Jenazah ABK Arupadhatu 1 Ditemukan di Enggano, Keluarga Surakman Meksi Sedikit Terobati
Keluarga Surakman Meksi mengaku sedih sekaligus sedikit terobati setelah mendapat kabar bahwa jenazah anggota keluarganya, yang merupakan anak buah kapal (ABK) Arupadhatu 1, telah ditemukan. Kapal tersebut sebelumnya hilang kontak di sekitar Gunung Anak Krakatau (GAK), Selat Sunda, saat membawa lima jurnalis dan tiga awak kapal.
Kabar penemuan jasad Surakman diterima keluarganya pada Selasa malam, 22 September. Jenazah tersebut ditemukan di wilayah Enggano, Bengkulu. Informasi ini disampaikan oleh Yayat, anak mendiang Surakman, saat berada di Polda Banten pada Rabu, 23 September.
Keluarga Terima Kabar Penemuan Jasad Surakman
Yayat menyampaikan bahwa pihak keluarga baru menerima kabar mengenai penemuan jasad ayahnya pada malam sebelumnya. Ia menyampaikan pernyataan tersebut dengan singkat sambil menahan tangis.
“Tadi malam dapat kabar,” ujar Yayat di Polda Banten, Rabu (23/9).
Meski kabar tersebut membawa kesedihan mendalam, keluarga Surakman juga merasa sedikit lega karena keberadaan salah satu awak kapal yang sebelumnya hilang kontak telah diketahui. Yayat kemudian menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian.
“Terima kasih kepada Basarnas Banten, Polda, Gubernur dan semua yang membantu pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal Arupadhatu, terima kasih banyak,” kata Yayat.
Tujuh Korban Lain Masih Belum Ditemukan
Kapal Arupadhatu 1 diketahui membawa delapan orang, terdiri atas lima jurnalis dan tiga awak kapal. Setelah jenazah Surakman ditemukan, masih terdapat tujuh korban lain yang belum diketahui keberadaannya. Lima di antaranya merupakan jurnalis yang berada di dalam kapal tersebut.
Gubernur Banten Andra Soni berharap seluruh korban yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan. Namun, hingga saat ini, Tim SAR Gabungan belum dapat memastikan kondisi ketujuh korban tersebut.
Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengatakan, pihaknya masih berpegang pada data yang telah ditemukan dan belum dapat menyimpulkan apakah para korban lainnya selamat atau tidak.
“Bagaimana korban yang lain, saya belum tahu apakah mereka selamat atau enggak. Saya berdasarkan data-data yang ada seperti yang kita temukan sekarang,” ujar Hengki.
Polisi Belum Pastikan Nasib Penumpang dan Penyebab Hilangnya Kapal
Hengki juga menegaskan bahwa kepolisian belum dapat memastikan berbagai kemungkinan terkait keberadaan korban lainnya. Ia tidak ingin berspekulasi mengenai dugaan kapal Arupadhatu 1 beserta penumpangnya terbawa arus hingga ke Australia.
Menurutnya, kemungkinan para korban selamat ataupun terbawa ke luar negeri belum dapat dipastikan. Karena itu, informasi mengenai kondisi mereka masih menunggu hasil pencarian dan data lebih lanjut dari Tim SAR Gabungan.
Selain kondisi para korban, penyebab hilangnya kapal Arupadhatu 1 juga belum diketahui secara pasti. Kepolisian belum dapat memastikan apakah kapal tersebut tenggelam, terbakar, hilang, atau mengalami kondisi lainnya.
“Kepastian kapal itu tenggelam, terbakar, hilang, dan sebagainya, saya tidak menjawab itu,” jelas Hengki.
Gubernur Banten Ingatkan Warga soal Radius Gunung Anak Krakatau
Di tengah proses pencarian, Gubernur Banten Andra Soni meminta masyarakat mematuhi protokol keselamatan di sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda. Meskipun status gunung tersebut telah turun menjadi Level II atau Waspada, warga tetap dilarang mendekat dalam radius dua kilometer.
Larangan tersebut diberlakukan untuk menghindari risiko lontaran material erupsi. Andra mengingatkan masyarakat agar mengikuti ketentuan yang telah diatur dalam regulasi dan memperhatikan informasi resmi yang disampaikan kepada publik.
“Masyarakat mengikuti protokol yang telah diatur oleh regulasi kita, bahwa saat erupsi, radius-radius tertentu tidak diperkenankan mohon untuk diikuti dan kita selalu menginformasikan kepada masyarakat,” ujar Andra.
Kesimpulan
Penemuan jenazah Surakman Meksi memberikan kepastian bagi keluarganya, meski kabar tersebut tetap disertai duka mendalam. Sementara itu, tujuh korban lain dari kapal Arupadhatu 1, termasuk lima jurnalis, masih dalam pencarian dan belum diketahui nasibnya.
Tim SAR Gabungan dan pihak kepolisian masih berupaya mengumpulkan informasi mengenai para korban serta keberadaan kapal. Di sisi lain, masyarakat diminta tetap mematuhi pembatasan radius di sekitar Gunung Anak Krakatau demi keselamatan bersama. Perkembangan mengenai pencarian tujuh korban lainnya masih menunggu informasi resmi dari pihak berwenang.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment