Ferrari Luce EV “Chassis 0” Terjual US$400 Juta, Pecahkan Rekor Mobil Baru Termahal di Lelang

Ferrari Luce EV mencatat sejarah sebelum memasuki tahap produksi massal. Unit pertama mobil listrik penuh Ferrari yang memiliki kode “Chassis 0” terjual dengan harga mencapai US$400 juta atau sekitar Rp714 miliar dalam lelang amal di ajang Monterey Car Week, California, Amerika Serikat.

Penjualan tersebut tidak hanya menarik perhatian karena nilainya yang fantastis, tetapi juga karena menjadi rekor dunia baru. Unit khusus hasil kolaborasi divisi Tailor Made dan pusat desain Ferrari itu disebut sebagai mobil baru termahal yang pernah terjual melalui meja lelang.

Herbert A. Wertheim Menjadi Pemilik Ferrari Luce EV Pertama

Mengutip Reuters, Selasa (18/8), Ferrari Luce EV dengan kode “Chassis 0” dibeli oleh investor asal Amerika Serikat, Herbert A. Wertheim. Ia merupakan pendiri Brain Power Inc. dan sebelumnya juga pernah memenangkan lelang Ferrari Daytona SP3 dengan nilai US$26 juta pada tahun lalu.

Kemenangan Wertheim dalam lelang Luce EV menambah koleksi mobil Ferrari bernilai tinggi yang dimilikinya. Namun, berbeda dari unit produksi massal, mobil yang dilelang di Monterey Car Week tersebut dirancang secara khusus dengan sejumlah sentuhan eksklusif.

Memiliki Warna dan Komponen Khusus

RM Sotheby’s, rumah lelang yang bekerja sama dalam penyelenggaraan acara tersebut, menjelaskan bahwa Ferrari Luce EV “Chassis 0” mempunyai sejumlah keunikan. Mobil ini menggunakan balutan warna semi-gloss dan dilengkapi komponen khusus yang tidak tersedia pada unit Luce EV produksi massal.

Keistimewaan tersebut menjadi salah satu daya tarik utama dalam lelang. Selain menjadi unit pertama, mobil ini juga merepresentasikan hasil personalisasi dari Ferrari Tailor Made dan pusat desain perusahaan. Kombinasi status sebagai mobil perdana dan spesifikasi khusus membuat nilainya melonjak sangat tinggi.

Hasil Lelang Disalurkan untuk Kegiatan Pendidikan

Ferrari menyatakan seluruh hasil penjualan akan disalurkan melalui Ferrari Foundation. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung berbagai proyek pendidikan bagi generasi muda di Amerika Serikat dan sejumlah negara lainnya.

Dengan demikian, lelang ini tidak hanya menjadi bagian dari strategi pengenalan Ferrari Luce EV, tetapi juga memiliki tujuan sosial. Ferrari Foundation akan menjadi pihak yang menyalurkan dana hasil lelang untuk program-program pendidikan yang ditujukan kepada generasi muda.

Ferrari Luce EV Sempat Menuai Kritik

Ferrari memperkenalkan Luce EV pada Mei dengan harga dasar 550.000 euro atau sekitar US$638.400. Mobil tersebut hadir sebagai kendaraan listrik berkapasitas lima penumpang dengan konfigurasi empat pintu.

Meski membawa nama besar Ferrari, model ini sempat mendapat respons dingin dan kritik tajam dari sebagian penggemar setia. Desainnya yang dianggap tidak biasa serta keputusan Ferrari meninggalkan tradisi mesin bensin memicu perdebatan di media sosial dan kalangan penggemar otomotif.

Sejumlah analis menilai respons pasar yang kurang kuat ketika peluncuran dipengaruhi oleh beberapa faktor. Kritik terhadap desain menjadi salah satunya, sementara dinamika saham Ferrari yang sebelumnya telah mengalami kenaikan tinggi juga turut menjadi perhatian.

Keputusan menghadirkan mobil listrik penuh dinilai cukup berani karena berlangsung ketika sejumlah pesaing, seperti Porsche dan Lamborghini, mulai mengurangi rencana peluncuran kendaraan listrik. Langkah tersebut dikaitkan dengan melemahnya permintaan mobil listrik di pasar global.

Manajemen Ferrari Tetap Optimistis

Di tengah kritik tersebut, manajemen Ferrari tetap yakin terhadap strategi elektrifikasi mereka. CEO Ferrari Benedetto Vigna menegaskan bahwa perusahaan menghormati kebutuhan dan keinginan konsumen yang beragam.

Menurutnya, konsumen setia Ferrari tetap berpeluang tertarik pada Luce. Pada saat yang sama, model listrik penuh ini diharapkan dapat membuka akses kepada pembeli baru. Ferrari juga menyatakan puas terhadap pemesanan Luce, meskipun perusahaan tidak mengungkapkan jumlah pemesanan secara rinci.

Optimisme tersebut mulai terlihat dari kinerja perusahaan. Pada bulan sebelumnya, Ferrari melaporkan hasil kuartal kedua yang melampaui ekspektasi Wall Street. Perusahaan juga menaikkan proyeksi kinerja untuk tahun berjalan, dengan dukungan tingginya permintaan personalisasi dari konsumen berkocek tebal.

Di Bursa Efek Milan, saham Ferrari tercatat telah meningkat hampir 12 persen sepanjang tahun ini. Perkembangan tersebut menjadi salah satu indikator bahwa kepercayaan investor terhadap kinerja perusahaan masih terjaga.

Kesimpulan

Penjualan Ferrari Luce EV “Chassis 0” seharga US$400 juta menunjukkan tingginya nilai eksklusivitas dalam industri mobil mewah. Kendati sempat menuai kritik karena desain dan penggunaan tenaga listrik penuh, unit khusus ini berhasil memecahkan rekor sebagai mobil baru termahal yang terjual di lelang.

Ferrari tetap mempertahankan keyakinannya terhadap strategi elektrifikasi dan melihat Luce sebagai kendaraan yang dapat menjangkau konsumen lama sekaligus pembeli baru. Dengan dukungan kinerja keuangan, permintaan personalisasi, serta hasil lelang yang digunakan untuk pendidikan, Ferrari memiliki modal untuk melanjutkan langkahnya di segmen mobil listrik premium.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment