Dua Kapal Wisata Bertabrakan di Selat Padar, Arus Ekstrem Jadi Pemicu
LABUAN BAJO – Dua kapal wisata terlibat kecelakaan di perairan Selat Padar Kecil, kawasan Taman Nasional Komodo, pada Selasa (15/9) sekitar pukul 08.30 WITA. Insiden tersebut sempat terekam dalam video dan beredar luas di media sosial. Meski terjadi benturan antarkapal, tidak ada korban jiwa maupun penumpang dan awak kapal yang mengalami luka-luka.
Kecelakaan itu melibatkan KM AIMAR, kapal penumpang wisata berbendera Indonesia dengan tonase 139 GT, serta KM Budi Utama. Saat kejadian, KM AIMAR diketahui membawa 17 penumpang dan 9 awak kapal. Kapal tersebut sedang bergerak menuju Long Beach ketika memasuki perairan Selat Padar Kecil yang memiliki arus kuat.
Kronologi Tabrakan Dua Kapal Wisata
Menurut informasi yang disampaikan pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo, arus yang sangat kencang membuat KM Budi Utama meluncur ke arah KM AIMAR. Situasi tersebut terjadi ketika kedua kapal berada di kawasan perairan Selat Padar Kecil.
Nakhoda KM AIMAR telah berupaya mengantisipasi situasi dengan mengurangi kecepatan kapal. Selain itu, nakhoda juga mencoba mengundurkan kapal agar benturan dapat dihindari. Namun, kuatnya arus membuat upaya tersebut tidak berhasil. Benturan antara KM AIMAR dan KM Budi Utama pun tidak dapat dihindarkan.
Akibat tabrakan, bagian haluan KM AIMAR terlepas. Sementara itu, bagian depan kapal mengalami kerusakan ringan. Berdasarkan keterangan yang disampaikan, kapal tetap dalam kondisi stabil dan masih layak beroperasi setelah insiden tersebut.
Seluruh Penumpang dan Awak Kapal Selamat
Meski mengalami kerusakan pada bagian depan, kecelakaan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa ataupun luka-luka. Seluruh penumpang dan awak kapal KM AIMAR dilaporkan selamat tanpa cedera.
Insiden itu juga tidak menyebabkan pencemaran laut. Selain itu, tidak terdapat kerugian materi dalam jumlah besar akibat kecelakaan tersebut. Kondisi kapal yang tetap stabil menjadi salah satu faktor yang memungkinkan seluruh penumpang dan awak kapal berada dalam keadaan aman.
Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo, Stefanus Risdiyanto, membenarkan terjadinya kecelakaan tersebut. Ia menyebut arus ekstrem sebagai pemicu utama benturan dua kapal wisata di Selat Padar.
“Benar terjadi tabrakan di Selat Padar pagi tadi. Nakhoda sudah berusaha mengantisipasi, namun arus terlalu kuat sehingga benturan tak terhindarkan. Semua penumpang dan awak kapal selamat,” ujar Stefanus saat dikonfirmasi pada Rabu (16/9).
KSOP Ingatkan Bahaya Arus di Selat Padar
Pasca-insiden, KSOP Labuan Bajo mengingatkan seluruh nakhoda kapal untuk selalu memantau prakiraan cuaca dan kondisi arus sebelum melakukan pelayaran. Imbauan tersebut dinilai penting karena Selat Padar dikenal memiliki arus yang berbahaya, terutama ketika kondisi perairan tidak memungkinkan untuk dilalui.
“Kami mengingatkan seluruh nakhoda untuk memantau prakiraan cuaca dan arus sebelum melintas. Selat Padar dikenal memiliki arus berbahaya. Jika kondisi tidak memungkinkan, wajib menunda perjalanan demi keselamatan,” tegas Stefanus.
Larangan Pelayaran Sempat Diterbitkan
Kecelakaan dua kapal wisata tersebut terjadi tidak lama setelah KSOP Labuan Bajo menerbitkan larangan pelayaran sementara menuju Pulau Komodo dan Pulau Padar. Larangan itu berlaku pada 13-15 September 2026, menyusul peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi gelombang hingga 1,9 meter serta angin kencang.
Keputusan tersebut dituangkan dalam Surat Pemberitahuan kepada Pelaut Nomor 03/MP-IX/2026 yang diterbitkan pada 12 September 2026. KSOP menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk pencegahan untuk mengurangi risiko keselamatan pelayaran di perairan sekitar Labuan Bajo, Pulau Komodo, dan Pulau Padar.
Stefanus mengatakan, pihaknya akan mengambil tindakan tegas ketika terdapat indikasi cuaca ekstrem atau kondisi perairan yang membahayakan pelayaran.
“Kami tidak main-main dengan keselamatan. Kalau tidak ada peringatan cuaca ekstrem, berarti kondisi aman. Sebaliknya, begitu ada tanda bahaya, kami bertindak tegas sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan,” ujar Stefanus.
Tindak Lanjut Pemeriksaan Kapal
Untuk menindaklanjuti kecelakaan tersebut, KSOP Labuan Bajo telah berkoordinasi dengan agen pelayaran terkait. Koordinasi itu mencakup pemeriksaan terhadap kelayakan kapal serta kepatuhan terhadap prosedur keselamatan pelayaran.
Pemeriksaan tersebut diharapkan dapat memastikan kondisi kapal dan penerapan prosedur keselamatan setelah insiden. Selain itu, kejadian ini menjadi pengingat bagi operator dan nakhoda kapal wisata agar mempertimbangkan kondisi arus serta cuaca sebelum melintasi jalur perairan yang memiliki karakteristik berbahaya.
Kesimpulan
Tabrakan KM AIMAR dan KM Budi Utama di Selat Padar Kecil terjadi akibat kuatnya arus yang membuat benturan tidak dapat dihindari, meskipun nakhoda KM AIMAR telah berupaya mengurangi kecepatan dan mengundurkan kapal. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden tersebut. KM AIMAR mengalami kerusakan ringan pada bagian depan, tetapi tetap stabil dan layak beroperasi.
Ke depan, pemantauan cuaca dan arus perlu menjadi perhatian utama sebelum kapal wisata melintas di Selat Padar. Koordinasi KSOP dengan agen pelayaran untuk memeriksa kelayakan kapal dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan diharapkan dapat membantu mencegah kejadian serupa.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment