Prabowo Ungkap Alasan Sering Lawatan ke Luar Negeri: Tegaskan Politik Bebas Aktif Indonesia
Presiden Prabowo Subianto menjelaskan alasan dirinya kerap melakukan lawatan ke luar negeri untuk memenuhi undangan dari berbagai negara. Menurut Prabowo, kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya Indonesia menjaga hubungan baik dengan negara-negara yang memiliki posisi penting dalam percaturan internasional.
Prabowo menegaskan bahwa kehadiran Indonesia di berbagai forum dan negara tidak menunjukkan keberpihakan kepada satu kekuatan tertentu. Sebaliknya, kunjungan tersebut mencerminkan sikap politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif serta keinginan untuk membangun komunikasi dengan sebanyak mungkin negara.
Prabowo Berupaya Memenuhi Undangan Negara Sahabat
Dalam program Presiden Prabowo Menjawab, Prabowo mengatakan bahwa dirinya berusaha menghadiri undangan dari negara-negara sahabat selama memiliki kesempatan untuk datang. Ia menilai, memenuhi undangan merupakan bentuk penghormatan sekaligus bagian dari diplomasi untuk menjaga hubungan antarnegara.
Prabowo menyebut Rusia sebagai salah satu negara yang cukup sering mengundang Presiden Indonesia. Karena itu, ia menilai tidak baik apabila undangan tersebut diabaikan. Namun, ia menekankan bahwa kunjungannya tidak hanya dilakukan ke Rusia.
Menurut Prabowo, ia juga cukup sering mengunjungi sejumlah negara lain, termasuk Prancis, Inggris, Turki, negara-negara Arab, Mesir, Uni Emirat Arab, Qatar, Tiongkok, dan Jepang. Hal tersebut menunjukkan bahwa Indonesia membangun hubungan dengan berbagai pihak, bukan hanya dengan satu negara atau kelompok kekuatan tertentu.
“Bahwa Rusia termasuk yang paling sering atau agak sering undang Presiden Indonesia, kan tidak baik kalau diundang kita tidak datang. Tapi saya juga bisa dikatakan sangat sering ke Perancis, saya sangat sering ke Inggris, saya sangat sering ke Turki, sangat sering ke negara-negara Arab, ke Mesir, ke Emirates, ke Qatar, juga ke Tiongkok, ke Jepang,” ujar Prabowo.
Rusia Dinilai Memiliki Posisi Strategis
Prabowo juga menjelaskan pentingnya menjaga komunikasi antara Indonesia dan Rusia. Ia menyebut Rusia memiliki posisi strategis dalam hubungan internasional karena merupakan anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Selain itu, Rusia memiliki wilayah yang luas serta kekayaan sumber daya alam yang besar. Prabowo juga menilai hubungan antara Indonesia dan Rusia telah terjalin baik secara tradisional. Atas dasar itu, ia menganggap kunjungan maupun komunikasi dengan Rusia sebagai hal yang wajar dalam hubungan luar negeri.
“Dan dia punya sumber alam yang sangat besar. Dan secara tradisi hubungan kita baik sama Rusia. Jadi, saya kira itu biasa saja,” kata Prabowo.
Prinsip yang Sama Berlaku untuk Amerika Serikat
Prabowo menyatakan prinsip yang sama juga diterapkan ketika Indonesia menerima undangan dari Amerika Serikat ataupun negara-negara lainnya. Selama undangan tersebut diterima dan ada kesempatan untuk menghadirinya, ia berupaya datang sebagai bagian dari upaya menjaga hubungan baik dengan negara sahabat.
Menurutnya, kehadiran dalam memenuhi undangan bukan berarti Indonesia mengikuti kepentingan negara tertentu. Langkah tersebut justru menjadi sarana untuk mempertahankan komunikasi dan membuka ruang kerja sama di antara negara-negara yang memiliki hubungan penting dengan Indonesia.
“Tapi kalau saya diundang, kalau ke Amerika saya diundang, saya datang. Kan begitu kan? Jadi, intinya itu,” ujar Prabowo.
Indonesia Tetap Berpegang pada Politik Bebas Aktif
Prabowo menegaskan bahwa seluruh aktivitas diplomasi Indonesia tetap berlandaskan prinsip politik luar negeri bebas aktif. Prinsip tersebut membuat Indonesia tidak menempatkan diri di dalam blok kekuatan tertentu dalam hubungan internasional.
Dengan politik bebas aktif, Indonesia memiliki ruang untuk menentukan sikap secara mandiri sekaligus tetap aktif membangun hubungan, komunikasi, dan kerja sama dengan berbagai negara. Sikap ini juga memungkinkan Indonesia menjaga persahabatan dengan negara-negara yang memiliki kepentingan dan posisi strategis di dunia.
Prabowo mengingatkan bahwa Indonesia sejak dahulu tidak berpihak pada blok tertentu atau mengikuti satu kekuatan global. Karena itu, Indonesia berupaya menjalin persahabatan dengan siapa saja tanpa meninggalkan kemandirian dalam menentukan kebijakan luar negeri.
“Kita dari dulu non-aligned, kita tidak mau ikut blok-blok manapun. Jadi, dari suatu pihak, bisa dikatakan kita ingin bersahabat dengan siapa saja,” kata Prabowo.
Kesimpulan
Penjelasan Prabowo menunjukkan bahwa lawatan luar negeri yang dilakukannya merupakan bagian dari strategi diplomasi Indonesia. Kunjungan tersebut ditujukan untuk memenuhi undangan, menjaga komunikasi, serta memperkuat hubungan baik dengan negara-negara yang memiliki peran penting di tingkat global.
Di sisi lain, Prabowo menegaskan bahwa intensitas kunjungan ke berbagai negara tidak berarti Indonesia berpihak kepada salah satu blok kekuatan. Politik luar negeri bebas aktif tetap menjadi dasar bagi Indonesia untuk bersikap mandiri, menjalin persahabatan, dan membangun kerja sama dengan berbagai negara. Prinsip tersebut akan terus menjadi pijakan dalam menjaga hubungan internasional Indonesia.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment