Polisi Prancis Bongkar Penyelundupan Narkoba ke Penjara Menggunakan Drone

Polisi Prancis membongkar aksi penyelundupan narkoba dan barang-barang terlarang ke dalam Penjara Villefranche-sur-SaƓne menggunakan drone. Operasi tersebut diduga berlangsung selama hampir dua bulan dan memungkinkan puluhan paket dikirim setiap hari langsung ke sel narapidana.

Terbongkarnya praktik itu bermula dari laporan warga yang tinggal di sekitar penjara. Mereka mendengar suara drone yang berulang kali melintas di atas atap rumah pada malam hingga dini hari. Suara tersebut terdengar selama beberapa minggu dan menimbulkan kecurigaan di lingkungan sekitar.

Warga Mendengar Suara Drone pada Malam Hari

Seorang warga mengatakan suara drone terdengar secara berulang. Menurut dia, suara tersebut muncul, berhenti, kemudian kembali terdengar beberapa kali sepanjang malam. Dalam periode tertentu, drone bahkan terdengar setiap malam.

Warga lain yang tinggal di seberang jalan juga menyampaikan kesaksian serupa. Drone biasanya terdengar sekitar pukul 03.00 hingga 04.00 dini hari. Pada awalnya, pasangan tersebut mengira suara yang terdengar berasal dari tawon. Namun, setelah memperhatikan sumbernya, mereka menyadari bahwa suara itu berasal dari drone.

ā€œSekitar jam 3-4 pagi, kurang lebih. Terkadang juga pagi-pagi sekali. Awalnya saya kira itu tawon, lalu saya lihat itu drone,ā€ ujar pasangan tersebut, seperti dilaporkan TF1 Info.

Hasil penyelidikan kemudian menunjukkan bahwa suara drone tersebut berkaitan dengan aktivitas pengiriman barang terlarang ke dalam penjara. Drone digunakan untuk memasok narkotika serta barang-barang lain yang dilarang berada di dalam lingkungan penjara.

Puluhan Pengiriman Dilakukan Setiap Hari

Selama hampir dua bulan, tercatat sekitar 38 pengiriman menggunakan drone dilakukan setiap hari. Paket-paket tersebut tidak hanya berisi narkotika, tetapi juga rokok dan uang tunai.

Komandan Michael Ferreira dari Kompi Gendarmerie TrƩvoux di Departemen Ain mengatakan barang-barang tersebut termasuk produk yang dilarang masuk ke dalam penjara.

ā€œIni adalah produk-produk yang dilarang di dalam tembok penjara. Narkotika, karton rokok, uang tunai,ā€ kata Michael Ferreira.

Dalam proses penyelidikan, petugas menyita sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas tersebut. Barang bukti yang diamankan meliputi sekitar 500 gram ganja, uang tunai senilai €6.000, serta 18 baterai drone.

Drone Berangkat dari Lokasi Dekat Penjara

Berdasarkan informasi yang diperoleh dalam penyelidikan, drone-drone tersebut diterbangkan dari sebuah area parkir yang berada di dekat pusat penjualan tanaman. Lokasi itu disebut hanya berjarak sekitar 200 meter dari Penjara Villefranche-sur-SaƓne.

Setelah mencapai area penjara, paket yang dibawa drone kemudian diambil langsung oleh narapidana dari jendela sel. Setelah paket berhasil diambil, drone kembali menuju titik keberangkatan. Cara tersebut memungkinkan pengiriman dilakukan dengan melewati jaring anti-proyeksi yang berada di sekitar penjara.

Metode pengiriman melalui udara ini membuat barang-barang terlarang dapat sampai langsung ke sel narapidana tanpa harus melewati jalur pemeriksaan biasa. Aktivitas itu juga dilakukan pada malam hingga dini hari, ketika jumlah personel penjaga mengalami pengurangan.

Kekhawatiran terhadap Celah Keamanan Penjara

Penggunaan drone untuk mengirimkan barang terlarang memunculkan kekhawatiran mengenai keamanan penjara. Sekretaris Jenderal UNSA Justice, CƩdric Rochis, menyoroti kondisi tersebut, terutama karena pengiriman dapat dilakukan langsung ke sel narapidana.

ā€œKami tidak akan menembak jatuh drone itu. Pada malam hari, jumlah personel dikurangi, sel-sel ditutup, mereka menerima pengiriman langsung ke sel. Ini seperti bar terbuka,ā€ keluh CĆ©dric Rochis.

Kesimpulan

Polisi Prancis berhasil mengungkap dugaan jaringan penyelundupan ke Penjara Villefranche-sur-SaƓne setelah warga melaporkan suara drone yang berulang kali terdengar pada malam hari. Selama hampir dua bulan, puluhan pengiriman dilakukan setiap hari dengan membawa narkotika, rokok, dan uang tunai.

Penyitaan ganja, uang tunai, serta baterai drone menjadi bagian dari hasil penyelidikan. Ke depan, penggunaan drone untuk mengirimkan barang terlarang menunjukkan adanya tantangan baru dalam pengamanan lembaga pemasyarakatan, khususnya pada malam hari ketika pengawasan dan jumlah personel lebih terbatas.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment