Prabowo Siapkan Ratusan Helikopter untuk Perkuat Penanganan Karhutla
Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan pemerintah akan memperkuat armada dan kapasitas lembaga dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Salah satu langkah yang disiapkan adalah penambahan sarana udara untuk mendukung operasi pemadaman melalui metode water bombing.
Prabowo mengatakan Indonesia membutuhkan ratusan helikopter agar penanganan karhutla dapat dilakukan secara lebih maksimal. Selain helikopter, pemerintah juga telah memesan sejumlah pesawat berukuran besar yang akan digunakan untuk membantu operasi pemadaman dari udara.
Prabowo Sebut Indonesia Membutuhkan Ratusan Helikopter
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam program Presiden Menjawab, sebagaimana dikutip dari rilis Bakom RI, Rabu (16/9). Ia menegaskan bahwa kebutuhan terhadap armada udara untuk water bombing merupakan bagian penting dalam memperkuat respons pemerintah terhadap kebakaran hutan dan lahan.
“Kita perlu ratusan helikopter untuk water bombing. Kita perlu. Saya sudah pesan beberapa pesawat besar untuk water bombing,” kata Prabowo.
Water bombing merupakan upaya pemadaman dengan menjatuhkan air dari udara ke area yang terbakar. Dengan dukungan armada udara yang memadai, pemerintah diharapkan memiliki kemampuan lebih besar dalam menangani karhutla, terutama ketika kebakaran meluas.
Kapasitas Lembaga Penanggulangan Bencana Akan Diperkuat
Selain menambah armada untuk pemadaman, Prabowo juga menyampaikan tekad untuk meningkatkan kemampuan mitigasi Indonesia dalam menghadapi berbagai bencana alam. Menurut dia, badan-badan yang memiliki tugas menangani bencana harus diperkuat agar dapat menjalankan perannya dengan lebih baik.
“Saya bertekad meningkatkan kemampuan mitigasi kita. Badan-badan yang bertugas menghadapi bencana harus kita perkuat,” ujar Prabowo.
Penguatan tersebut menjadi penting karena Indonesia menghadapi berbagai potensi bencana. Prabowo mengingatkan bahwa Indonesia berada di kawasan Cincin Api atau Ring of Fire, yaitu wilayah yang memiliki aktivitas vulkanik dan seismik tinggi.
Indonesia Berada di Kawasan Rawan Bencana
Prabowo menjelaskan, posisi geografis Indonesia berada di wilayah yang sangat aktif secara vulkanik dan seismik. Indonesia juga menjadi tempat pertemuan lempeng-lempeng tektonik dunia. Kondisi tersebut membuat berbagai daerah di Indonesia memiliki kerawanan terhadap bencana alam.
Meski memiliki risiko bencana yang besar, Prabowo menyebut Indonesia juga dianugerahi sumber daya alam yang melimpah. Ia menyinggung berbagai mineral bernilai tinggi yang terdapat di tanah Indonesia, mulai dari emas hingga logam tanah jarang atau rare earth yang saat ini banyak dicari.
Menurut Prabowo, tantangan utama pemerintah adalah bagaimana mengelola seluruh potensi dan kondisi tersebut melalui negara serta institusi yang efisien. Pengelolaan yang baik dinilai diperlukan agar sumber daya yang dimiliki dapat diatur secara tepat, sekaligus memastikan penanganan bencana berjalan lebih kuat.
Efisiensi Anggaran Menjadi Perhatian Pemerintah
Dalam upaya membangun institusi yang efisien, Prabowo menyatakan akan terus melakukan efisiensi anggaran sejak awal masa jabatannya. Ia bahkan mengaku memeriksa secara langsung anggaran yang tersedia di setiap kementerian.
Prabowo mengatakan, pemeriksaan tersebut menemukan adanya anggaran untuk kegiatan ulang tahun kementerian yang dinilai tidak sedikit. Ia kemudian menghapus anggaran tersebut dan menegaskan bahwa perayaan ulang tahun tidak perlu dilakukan.
“Waktu saya ambil alih pemerintahan, saya periksa anggaran. Itu tiap kementerian ada anggaran untuk hari ulang tahun dan itu tidak sedikit. Saya hilangkan. Tidak usah ada perayaan hari ulang tahun,” ujar dia.
Kesimpulan
Rencana penambahan armada udara menunjukkan perhatian pemerintah terhadap penguatan penanganan karhutla dan bencana alam secara umum. Prabowo menyebut Indonesia membutuhkan ratusan helikopter untuk water bombing serta telah memesan beberapa pesawat besar untuk mendukung pemadaman.
Ke depan, penguatan lembaga penanggulangan bencana dan peningkatan kemampuan mitigasi menjadi bagian penting dari kebijakan pemerintah. Langkah tersebut berjalan beriringan dengan upaya efisiensi anggaran dan pembentukan institusi yang dinilai lebih efektif dalam menghadapi tantangan bencana maupun mengelola kekayaan alam Indonesia.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment