Arab Saudi Keluarkan Peringatan Ancaman Serangan di Mekkah, Jeddah, dan Taif

Arab Saudi mengeluarkan peringatan singkat mengenai potensi ancaman serangan di sejumlah wilayah pada Selasa (14/9). Peringatan tersebut mencakup Kota Mekkah, Jeddah, hingga Taif, dan muncul ketika kerajaan itu menghadapi serangkaian serangan yang diklaim dilakukan oleh kelompok Houthi dari Yaman.

Otoritas Pertahanan Sipil Arab Saudi kemudian mencabut peringatan tersebut tidak lama setelah diumumkan. Meski berlangsung singkat, peringatan itu menjadi perhatian karena untuk pertama kalinya Mekkah disebut masuk dalam wilayah yang menerima peringatan sejak konflik di Timur Tengah dimulai.

Peringatan Serangan Dicabut Tak Lama Kemudian

Pertahanan Sipil Saudi tidak menjelaskan secara rinci bentuk ancaman yang menjadi dasar penerbitan peringatan tersebut. Namun, peringatan itu disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi, yang disebut sebagai proksi Iran.

Selain Mekkah, peringatan juga mencakup Jeddah dan Taif. Ketiga wilayah tersebut menjadi bagian dari area yang diminta untuk meningkatkan kewaspadaan. Tidak lama setelah peringatan dikeluarkan, otoritas Saudi menyatakan bahwa peringatan telah dicabut.

Pertahanan Sipil Saudi juga sempat mengeluarkan peringatan di Khamis Mushait. Otoritas kemudian menyatakan bahwa “bahaya telah berlalu”. Pernyataan tersebut disampaikan setelah adanya laporan mengenai serangan yang diluncurkan dari wilayah Yaman.

Serangan dari Yaman Lukai 13 Orang

Peringatan yang dikeluarkan Saudi muncul sehari setelah serangkaian serangan rudal balistik dan pesawat nirawak atau drone dari Yaman melukai 13 orang di wilayah selatan kerajaan tersebut.

Serangan itu menambah rangkaian aksi yang menargetkan wilayah Arab Saudi dalam beberapa hari terakhir. Situasi tersebut mendorong otoritas Saudi untuk mengeluarkan peringatan kepada masyarakat di sejumlah wilayah, meskipun peringatan itu kemudian dinyatakan telah berakhir.

Klaim Serangan ke Pangkalan King Khalid

Sebelumnya, kelompok Houthi mengklaim telah menyerang pangkalan udara Arab Saudi, King Khalid, yang berada di Kota Khamis Mushait. Klaim tersebut disampaikan pada Senin (14/9) oleh juru bicara militer Houthi, Yahya Saree.

Menurut Saree, operasi itu dilancarkan dalam skala besar dengan menggunakan puluhan rudal balistik dan drone. Ia menyebut serangan tersebut menargetkan sejumlah fasilitas penting di pangkalan udara, termasuk hanggar pesawat, radar, landasan pacu, gudang amunisi, serta fasilitas militer lainnya.

Saree juga menyatakan bahwa Arab Saudi mengalami “kerugian signifikan” akibat serangan tersebut. Namun, hingga informasi ini disampaikan, belum ada konfirmasi langsung dari pihak Saudi mengenai klaim kerusakan di pangkalan King Khalid.

Houthi Sebut Serangan sebagai Respons

Kelompok Houthi menyatakan bahwa serangan terhadap pangkalan udara Saudi merupakan respons atas serangan udara yang dilakukan Arab Saudi di Yaman. Houthi menuduh Saudi telah melancarkan lebih dari 300 serangan udara di sejumlah provinsi Yaman selama lima hari terakhir.

Klaim mengenai jumlah serangan tersebut belum disertai konfirmasi langsung dari pihak Arab Saudi dalam informasi yang tersedia. Karena itu, dampak sebenarnya dari serangan terhadap pangkalan King Khalid masih belum dapat dipastikan.

Situasi Keamanan Masih Menjadi Perhatian

Pencabutan peringatan oleh Pertahanan Sipil Saudi menunjukkan bahwa ancaman yang diumumkan sebelumnya dinyatakan telah berlalu. Meski demikian, munculnya peringatan di Mekkah, Jeddah, dan Taif memperlihatkan meningkatnya kewaspadaan Saudi terhadap potensi serangan lanjutan.

Di sisi lain, klaim Houthi mengenai penggunaan puluhan rudal dan drone serta tuduhan serangan udara Saudi di Yaman menambah kompleksitas situasi. Perbedaan klaim antara kedua pihak juga membuat informasi mengenai kerusakan dan dampak serangan belum sepenuhnya terverifikasi.

Kesimpulan

Arab Saudi sempat mengeluarkan peringatan ancaman serangan di Mekkah, Jeddah, dan Taif pada Selasa (14/9), sebelum mencabutnya dalam waktu singkat. Peringatan itu muncul setelah serangkaian serangan dari Yaman yang dilaporkan melukai 13 orang di wilayah selatan Saudi.

Houthi juga mengklaim telah menyerang pangkalan udara King Khalid menggunakan puluhan rudal balistik dan drone, tetapi Saudi belum mengonfirmasi kerusakan yang disebutkan kelompok tersebut. Ke depan, perkembangan situasi masih akan bergantung pada informasi resmi dari kedua pihak serta kondisi keamanan di wilayah Arab Saudi dan Yaman.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment