Saan Mustopa Minta Pemerintah Serius Tangani Siswa Karo Diduga Keracunan MBG
Wakil Ketua DPR Saan Mustopa meminta pemerintah merespons secara serius kasus siswa di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang diduga mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu siswa yang menjadi sorotan adalah Febiona Purba, siswi berusia 16 tahun yang kini menjalani pemeriksaan lanjutan di RSUP H Adam Malik Medan.
Febiona sebelumnya dilaporkan mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program MBG di sekolahnya pada 13 Agustus. Dalam perkembangannya, keluarga menyebut kondisi Febiona memburuk. Ia diduga mengalami gangguan ingatan dan kesulitan berbicara.
Saan Nilai Kasus Siswa Karo Sudah Memprihatinkan
Saan Mustopa menilai kasus tersebut telah berada pada level yang memprihatinkan. Karena itu, pemerintah diminta tidak menganggap persoalan tersebut sebagai kasus biasa, terlebih karena korban disebut mengalami gangguan yang berpotensi membutuhkan penanganan medis berkelanjutan.
“Jadi sekali lagi, kami meminta agar ditangani secara serius karena ini sudah pada level yang cukup memprihatinkan,” kata Saan di kompleks parlemen, Rabu (9/9).
Wakil Ketua Umum Partai NasDem itu mengatakan dugaan hilang ingatan sebagai dampak keracunan merupakan persoalan yang berisiko. Menurut dia, kondisi tersebut juga berpotensi menimbulkan dampak kronis sehingga membutuhkan perhatian pemerintah dan lembaga terkait.
BGN Diminta Menanggung Biaya Pengobatan
Saan meminta pemerintah dan Badan Gizi Nasional (BGN) segera mengambil langkah cepat untuk menangani kondisi korban. Selain memastikan pemeriksaan dan pemulihan kesehatan, ia juga meminta biaya pengobatan Febiona ditanggung secara sungguh-sungguh oleh pihak terkait.
Permintaan tersebut disampaikan karena Febiona masih menjalani perawatan dan pemeriksaan medis. Saan menilai aspek pembiayaan perlu menjadi perhatian agar proses pemulihan kesehatan anak tersebut dapat berlangsung dengan baik.
“Terkait dengan soal pembiayaan untuk pemulihan kesehatan anak tersebut juga perlu diperhatikan dan perlu untuk ditanggung secara sungguh-sungguh juga,” ujar Saan.
Febiona Jalani Pemeriksaan Lanjutan di RSUP H Adam Malik
Febiona merupakan siswi kelas XI SMK Bersama Berastagi, Kabupaten Karo. Setelah lebih dari tiga pekan berpindah-pindah rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, ia kini menjalani pemeriksaan lanjutan di RSUP H Adam Malik Medan.
Humas RSUP H Adam Malik Medan, Rosario Dorothy Simanjuntak, mengatakan Febiona telah tiga kali datang ke rumah sakit tersebut untuk menjalani pengobatan rawat jalan. Namun, hingga kini tim medis belum menyampaikan diagnosis pasti ataupun memastikan penyebab gangguan yang dialami Febiona.
Rosario menjelaskan, pemeriksaan terhadap Febiona masih berlangsung. Oleh karena itu, dokter yang menangani belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut mengenai kondisi pasien maupun hubungan antara gangguan yang dialami dan dugaan keracunan setelah mengonsumsi MBG.
“Saat ini dokter yang menangani masih belum bisa memberikan keterangan karena proses pemeriksaan masih berjalan,” kata Rosario.
Dinkes Sumut dan Gubernur Masih Menunggu Hasil Pemeriksaan
Sekretaris Dinas Kesehatan Sumatera Utara, Hamid Rijal Lubis, mengatakan pihaknya belum menerima laporan resmi dari RSUP H Adam Malik mengenai kondisi terbaru Febiona. Laporan tertulis tersebut termasuk informasi mengenai dugaan gangguan ingatan yang dialami siswi itu.
Hamid menyatakan tidak ingin mengambil kesimpulan sebelum mendapatkan hasil pemeriksaan dari tim medis yang menangani Febiona. Dinas Kesehatan Sumut akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk memastikan informasi mengenai kondisi korban.
“Nanti kita cek dulu ke tim medis Rumah Sakit Adam Malik. Sampai sejauh ini belum ada secara resmi, tertulis disampaikan kepada kami tentang isu yang disebutkan itu,” ujar Hamid.
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution juga menyampaikan bahwa kondisi Febiona masih berada dalam pemantauan tim medis. Pemeriksaan dilakukan tidak hanya untuk mengetahui kondisi fisiknya, tetapi juga untuk memastikan apakah gangguan yang dialami berkaitan dengan saraf atau faktor lainnya.
Bobby mengatakan pemerintah masih menunggu hasil pemeriksaan dan tindak lanjut dari tim medis. Hasil tersebut diperlukan untuk mengetahui penyebab gangguan yang dialami Febiona secara lebih jelas.
“Gangguan di sini perlu kita lihat apakah tindak lanjut dari medisnya, pemeriksaan dari medisnya, apakah memang pengaruh dari otonomnya atau sarafnya atau yang lainnya,” kata Bobby.
Kesimpulan
Kasus Febiona Purba menjadi perhatian setelah siswi tersebut diduga mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi MBG di sekolahnya. Saan Mustopa meminta pemerintah dan BGN mengambil tindakan serius, termasuk memperhatikan biaya pemulihan korban.
Di sisi lain, tim medis RSUP H Adam Malik masih melakukan pemeriksaan sehingga diagnosis dan penyebab gangguan yang dialami Febiona belum dapat dipastikan. Pemerintah daerah juga masih menunggu laporan resmi dari rumah sakit. Ke depan, hasil pemeriksaan medis diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai kondisi Febiona serta menjadi dasar bagi penanganan dan tindak lanjut yang tepat.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment