Kebakaran 28 Gudang di Kosambi Tangerang Padam Setelah 10 Jam, Diduga akibat Korsleting Listrik
Kebakaran melanda kawasan pergudangan di Kosambi Permai, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Rabu (16/9). Api yang diduga pertama kali muncul dari area belakang gudang penyimpanan spring bed tersebut membakar puluhan bangunan dan baru berhasil dipadamkan setelah sekitar 10 jam penanganan.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun petugas, sebanyak 28 gudang hangus terbakar. Namun, jumlah tersebut masih dapat berubah karena petugas bersama pengelola kawasan masih melakukan inventarisasi untuk memastikan seluruh bangunan yang terdampak. Proses pemadaman melibatkan puluhan armada dan personel gabungan dari sejumlah instansi.
Kebakaran Padam Setelah 10 Jam Penanganan
Komandan Pos Damkar Kosambi BPBD Kabupaten Tangerang, Husni, mengatakan proses pemadaman dimulai setelah laporan kebakaran diterima pada sekitar pukul 13.00 WIB. Penanganan berlangsung hingga pukul 23.00 WIB pada hari yang sama.
“Sementara yang baru terdata 28 gudang. Tapi untuk pastinya saya perlu inventarisir dulu bersama pihak pengelola kawasan,” ujar Husni, Kamis (17/9).
Lamanya proses pemadaman diduga berkaitan dengan banyaknya bangunan gudang yang berada di kawasan tersebut. Api juga melanda beberapa jenis gudang, termasuk gudang logistik dan cold storage. Selain itu, sejumlah gudang spring bed turut terbakar, meski jumlah pastinya belum diketahui.
Rincian Gudang yang Terbakar
Berdasarkan pendataan sementara, 28 gudang yang terbakar terdiri atas beberapa kategori. Sebanyak 14 gudang merupakan gudang logistik kontraktor, delapan gudang digunakan sebagai cold storage, sedangkan enam lainnya adalah gudang kosong.
Di luar jumlah tersebut, terdapat beberapa gudang spring bed yang juga terdampak kebakaran. Petugas masih melakukan pendataan lebih lanjut untuk memastikan jumlah bangunan yang terbakar serta tingkat kerusakannya.
Titik Api Diduga Berasal dari Gudang Spring Bed
Dalam kronologi yang dilampirkan BPBD Kabupaten Tangerang, titik api diduga muncul dari area belakang gudang spring bed. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.45 WIB, bertepatan dengan waktu istirahat karyawan.
Api diduga berasal dari korsleting listrik. Seorang saksi disebut melihat api mulai muncul dan semakin membesar. Saksi tersebut kemudian berteriak meminta para karyawan yang berada di kantor untuk segera keluar dan menyelamatkan diri.
Meski dugaan awal mengarah pada korsleting listrik di gudang penyimpanan spring bed, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Karena itu, informasi mengenai sumber api belum dapat dinyatakan sebagai kesimpulan akhir.
18 Armada dan 80 Personel Dikerahkan
Untuk menangani kebakaran tersebut, sebanyak 18 armada pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi. Armada itu berasal dari BPBD, pengelola kawasan, Damkar DKI, Otoritas Bandara Soekarno-Hatta, hingga kawasan Pantai Indah Kapuk atau PIK.
Selain dukungan armada, proses pemadaman juga melibatkan sekitar 80 personel gabungan. Mereka bekerja sejak laporan kebakaran diterima pada siang hari hingga api dinyatakan padam pada malam harinya.
Upaya pemadaman dilakukan untuk mencegah api meluas ke bangunan lain di kawasan pergudangan. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas masih perlu memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala serta mendata bangunan yang terdampak secara menyeluruh.
Inventarisasi dan Penyelidikan Masih Berlangsung
Hingga Kamis (17/9), petugas belum menetapkan jumlah akhir gudang yang terbakar. Data sementara mencatat 28 gudang, tetapi beberapa gudang spring bed yang ikut terbakar masih dalam proses pendataan bersama pihak pengelola kawasan.
Inventarisasi tersebut penting untuk mendapatkan gambaran pasti mengenai jumlah bangunan terdampak. Sementara itu, penyelidikan mengenai penyebab kebakaran juga masih dilakukan oleh pihak yang berwenang.
Kesimpulan
Kebakaran di Kawasan Pergudangan Kosambi Permai, Tangerang, berhasil dipadamkan setelah berlangsung selama sekitar 10 jam. Sebanyak 28 gudang untuk sementara tercatat hangus terbakar, terdiri atas gudang logistik kontraktor, cold storage, dan gudang kosong. Beberapa gudang spring bed juga terdampak, tetapi jumlah pastinya masih menunggu hasil inventarisasi.
BPBD menduga api bermula dari korsleting listrik di area belakang gudang spring bed. Namun, penyebab pasti kejadian masih diselidiki. Ke depan, pendataan bersama pengelola kawasan dan proses penyelidikan diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih lengkap mengenai jumlah bangunan terdampak serta penyebab kebakaran tersebut.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment