Pencarian Korban KM Virgo Transport 8 Terkendala Cuaca, KRI Canopus Dikerahkan
Basarnas menunda pelaksanaan pencarian bawah laut atau underwater terhadap korban KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa karena kondisi cuaca di sekitar lokasi belum memungkinkan. Operasi yang semula direncanakan melibatkan sejumlah penyelam pada Senin (14/9) tersebut belum dapat dilakukan. Tim pencarian masih menunggu kondisi yang lebih mendukung agar proses penyelaman dapat berlangsung.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan sejumlah personel sebenarnya telah disiapkan untuk menjalankan operasi bawah laut. Tim tersebut terdiri atas personel Kopaska TNI AL, tim penyelam khusus dari TNI AL, serta anggota Badan SAR Nasional.
Cuaca Menghambat Pengerahan Tim Penyelam
Syafii menjelaskan, kondisi cuaca menjadi faktor utama yang membuat tim penyelam belum bisa diturunkan ke lokasi kejadian. Menurut dia, keselamatan personel menjadi pertimbangan penting dalam pelaksanaan operasi pencarian di bawah permukaan laut.
Dalam konferensi pers pada Senin, Syafii menyampaikan bahwa rencana operasi underwater telah disiapkan sejak pagi. Namun, kondisi di sekitar lokasi pencarian belum mendukung pengerahan para penyelam yang telah dipersiapkan.
“Tadi pagi kita sampaikan bahwa kita merencanakan untuk melaksanakan operasi underwater. Karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan, teman-teman yang sudah kita siapkan hari ini belum bisa kita turunkan,” ujar Syafii.
KRI Canopus Membantu Pencarian
Untuk mendukung operasi pencarian, TNI AL telah mengerahkan KRI Canopus. Kapal tersebut masih dalam perjalanan menuju lokasi kejadian dan nantinya akan membantu proses pencarian korban KM Virgo Transport 8.
Basarnas akan memanfaatkan berbagai perangkat yang tersedia di KRI Canopus untuk mendukung pencarian bawah laut. Penggunaan teknologi tersebut diharapkan dapat membantu tim menemukan titik yang perlu diperiksa secara lebih detail.
Teknologi yang Akan Digunakan
Sejumlah perangkat yang akan digunakan dalam operasi pencarian meliputi drone bawah air, Multibeam Echo Sounder, serta Remotely Operated Vehicle atau ROV. Peralatan tersebut menjadi bagian dari teknologi yang dimiliki KRI Canopus.
Drone bawah air dan ROV dapat membantu proses pemantauan di bawah permukaan laut. Sementara itu, Multibeam Echo Sounder akan dimanfaatkan dalam pencarian menggunakan teknologi pemindaian bawah laut. Basarnas menyebut seluruh perangkat tersebut akan digunakan dalam operasi underwater setelah kapal tiba di lokasi.
129 Orang Masih Dalam Pencarian
Berdasarkan data yang disampaikan Basarnas, KM Virgo Transport 8 membawa 243 orang. Mereka terdiri atas penumpang, awak kapal, dan kru. Dari jumlah tersebut, sebanyak 114 orang telah ditemukan, sedangkan 129 orang lainnya masih dalam pencarian.
Dari 114 orang yang telah ditemukan, sebanyak 86 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Seluruh korban selamat tersebut telah dievakuasi ke dermaga. Selain itu, dua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Basarnas juga menyampaikan perkembangan terkait penanganan korban. Pada Senin, satu korban telah diserahterimakan kepada pihak keluarga. Sementara itu, satu korban meninggal dunia telah diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification atau DVI Mabes Polri.
Kronologi Hilang Kontak KM Virgo
KM Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 Wita. Kapal tersebut sebelumnya berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9).
Hilangnya kontak kapal kemudian diikuti dengan proses pencarian yang melibatkan Basarnas dan sejumlah unsur terkait. Hingga kini, pencarian masih dilakukan untuk menemukan 129 orang yang belum diketahui keberadaannya.
Kesimpulan
Operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8 melalui metode underwater belum dapat dilaksanakan karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan bagi para penyelam. Meski demikian, Basarnas dan TNI AL terus menyiapkan dukungan operasi, termasuk melalui pengerahan KRI Canopus.
Setibanya di lokasi, KRI Canopus akan membantu pencarian dengan memanfaatkan drone bawah air, Multibeam Echo Sounder, dan ROV. Dengan dukungan personel serta teknologi tersebut, proses pencarian terhadap 129 orang yang masih belum ditemukan diharapkan dapat dilanjutkan setelah kondisi cuaca memungkinkan.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment