Komdigi Minta Google Play Store dan Apple App Store Hapus Aplikasi Hornet
JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) meminta Google Play Store dan Apple App Store menghapus aplikasi Hornet yang masih dapat diakses oleh pengguna di Indonesia. Permintaan tersebut disampaikan setelah pemerintah menerima aduan masyarakat terkait dugaan keterkaitan platform itu dengan kampanye LGBTIQ+ yang dinilai tidak sesuai dengan norma dan ketentuan yang berlaku di Indonesia.
Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi Alexander Sabar mengatakan, laporan dari masyarakat menjadi salah satu perhatian pemerintah dalam melakukan pengawasan terhadap platform digital yang beroperasi di Indonesia. Menurut dia, setiap layanan digital perlu menghormati nilai, norma, serta ketentuan hukum yang berlaku.
Komdigi Terima Aduan Masyarakat
Komdigi menyatakan telah menerima aduan mengenai dugaan hubungan aplikasi Hornet dengan kampanye LGBTIQ+. Aduan tersebut kemudian menjadi dasar perhatian pemerintah terhadap keberadaan dan aktivitas platform tersebut di ruang digital Indonesia.
“Komdigi menerima aduan dari masyarakat mengenai keterkaitan platform Hornet dengan kampanye LGBTIQ+. Hal ini menjadi perhatian karena ada nilai, norma, dan ketentuan hukum yang harus dihormati oleh setiap platform yang beroperasi di Indonesia,” kata Alexander dalam keterangan resmi pada Sabtu (15/8).
Sejalan dengan aduan tersebut, Komdigi meminta layanan toko aplikasi Google Play Store dan Apple App Store menghapus aplikasi Hornet. Permintaan ini ditujukan agar aplikasi tersebut tidak lagi dapat diakses oleh pengguna di Indonesia melalui dua toko aplikasi digital tersebut.
Meski demikian, berdasarkan pantauan hingga Selasa (18/8), aplikasi Hornet masih terlihat dapat diakses melalui Google Play Store. Kondisi itu menunjukkan bahwa proses penghapusan aplikasi tersebut belum sepenuhnya terealisasi pada saat dilakukan pemantauan.
Apa Itu Aplikasi Hornet?
Hornet merupakan platform kencan yang dirancang khusus untuk komunitas gay atau LGBTIQ+. Aplikasi ini pertama kali dirilis pada 2012 oleh Queer Networks Inc., sebuah perusahaan teknologi queer yang berbasis di Los Angeles.
Dalam keterangan resminya di Google Play Store, Hornet mengklaim telah diunduh lebih dari 100 juta pengguna di seluruh dunia. Platform tersebut menyediakan sejumlah fitur yang memungkinkan pria gay, biseksual, transgender, dan queer terhubung serta berinteraksi satu sama lain.
Fitur Pencarian dan Profil Pengguna
Salah satu fitur yang ditawarkan Hornet adalah nearby. Fitur tersebut memungkinkan pengguna menemukan pria gay yang berada di sekitar lokasi mereka. Pengguna juga dapat mengakses profil satu sama lain sebelum memutuskan untuk melakukan interaksi.
Profil pengguna dapat memuat sejumlah informasi pribadi, antara lain usia, etnis, tinggi badan, berat badan, peran, status hubungan, dan status HIV. Informasi tersebut menjadi bagian dari rincian profil yang dapat dilihat oleh pengguna di dalam platform.
Layanan Pesan dan Interaksi
Seperti platform media sosial lainnya, Hornet menyediakan berbagai fasilitas komunikasi. Pengguna dapat berkirim pesan teks, pesan suara, melakukan panggilan suara, hingga panggilan video.
Selain itu, pengguna dapat membagikan foto di beranda atau feed. Fitur tersebut digunakan untuk mengekspresikan diri sekaligus memungkinkan pengguna lain melihat konten yang dibagikan di dalam platform.
Tersedia Fitur Berbayar dan Hornet Live
Hornet juga menawarkan layanan berbayar dengan sejumlah fitur eksklusif. Fitur tersebut mencakup pengalaman bebas iklan, kemampuan melihat pengunjung profil, kesempatan mengunggah lebih banyak foto, filter pencarian lanjutan, serta peningkatan visibilitas profil.
Di luar aplikasi utamanya, Queer Networks Inc. menyediakan aplikasi pendukung bernama “Hornet Live – Siaran Gay”. Layanan ini memungkinkan pengguna mengobrol dan berinteraksi melalui siaran langsung atau live streaming.
Dalam layanan tersebut, para streamer dapat berkompetisi di papan peringkat. Mereka juga dapat memperoleh dukungan dari penonton berupa hadiah virtual atau gift. Hadiah virtual itu dapat dimonetisasi atau dicairkan oleh penerima.
Aplikasi Dibatasi untuk Pengguna Dewasa
Aplikasi Hornet membatasi aksesnya bagi pengguna berusia di atas 18 tahun. Namun, keberadaan dan peredarannya tetap menjadi perhatian Komdigi karena pemerintah menilai terdapat nilai, norma, dan ketentuan hukum yang harus dihormati oleh setiap platform yang beroperasi di Indonesia.
Kesimpulan
Komdigi meminta Google Play Store dan Apple App Store menghapus aplikasi Hornet dari akses pengguna di Indonesia setelah menerima aduan mengenai dugaan keterkaitannya dengan kampanye LGBTIQ+. Walaupun telah mendapat peringatan, aplikasi tersebut masih dapat diakses melalui Google Play Store berdasarkan pantauan hingga 18 Agustus.
Ke depan, perhatian akan tertuju pada tindak lanjut permintaan Komdigi kepada kedua penyedia toko aplikasi tersebut. Pengawasan terhadap platform digital juga diperkirakan tetap dilakukan untuk memastikan setiap layanan yang beroperasi di Indonesia mematuhi norma dan ketentuan hukum yang berlaku.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment