FIFA Klarifikasi Isu Hadiah Juara ASEAN Cup 2026 yang Dikabarkan Dipangkas

FIFA memberikan klarifikasi mengenai isu pemangkasan hadiah juara FIFA ASEAN Cup 2026 yang sebelumnya beredar di media sosial dan diberitakan sejumlah media di Asia Tenggara. Federasi sepak bola dunia itu menegaskan belum pernah mengumumkan nominal hadiah untuk turnamen tersebut.

Dengan demikian, informasi mengenai hadiah juara yang disebut turun dari US$1 juta menjadi US$650 ribu belum dapat dipastikan kebenarannya. FIFA juga menyatakan tidak mengetahui asal-muasal angka awal maupun angka terbaru yang beredar.

FIFA Tidak Pernah Mengumumkan Nominal Hadiah

Salah satu sumber FIFA menyampaikan bahwa pihaknya belum merilis daftar hadiah bagi juara FIFA ASEAN Cup 2026. Pernyataan tersebut sekaligus membantah kepastian mengenai kabar hadiah yang disebut mengalami pengurangan atau efisiensi.

“Kami hanya bisa mengonfirmasi bahwa kami tidak mengumumkan nominal apa pun terkait hadiah FIFA ASEAN Cup 2026,” ujar sumber FIFA kepada CNN Indonesia, Rabu (23/9) sore.

FIFA menilai informasi mengenai perubahan hadiah tersebut tidak dapat dijadikan acuan resmi karena tidak berasal dari pengumuman lembaga yang menaungi turnamen. Sampai saat ini, belum ada angka hadiah yang dikonfirmasi oleh FIFA untuk kompetisi tersebut.

Kabar Hadiah Turun dari US$1 Juta Menjadi US$650 Ribu

Sebelumnya, media Thailand, Siamsport, memberitakan bahwa hadiah juara FIFA ASEAN Cup 2026 mengalami efisiensi. Dalam laporan itu disebutkan, tim yang menjadi juara hanya akan menerima hadiah sebesar US$650 ribu atau sekitar Rp11,5 miliar.

Angka tersebut diklaim lebih rendah dibandingkan nominal sebelumnya yang disebut mencapai US$1 juta atau sekitar Rp17,8 miliar. Siamsport mengaitkan penurunan hadiah dengan meningkatnya nilai lisensi hak siar.

“Ketika lisensi [hak siar] semakin tinggi, hadiah juara justru menurun. Tim juara akan mendapat US$650 ribu, turun dari sebelumnya US$1 juta,” tulis Siamsport dalam laporannya.

Namun, setelah FIFA menyampaikan klarifikasi, nominal tersebut belum bisa dipastikan sebagai hadiah resmi. Tidak ada keterangan bahwa FIFA pernah menetapkan atau mengumumkan nilai US$1 juta maupun US$650 ribu untuk juara FIFA ASEAN Cup 2026.

Isu Nilai Hak Siar di Asia Tenggara

Selain Siamsport, media Vietnam Thanh Nien juga memberitakan persoalan yang berkaitan dengan penyelenggaraan dan hak siar FIFA ASEAN Cup 2026. Media tersebut menyebut FIFA menjual lisensi turnamen di angka US$2 juta atau sekitar Rp35,6 miliar.

Menurut laporan Thanh Nien, harga lisensi sebelumnya berada di kisaran US$3 juta. Nilai tersebut kemudian turun menjadi US$2,6 juta dan kembali mendapat diskon hingga US$2 juta. Meski demikian, harga tersebut dinilai masih tinggi untuk pasar Asia Tenggara.

Penyiaran di Vietnam dan Thailand Belum Sepakat

Persoalan nilai lisensi itu disebut berdampak pada proses negosiasi hak siar di sejumlah negara. Stasiun televisi di Vietnam dilaporkan belum mencapai kesepakatan dengan FIFA terkait penyiaran FIFA ASEAN Cup 2026.

Kondisi serupa juga terjadi di Thailand. Hingga laporan tersebut dibuat, belum tersedia alternatif cara menonton turnamen bagi penonton di kedua negara tersebut. Hal ini membuat kepastian akses siaran menjadi salah satu hal yang masih dinantikan.

Indonesia Sudah Menentukan Pemegang Hak Siar

Situasi berbeda terjadi di Indonesia. Pemegang hak siar FIFA ASEAN Cup 2026 telah ditentukan sehingga pendukung tim nasional Indonesia memiliki kepastian mengenai akses untuk menyaksikan pertandingan melalui siaran resmi.

Selain melalui layar televisi atau platform yang memiliki hak siar, suporter Garuda juga berpeluang memberikan dukungan secara langsung di stadion. FIFA ASEAN Cup 2026 dijadwalkan berlangsung di Jakarta dan Bandung, sehingga pertandingan dapat disaksikan langsung oleh penonton di Indonesia.

Kesimpulan

Klarifikasi FIFA menunjukkan bahwa kabar mengenai pemangkasan hadiah juara FIFA ASEAN Cup 2026 belum memiliki dasar resmi. FIFA menegaskan tidak pernah mengumumkan nominal hadiah untuk turnamen tersebut, sehingga angka US$1 juta dan US$650 ribu masih sebatas informasi yang diberitakan media.

Di sisi lain, pembahasan mengenai nilai hak siar masih menjadi perhatian di beberapa negara Asia Tenggara, termasuk Vietnam dan Thailand. Untuk Indonesia, pemegang hak siar telah ditentukan dan turnamen akan digelar di Jakarta serta Bandung. Perkembangan berikutnya, termasuk pengumuman resmi mengenai hadiah dan kepastian penyiaran di negara lain, masih perlu menunggu keterangan lebih lanjut dari FIFA.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment