Asap dari Dua HP Picu Kepanikan di Gerbong Wanita KRL Stasiun Rawa Buntu
Tangerang Selatan — Kepanikan sempat terjadi di dalam gerbong khusus wanita Kereta Rel Listrik (KRL) yang berhenti di Stasiun Rawa Buntu, Serpong, Tangerang Selatan, Kamis (17/9) pagi. Kepanikan tersebut muncul setelah asap terlihat berasal dari dalam tas seorang penumpang perempuan.
Peristiwa itu sempat ramai dibicarakan di media sosial. Sejumlah informasi yang beredar menyebutkan adanya ledakan di dalam gerbong. Namun, kepolisian memastikan bahwa peristiwa tersebut bukan ledakan. Asap diketahui berasal dari dua unit telepon seluler atau handphone yang berada di dalam tas penumpang.
Asap Berasal dari Tas Penumpang
Binmas Rawa Buntu Polsek Serpong, Aipda Herry, menjelaskan bahwa pihak kepolisian mendatangi Stasiun Rawa Buntu setelah menerima informasi mengenai asap yang keluar dari salah satu tas penumpang di gerbong wanita.
Menurut Herry, dua perangkat telepon seluler yang berada di dalam tas tersebut mengalami gesekan. Kondisi itu menyebabkan kedua perangkat terbakar dan mengeluarkan asap.
“Dari kepolisian Polsek Serpong mendatangi lokasi adanya kejadian keluarnya asap dari salah satu tas penumpang di gerbong wanita,” ujar Herry di Stasiun Rawa Buntu, Kamis (17/9).
Petugas keamanan KRL kemudian mengamankan tas tersebut. Langkah itu dilakukan untuk mencegah api menyebar sekaligus mengantisipasi kepanikan yang lebih besar di dalam gerbong.
Polisi Pastikan Tidak Ada Ledakan
Setelah dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan dua unit handphone di dalam tas dalam kondisi terbakar dan mengeluarkan asap. Temuan tersebut sekaligus memastikan bahwa kabar mengenai ledakan tidak sesuai dengan kondisi yang terjadi di lokasi.
“Tidak ada ledakan. Hanya keluar asap dari tas penumpang perempuan,” kata Herry.
Penjelasan kepolisian ini penting untuk meluruskan informasi yang sebelumnya beredar di media sosial. Meski sempat menimbulkan kepanikan, kejadian tersebut hanya berkaitan dengan perangkat elektronik yang terbakar di dalam tas penumpang.
Penumpang Turun di Stasiun Rawa Buntu
Penumpang yang berada di dalam gerbong kemudian turun di Stasiun Rawa Buntu. Sebelumnya, penumpang tersebut menaiki KRL dari arah Serpong dan memiliki tujuan menuju Stasiun Sudimara.
Petugas melakukan penanganan terhadap tas dan perangkat yang mengeluarkan asap tersebut. Dengan adanya tindakan cepat dari petugas keamanan dan kepolisian, situasi di dalam gerbong dapat dikendalikan.
Setelah penanganan selesai, perjalanan KRL di Stasiun Rawa Buntu kembali berjalan normal. Tidak terdapat gangguan maupun hambatan terhadap perjalanan kereta api akibat kejadian tersebut.
Imbauan bagi Pengguna KRL
Kepolisian mengimbau pengguna KRL, khususnya penumpang yang menggunakan rute Serpong-Tanah Abang maupun arah sebaliknya, agar lebih berhati-hati saat membawa dan menggunakan perangkat elektronik selama perjalanan.
Penumpang juga diminta memperhatikan kondisi handphone, termasuk ketika perangkat sedang digunakan untuk mengisi daya. Perhatian terhadap kondisi perangkat diperlukan untuk menghindari kemungkinan terjadinya panas berlebih.
Selain itu, masyarakat diminta segera melapor kepada petugas apabila menemukan kondisi yang tidak normal. Contohnya, perangkat elektronik mengeluarkan asap atau terasa terlalu panas. Pelaporan lebih awal dapat membantu petugas melakukan penanganan dan mencegah kejadian berkembang menjadi lebih besar.
Kesimpulan
Kepanikan di gerbong wanita KRL yang berhenti di Stasiun Rawa Buntu dipicu oleh asap dari dua unit handphone di dalam tas seorang penumpang. Kedua perangkat tersebut disebut mengalami gesekan hingga terbakar dan mengeluarkan asap. Polisi memastikan tidak ada ledakan dalam kejadian tersebut.
Setelah tas diamankan dan penanganan dilakukan, perjalanan KRL kembali normal tanpa gangguan. Ke depan, pengguna KRL perlu lebih memperhatikan kondisi perangkat elektronik yang dibawa, terutama saat perangkat mengalami panas berlebih atau sedang diisi daya. Apabila muncul tanda-tanda tidak normal, penumpang diharapkan segera melapor kepada petugas.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment