BNPB: 209,78 Hektare Hutan dan Lahan Masih Terbakar di Sumatra-Kalimantan
JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan masih terdapat 209,78 hektare hutan dan lahan yang terbakar hingga Rabu (23/9) sore. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tersebut terjadi di sejumlah wilayah Sumatra dan Kalimantan.
Kepala BNPB Suharyanto mengatakan, proses pemadaman masih terus dilakukan oleh jajarannya. Perkembangan karhutla dipantau dari hari ke hari untuk memastikan upaya penanganan berjalan secara berkelanjutan dan luas area yang terbakar dapat terus dikurangi.
Laporan mengenai kondisi terkini karhutla itu disampaikan Suharyanto dalam rapat terbatas bersama Presiden RI Prabowo Subianto. Rapat tersebut membahas perkembangan kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah, khususnya Sumatra dan Kalimantan.
BNPB Terus Memantau Luas Area Terbakar
Suharyanto menyampaikan bahwa hingga Rabu sore masih ada area seluas 209,78 hektare yang berada dalam proses pemadaman. BNPB, kata dia, terus mengikuti perkembangan kondisi karhutla setiap hari.
“Kami laporkan saat ini per hari ini terdapat 209,78 hektare yang masih dipadamkan terus. Ini kami ikuti terus hari per hari sehingga kami upayakan setiap hari yang dipadamkan itu besar,” kata Suharyanto, mengutip keterangan resmi Sekretariat Presiden.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa penanganan karhutla masih menjadi perhatian pemerintah. Upaya pemadaman dilakukan secara berkelanjutan dengan pemantauan terhadap luas wilayah yang masih terbakar.
Presiden Minta Laporan Kondisi Karhutla
Rapat terbatas mengenai perkembangan karhutla digelar secara hibrida melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (23/9). Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo didampingi oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
Sementara itu, Suharyanto dan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani menyampaikan laporan dari tempat masing-masing melalui konferensi video.
Teddy mengatakan, Presiden menginginkan laporan terbaru dari Kepala BNPB terkait kondisi kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan. Wilayah yang menjadi perhatian meliputi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, serta Kalimantan secara keseluruhan. Selain itu, perkembangan karhutla di Sumatra juga turut dilaporkan.
“Pada siang hari ini Bapak Presiden menginginkan laporan terkini dari Bapak Kepala BNPB terkait kondisi kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan, khususnya Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, serta Kalimantan secara keseluruhan, kemudian juga di Sumatra,” ujar Teddy.
Operasi Modifikasi Cuaca Terus Diintensifkan
Selain melakukan pemadaman langsung, pemerintah juga terus mengintensifkan berbagai upaya untuk menangani dan menyelesaikan karhutla. Salah satu langkah yang dilakukan adalah operasi modifikasi cuaca atau OMC.
Menurut Suharyanto, operasi modifikasi cuaca akan dilaksanakan setidaknya sampai kondisi musim hujan kembali normal. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan yang masih berlangsung di Sumatra dan Kalimantan.
Kesimpulan
BNPB mencatat masih terdapat 209,78 hektare hutan dan lahan yang terbakar hingga Rabu (23/9) sore. Pemadaman terus dilakukan dan perkembangannya dipantau setiap hari oleh jajaran terkait. Presiden Prabowo juga meminta laporan terkini mengenai kondisi karhutla di Kalimantan dan Sumatra.
Ke depan, pemerintah akan melanjutkan berbagai langkah penanganan, termasuk operasi modifikasi cuaca. OMC dijadwalkan berlangsung setidaknya hingga musim hujan kembali normal, sementara upaya pemadaman terhadap area yang masih terbakar terus diintensifkan.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment