Dejan/Felisha Fokus Kejar Tiket Olimpiade 2028 meski Absen di Asian Games 2026
Pasangan ganda campuran anyar Indonesia, Dejan Ferdinansyah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, tidak mempermasalahkan absennya mereka dari Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Duet baru racikan Pelatnas PBSI Cipayung itu memilih mengarahkan perhatian pada target jangka panjang, yakni membuka jalan menuju Olimpiade Los Angeles 2028.
Bagi Dejan/Felisha, tidak tampil di Asian Games bukan berarti kehilangan kesempatan untuk mengukir prestasi. Keputusan tersebut dipandang sebagai bagian dari strategi tim pelatih dalam menyiapkan kekuatan ganda campuran Indonesia. Karena itu, keduanya ingin memanfaatkan turnamen-turnamen lain untuk mengumpulkan pengalaman, meraih gelar, dan mengejar poin kualifikasi Olimpiade.
Absennya Dejan/Felisha di Asian Games Merupakan Strategi
Dejan menilai tidak ada alasan bagi dirinya untuk merasa kecewa karena tidak masuk dalam daftar pasangan yang tampil di Asian Games 2026. Menurut dia, keputusan tersebut telah melalui pertimbangan tim pelatih dan tetap ditujukan untuk kepentingan Indonesia.
“Gak ada rasa harusnya saya di situ [Asian Games], itu kan bagian dari strategi demi Indonesia juga,” kata Dejan di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta, Rabu (16/9).
Dejan menegaskan bahwa tujuan utama yang ingin dicapai bersama Felisha adalah Olimpiade 2028. Pasangan tersebut berharap kerja keras dan hasil positif pada turnamen mendatang dapat membawa mereka semakin dekat dengan kesempatan tampil di ajang olahraga terbesar dunia tersebut.
“Yang terpenting tujuannya Olimpiade, semoga kami memang rezekinya bisa juara Olimpiade,” ujar Dejan.
Persaingan Internal Menjadi Tantangan Awal
Perjalanan menuju Olimpiade 2028 tidak akan mudah bagi Dejan/Felisha. Sebelum bersaing dengan pasangan-pasangan dari negara lain, mereka harus lebih dahulu menghadapi persaingan internal di sektor ganda campuran Indonesia.
Pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Indonesia diwakili oleh pasangan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah serta Nikolaus Joaquin/Siti Fadia Silva Ramadhanti. Kehadiran dua pasangan tersebut menunjukkan ketatnya persaingan untuk menjadi pilar utama ganda campuran Merah Putih.
Setelah gelaran Asian Games berakhir, Dejan/Felisha perlu berjuang lebih keras untuk menunjukkan bahwa mereka layak mendapatkan kepercayaan sebagai salah satu pasangan utama Indonesia. Performa konsisten di lapangan akan menjadi faktor penting dalam menentukan posisi mereka di antara pasangan-pasangan pelatnas lainnya.
Akumulasi Poin Menjadi Modal Penting
Selain prestasi, Dejan/Felisha juga harus membangun modal melalui akumulasi poin kualifikasi. Rekam jejak pada turnamen-turnamen berikutnya akan menjadi pijakan utama untuk memangkas jarak poin dengan rekan-rekan mereka di pelatnas.
Dengan demikian, setiap pertandingan yang dijalani Dejan/Felisha memiliki arti penting. Hasil yang baik dapat memperkuat posisi mereka dalam persaingan internal sekaligus meningkatkan peluang untuk memenuhi target kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028.
Berbekal Pengalaman dari Pasangan Sebelumnya
Dejan bukan pemain yang asing dengan persaingan di level dunia. Sebelum dipasangkan dengan Felisha, ia memiliki catatan panjang ketika berduet bersama Gloria Emanuelle Widjaja. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi Dejan dalam menghadapi tekanan dan persaingan pada turnamen internasional.
Felisha juga memiliki catatan prestasi bersama Jafar Hidayatullah. Keduanya berhasil meraih dua gelar juara, masing-masing di Taipei Open 2025 dan Indonesia Masters Super 100 2024. Jafar/Felisha bahkan pernah menembus posisi 10 besar peringkat BWF.
Rekam jejak tersebut menjadi modal bagi Dejan/Felisha untuk membangun kombinasi baru. Meski masih tergolong pasangan anyar, keduanya membawa pengalaman dan pencapaian dari duet masing-masing sebelum dipasangkan.
Langsung Menghadapi Turnamen Super 750
Pelatih ganda campuran Indonesia, Nova Widianto, memberikan kepercayaan kepada Dejan/Felisha untuk segera menghadapi turnamen dengan level tinggi. Pasangan baru itu dijadwalkan menjalani debut pada Denmark Open dan French Open 2026 yang berlangsung pada Oktober mendatang.
Kedua turnamen tersebut akan menjadi ujian awal bagi Dejan/Felisha untuk mengukur kemampuan mereka sebagai pasangan. Selain mengejar hasil terbaik, kesempatan itu juga dapat dimanfaatkan untuk membangun kekompakan dan mengembangkan pola permainan di tengah persaingan ganda campuran dunia.
Kesimpulan
Absennya Dejan Ferdinansyah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu dari Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tidak dianggap sebagai hambatan. Pasangan anyar tersebut memilih mengikuti strategi tim pelatih dengan mengalihkan fokus pada target jangka panjang, terutama perjuangan menuju Olimpiade Los Angeles 2028.
Untuk mencapai target itu, Dejan/Felisha harus bersaing secara internal, mengumpulkan poin kualifikasi, serta membuktikan kemampuan melalui turnamen-turnamen besar. Debut di Denmark Open dan French Open 2026 akan menjadi langkah awal penting bagi mereka dalam membangun pijakan sebagai salah satu pasangan ganda campuran Indonesia.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment