Satgas Damai Cartenz Dalami Dugaan Keterlibatan KKB dalam Pembunuhan Sopir Wamena-Mbua

Satgas Operasi Damai Cartenz tengah mendalami dugaan keterlibatan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dalam pembunuhan seorang sopir kendaraan lajur rute Wamena-Mbua, Papua Pegunungan. Sopir berinisial AS (41) ditemukan meninggal dunia setelah kendaraan yang dibawanya diduga dihadang kelompok bersenjata di kawasan Habema.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo, mengatakan informasi awal mengarah kepada kelompok KKB wilayah Kodap III Ndugama yang diduga berada di sekitar lokasi kejadian. Namun, informasi tersebut masih dalam tahap pendalaman dan harus diverifikasi lebih lanjut oleh aparat.

Satgas Dalami Dugaan Keterlibatan Kodap III Ndugama

Dalam keterangan tertulis pada Kamis (17/9), Yusuf menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima informasi mengenai keberadaan kelompok Kodap III Ndugama di sekitar lokasi pembunuhan. Meski demikian, Satgas Operasi Damai Cartenz belum menyimpulkan keterlibatan kelompok tersebut karena proses penyelidikan masih berlangsung.

“Ada informasi yang mengarah kepada kelompok Kodap III Ndugama yang berada di sekitar lokasi, namun informasi tersebut masih harus kami dalami dan verifikasi lebih lanjut,” kata Yusuf.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa aparat masih berupaya mengumpulkan keterangan dan bukti untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat. Satgas juga memastikan proses penyidikan akan terus dilakukan guna mengungkap rangkaian peristiwa secara lebih jelas.

Klaim Korban Anggota Intelijen Dibantah

Selain menyampaikan perkembangan penyelidikan, Yusuf membantah klaim yang disebarkan KKB mengenai identitas korban. Sebelumnya, beredar informasi yang menyebut AS merupakan anggota intelijen aparat keamanan.

Yusuf menegaskan bahwa klaim tersebut tidak benar. Menurut dia, korban merupakan seorang sopir yang telah menjalankan pekerjaan tersebut selama sekitar 13 tahun di jalur Wamena-Mbua. Informasi yang menyebut korban sebagai anggota intelijen disebut sebagai berita bohong atau hoaks.

“Berita yang menyebut sopir lanjuran merupakan anggota intel aparat keamanan adalah berita bohong atau hoaks. Sopir itu memang bekerja sebagai sopir dan sudah menjalankan pekerjaannya selama sekitar 13 tahun di jalur tersebut,” ujar Yusuf.

Ia menilai klaim tersebut merupakan propaganda yang digunakan sebagai dalih atas aksi penyerangan. Meski demikian, aparat tetap melakukan pendalaman untuk memastikan seluruh fakta yang berkaitan dengan kejadian tersebut.

Barang Bukti Ditemukan di Lokasi Kejadian

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas menemukan sejumlah barang bukti. Barang bukti tersebut berupa satu butir selongsong amunisi laras panjang kaliber 5,56 milimeter dan satu buah tas yang berisi identitas korban.

Temuan tersebut menjadi bagian dari bahan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta mengidentifikasi pelaku. Satgas Operasi Damai Cartenz menyatakan akan terus melakukan penyidikan terhadap kasus tersebut.

Kronologi Penemuan Korban

AS sebelumnya berangkat dari Ilekma menuju Mbua dengan membawa bahan kebutuhan pokok dan sembilan orang penumpang. Dalam perjalanan, rombongan tersebut diduga mengalami penghadangan oleh kelompok bersenjata di kawasan Habema sekitar pukul 08.30 WIT.

Peristiwa itu terjadi di Jalan Poros Habema KM 32, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, pada Selasa (15/9). Korban baru ditemukan pada Rabu (16/9) pagi.

Saat ditemukan, kendaraan berada di bibir jurang dengan kedalaman sekitar 13 meter dari bahu jalan. Kendaraan tersebut berada dalam kondisi hangus terbakar. Di dalam kendaraan, petugas juga menemukan korban dalam keadaan hangus terbakar.

Penyidikan Masih Berlanjut

Satgas Operasi Damai Cartenz memastikan penyelidikan akan terus dilakukan untuk mengidentifikasi dan menangkap seluruh pelaku yang terlibat dalam pembunuhan tersebut. Aparat masih mendalami informasi terkait kelompok yang diduga berada di sekitar lokasi serta mencocokkannya dengan barang bukti yang telah ditemukan.

“Kami akan terus melakukan penyelidikan untuk mengejar dan menangkap pelaku kejahatan ini,” pungkas Yusuf.

Kesimpulan

Kasus pembunuhan sopir rute Wamena-Mbua masih dalam proses penyelidikan. Satgas Operasi Damai Cartenz mendalami dugaan keterlibatan KKB wilayah Kodap III Ndugama, tetapi belum menyampaikan kesimpulan akhir karena informasi yang diperoleh masih harus diverifikasi. Aparat juga membantah klaim bahwa korban merupakan anggota intelijen dan menegaskan bahwa AS adalah sopir yang telah bekerja selama sekitar 13 tahun di jalur tersebut.

Ke depan, proses penyidikan diharapkan dapat mengungkap pelaku serta latar belakang kejadian berdasarkan bukti dan informasi yang terverifikasi. Satgas menyatakan akan terus mengejar pihak-pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment