Pelatih FC Seoul Menyesal Rotasi Ekstrem Saat Hadapi Persib di ACL 2
Pelatih FC Seoul, Kim Ki Dong, mengakui keputusan merotasi sebagian besar pemain saat menghadapi Persib berujung pada hasil mengecewakan. Dalam pertandingan AFC Champions League (ACL) 2 tersebut, Ki Dong memasukkan delapan pemain yang belum pernah tampil pada musim ini.
Rotasi itu dilakukan karena FC Seoul tengah menghadapi jadwal pertandingan yang padat. Meski demikian, Ki Dong tetap menargetkan kemenangan saat timnya menjamu Persib. Kekalahan tersebut membuat sang pelatih menyesali keputusan yang diambil, terutama karena laga itu merupakan pertandingan kandang sekaligus penampilan perdana FC Seoul di ACL 2 musim ini.
Rotasi Pemain Berujung Kekalahan dari Persib
Kim Ki Dong menjelaskan bahwa rotasi pemain merupakan bagian dari upaya menjaga kondisi skuad di tengah padatnya jadwal. Namun, keputusan tersebut terbilang ekstrem karena delapan pemain yang diturunkan belum pernah bermain untuk FC Seoul pada musim ini.
Menurut Ki Dong, dirinya tetap berharap tim mampu meraih hasil maksimal meski menurunkan banyak pemain muda. Ia menilai status pertandingan sebagai laga kandang dan pertandingan pertama FC Seoul di ACL 2 seharusnya menjadi motivasi tambahan bagi para pemain.
“Meski saya merotasi pemain, sebenarnya saya ingin menang karena ini adalah pertandingan kandang dan pertandingan pertama di ACL 2 musim ini, jadi ini mengecewakan,” kata Ki Dong, dikutip dari Nate.
Ki Dong juga mengungkapkan rencana permainan yang coba diterapkan bersama para pemain debutan tersebut. FC Seoul berupaya menjaga gawang agar tidak kebobolan pada babak pertama, kemudian meningkatkan permainan setelah turun minum.
Akan tetapi, rencana tersebut tidak berjalan sesuai harapan. Kebobolan pada awal babak kedua membuat para pemain FC Seoul berada dalam situasi sulit. Kondisi itu turut memengaruhi upaya mereka untuk bangkit dan mengejar hasil positif atas Persib.
Delapan Pemain Jalani Debut Musim Ini
Kim Ki Dong menyadari bahwa para pemain muda yang diturunkan menghadapi Persib belum memiliki banyak kesempatan untuk berlatih langsung bersamanya. Minimnya pengalaman bersama tim utama menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi FC Seoul dalam pertandingan tersebut.
Meski kalah, Ki Dong berharap hasil itu tidak memengaruhi semangat para pemain muda. Ia menilai para pemain dari tim muda memiliki peran penting bagi masa depan FC Seoul dan dapat menjadi tulang punggung klub pada kemudian hari.
“Sejujurnya para pemain muda ini jarang berlatih bersama saya. Pemain-pemain dari tim muda harus jadi tulang punggung Seoul. Mereka adalah pemain-pemain terbaik di SMA Osan. Tapi ini baru awal,” ujar Ki Dong.
Sang pelatih juga mengingatkan para pemain muda bahwa persaingan di level profesional membutuhkan kerja keras dan konsistensi. Menurutnya, kompetisi masih berada pada tahap awal sehingga para pemain harus terus berusaha untuk membuktikan kemampuan mereka.
“Mereka harus berusaha di level profesional, dan kompetisi baru mulai. Kalau mereka tidak bisa bertahan, mereka harus meninggalkan tim. Mereka harus kerja keras demi tim dan mereka sendiri,” tuturnya.
FC Seoul Alihkan Fokus ke Liga Korea
Setelah menelan kekalahan dari Persib, FC Seoul harus segera mengalihkan perhatian ke kompetisi domestik. Klub tersebut kini berada di peringkat pertama klasemen liga Korea dan dijadwalkan menghadapi Pohang Steelers pada akhir pekan mendatang.
Padatnya agenda membuat FC Seoul harus membagi fokus antara liga dan ACL 2. Ki Dong menilai konsentrasi yang terpecah dapat memengaruhi kiprah tim di kompetisi Asia. Untuk sementara, ia menyebut FC Seoul akan lebih fokus menjalani pertandingan liga.
Ki Dong juga mengatakan bahwa gambaran mengenai target di ACL 2 kemungkinan baru akan terlihat setelah Oktober. Ia khawatir FC Seoul justru gagal melaju ke babak 16 besar apabila tim terlalu fokus mengamankan gelar juara liga sebelum kembali menjalani pertandingan di ACL 2.
“Kami akan fokus pada liga. Garis besar soal kejuaraan mungkin baru akan jelas setelah Oktober. Saya khawatir kami mungkin akan gagal ke babak 16 besar kalau kami mengamankan gelar juara sebelum masuk ke ACL 2,” kata Ki Dong.
Pelatih Minta FC Seoul Konsisten
Ki Dong menilai rotasi besar dalam pertandingan ACL 2 merupakan keputusan yang patut disayangkan. Ia berharap FC Seoul dapat tampil lebih konsisten dan berusaha meraih hasil terbaik dengan komposisi pemain yang tersedia.
Meski demikian, pelatih FC Seoul tersebut belum ingin menetapkan target terlalu jauh di ACL 2. Menurutnya, masih terlalu dini untuk membahas tujuan akhir tim di kompetisi tersebut.
Kesimpulan
Kekalahan dari Persib menjadi evaluasi penting bagi Kim Ki Dong dan FC Seoul. Rotasi ekstrem yang dilakukan karena jadwal padat memberi kesempatan kepada delapan pemain untuk menjalani debut musim ini, tetapi keputusan tersebut belum mampu menghasilkan kemenangan. Ke depan, FC Seoul harus membagi fokus antara upaya mempertahankan posisi di puncak liga Korea dan perjuangan di ACL 2. Perkembangan para pemain muda serta konsistensi performa tim akan menjadi perhatian penting dalam perjalanan mereka pada dua kompetisi tersebut.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment