Jasad ABK KM Arupadhatu 1 Surakman Sempat Dimakamkan Warga di Pulau Enggano
BENGKULU – Jasad Surakman, anak buah kapal (ABK) KM Arupadhatu 1 yang membawa lima jurnalis di sekitar Selat Sunda, sempat dimakamkan oleh warga di Pulau Enggano, Bengkulu. Surakman merupakan salah satu dari delapan orang yang berada di kapal tersebut dan hilang kontak saat perjalanan menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.
Jasad Surakman ditemukan di perairan Sawang Bengkok, Desa Kahyapu, Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, pada hari kelima operasi pencarian dan penyelamatan atau SAR, Sabtu (12/9). Saat ditemukan, jenazah belum diketahui identitasnya sehingga disebut sebagai Mister X.
Jasad Ditemukan Nelayan di Perairan Bengkulu
Kapolda Banten Irjen Hengki mengatakan, informasi mengenai penemuan jenazah tersebut diterima pihaknya dari Kapolda Bengkulu. Penemuan itu terjadi lima hari setelah kapal rombongan jurnalis hilang kontak di Selat Sunda.
Menurut Hengki, jasad tersebut ditemukan oleh nelayan di perairan Bengkulu. Setelah menerima informasi, Polda Banten segera berkoordinasi dengan Polda Bengkulu untuk menindaklanjuti penemuan jenazah yang belum diketahui identitasnya tersebut.
“Hari kelima pencarian, kita mendapat informasi dari Bengkulu, saya mendapat informasi dari Kapolda Bengkulu bahwa di sana di Pulau Enggano, Bengkulu Utara ya, ditemukan seorang jenazah, Mister X,” ujar Hengki dalam konferensi pers di Polda Banten.
Sempat Dimakamkan Warga
Kabid Humas Polda Banten Kombes Maruli Hutapea menjelaskan bahwa jasad Surakman sempat dimakamkan oleh warga setempat. Warga mengambil langkah tersebut karena tidak ada pihak yang datang untuk mencari atau mengakui jenazah tersebut.
Selain itu, kondisi jasad saat ditemukan sudah mengalami pembusukan. Karena tidak ada warga yang merasa kehilangan anggota keluarga, jenazah kemudian dimakamkan di Pulau Enggano sebelum identitasnya diketahui.
“Sempat dimakamkan oleh warga, karena warga tak ada yang merasa kehilangan, kemudian jenazah pun sudah membusuk,” kata Maruli Hutapea.
Identitas Dipastikan melalui Pemeriksaan DVI
Untuk mengungkap identitas jenazah, jasad tersebut dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Bengkulu. Di rumah sakit itu dilakukan autopsi serta pemeriksaan identitas melalui metode DNA.
Polda Banten kemudian mengirimkan data antemortem dan postmortem dari keluarga delapan orang yang hilang atau kehilangan kontak setelah kapal Arupadhatu 1 tidak diketahui keberadaannya. Data tersebut digunakan untuk dibandingkan dengan hasil pemeriksaan terhadap jenazah.
Saat ditemukan, jenazah diketahui mengenakan celana pendek berwarna hitam. Perkiraan tinggi badan jenazah sekitar 163 sentimeter, dengan usia kurang lebih 50 tahun.
Proses pencocokan identitas dilakukan oleh Tim Disaster Victim Identification atau DVI. Pemeriksaan mencakup sejumlah data primer, yakni sidik jari, kondisi gigi, serta DNA. Hasil pemeriksaan genetik kemudian memastikan bahwa jenazah tersebut adalah Surakman, ABK KM Arupadhatu 1.
“Hasil identifikasi berdasarkan pemeriksaan DVI, secara genetik, jenazah teridentifikasi sebagai Surakman atau ABK kapal,” ujar Hengki.
Rencana Pemulangan Jenazah
Setelah identitasnya dipastikan, polisi berencana memulangkan jenazah Surakman pada Kamis (24/9). Jasad tersebut akan diberangkatkan dari bidang kedokteran dan kesehatan Polda Bengkulu menuju Bandara Soekarno-Hatta.
Kapal Hilang Kontak di Selat Sunda
Sebelumnya, KM Arupadhatu 1 membawa lima jurnalis dan tiga awak kapal untuk meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. Kapal tersebut berangkat dari dermaga di Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9).
Namun, kapal kemudian hilang kontak di sekitar Selat Sunda. Operasi SAR besar-besaran dilakukan untuk mencari delapan orang yang berada di dalam kapal. Setelah berlangsung selama 10 hari, operasi pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga awak kapal itu resmi dihentikan pada Kamis (17/9).
Selama masa pencarian tersebut, tidak ditemukan petunjuk yang mengarah kepada keberadaan penumpang KM Arupadhatu 1. Penemuan jenazah di Pulau Enggano pada hari kelima operasi menjadi titik penting dalam proses identifikasi salah satu korban.
Kesimpulan
Jasad yang ditemukan di perairan Sawang Bengkok, Pulau Enggano, akhirnya dipastikan sebagai Surakman, ABK KM Arupadhatu 1. Sebelum identitasnya terungkap, jenazah sempat dimakamkan warga karena tidak ada pihak yang merasa kehilangan dan kondisi jasad telah membusuk.
Identifikasi dilakukan melalui pemeriksaan DVI dengan membandingkan data sidik jari, gigi, dan DNA dari keluarga korban. Selanjutnya, jenazah dijadwalkan dipulangkan ke wilayah Banten melalui Bandara Soekarno-Hatta. Proses ini menjadi bagian penting dalam penanganan kasus hilangnya kapal yang membawa lima jurnalis dan tiga awak di Selat Sunda.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment