati di lingkungan keluarga Porsche-Piech membuat proses pelepasannya tidak sederhana. Ke depan, keputusan Volkswagen akan menjadi penentu apakah Ducati tetap dipertahankan sebagai bagian dari Audi atau berpindah kepemilikan.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment