Demonstrasi Kelangkaan BBM di Makassar, Massa HMI Jebol Pagar Kantor Pertamina
Makassar—Demonstrasi yang digelar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) bersama elemen buruh terkait kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Makassar berujung pada jebolnya pintu pagar kantor PT Pertamina Patra Niaga Regional IV Wilayah Sulawesi. Massa aksi menerobos masuk ke halaman kantor Pertamina pada Senin (14/9) sore.
Aksi tersebut dilakukan untuk meminta pertanggungjawaban Pertamina atas kelangkaan BBM dan antrean panjang yang berlangsung selama beberapa hari di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Makassar. Massa juga menyoroti kebijakan pengisian BBM berdasarkan pelat nomor kendaraan ganjil dan genap yang dinilai menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat.
Massa HMI Terobos Pagar Kantor Pertamina
Situasi memanas ketika massa HMI tiba-tiba merangsek menuju pintu masuk kantor PT Pertamina Patra Niaga Regional IV Wilayah Sulawesi. Pagar kantor tersebut kemudian jebol setelah massa berusaha menerobos masuk ke area halaman.
Aparat keamanan yang berjaga langsung merespons dengan mendorong massa agar tidak masuk lebih jauh. Dalam insiden tersebut, seorang kader HMI disebut mengalami luka pada bagian kepala. Luka itu diduga terjadi akibat hantaman pentungan dari petugas keamanan.
Ketua Umum HMI Cabang Makassar, Sarah Agussalim, mengatakan massa awalnya hanya berada di sekitar pintu masuk. Namun, situasi berubah ketika terjadi dorong-dorongan dengan pihak keamanan.
“Kami cuma sampai di pintu tadi, Kak. Tapi seketika di pintu, ada pihak keamanan yang memukul salah satu kader. Sehingga ada tadi kader, salah satu kader yang luka-luka,” kata Sarah.
Pertamina Temui Massa Demonstrasi
Di tengah aksi tersebut, pihak Pertamina menemui massa secara langsung. Manajer Retail Sales Pertamina Regional Sulawesi, Mardian, menyampaikan penjelasan terkait kondisi distribusi BBM dan kebijakan pembatasan pengisian di SPBU Makassar.
Mardian meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya. Menurut dia, Pertamina terus berkoordinasi dengan berbagai pihak serta menyampaikan perkembangan mengenai penyaluran BBM kepada para pemangku kepentingan.
“Memang kami sudah menyampaikan kepada pihak yang mengeluarkan (kebijakan), maka tadi beberapa sudah dikabulkan,” ujar Mardian di hadapan mahasiswa pada Senin (14/9).
Ia menjelaskan, Pertamina terus mengevaluasi penerapan kebijakan ganjil-genap dengan mempertimbangkan kondisi antrean BBM di SPBU Makassar. Apabila situasi di lapangan telah dinilai aman dan terkendali, pembatasan tersebut akan dicabut seluruhnya.
“Kita sama-sama memantau. Kalau aman, akan dicabut semua,” kata Mardian.
Kebijakan Ganjil-Genap Dievaluasi Berkala
Mardian menyebut kebijakan ganjil-genap masih berlaku berdasarkan surat edaran hingga 20 September 2026. Pertamina akan melakukan peninjauan secara berkala untuk menentukan langkah berikutnya sesuai perkembangan kondisi antrean BBM.
“Kita review, kita lihat tiga hari. Kita sama-sama melihat, kalau ada masukan atau kejadian di mana, kita tindak lanjuti,” jelasnya.
Pertamina bersama pihak terkait juga akan terus memantau antrean di SPBU. Setiap persoalan yang ditemukan di lapangan akan ditindaklanjuti berdasarkan situasi yang terjadi.
“Kita ibarat pemadam kebakaran, di mana ada kejadian kita selesaikan,” pungkas Mardian.
HMI Soroti Kelangkaan BBM dan Aturan Pengisian
Sarah Agussalim menjelaskan, aksi tersebut digelar sebagai bentuk tuntutan agar Pertamina bertanggung jawab atas kelangkaan BBM yang menyebabkan masyarakat harus menghadapi antrean panjang selama berhari-hari di Makassar.
Selain persoalan ketersediaan BBM, HMI turut menyoroti surat edaran yang dikeluarkan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulawesi Selatan mengenai penerapan sistem ganjil-genap bagi kendaraan yang hendak melakukan pengisian BBM di SPBU.
Menurut Sarah, kebijakan tersebut justru menghadirkan persoalan baru di tengah masyarakat. Karena itu, massa meminta agar persoalan distribusi BBM dan penerapan aturan pengisian mendapat perhatian serius dari pihak terkait.
Penanganan Antrean BBM Masih Menjadi Perhatian
Demonstrasi di kantor Pertamina Makassar memperlihatkan besarnya perhatian mahasiswa dan buruh terhadap persoalan kelangkaan BBM serta dampaknya terhadap masyarakat. Antrean panjang di SPBU menjadi salah satu masalah utama yang mendorong massa menyampaikan tuntutan secara langsung.
Pertamina menyatakan akan tetap melakukan evaluasi dan pemantauan bersama pihak terkait. Kebijakan ganjil-genap yang masih berlaku hingga 20 September 2026 juga akan ditinjau berdasarkan kondisi antrean dan masukan yang muncul di lapangan.
Ke depan, perkembangan situasi distribusi BBM dan kondisi antrean di SPBU Makassar akan menjadi dasar bagi Pertamina untuk menentukan apakah pembatasan tetap dilanjutkan atau dicabut. Sementara itu, masyarakat diimbau tetap tenang dan mengacu pada informasi resmi agar tidak semakin terpengaruh oleh kabar yang sumbernya tidak jelas.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment