Gubernur Pramono Resmikan Gedung Baru PMI DKI Jakarta Senilai Rp233 Miliar

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan gedung baru Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi DKI Jakarta di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (17/9). Peresmian tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 PMI.

Gedung baru PMI DKI Jakarta dibangun untuk memperkuat berbagai layanan kemanusiaan, terutama donor darah, laboratorium, penyimpanan komponen darah, pendidikan, hingga kegiatan operasional. Pembangunan fasilitas tersebut mendapat dukungan hibah dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan nilai sekitar Rp233 miliar.

Fasilitas baru ini diharapkan tidak hanya menjadi bangunan pendukung kegiatan PMI, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Keberadaan gedung tersebut dinilai penting untuk mendukung kebutuhan darah, memperkuat kerja relawan, serta memperluas kolaborasi dalam berbagai kegiatan kemanusiaan di Jakarta dan wilayah sekitarnya.

Gedung PMI DKI Diharapkan Menjadi Rumah Kemanusiaan

Dalam keterangan tertulisnya, Pramono Anung menegaskan bahwa gedung baru PMI DKI Jakarta harus dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan masyarakat. Menurutnya, fasilitas tersebut tidak boleh hanya dipandang sebagai sarana fisik, melainkan perlu menjadi pusat pelayanan dan kerja kemanusiaan.

“Gedung baru ini jangan hanya menjadi fasilitas fisik, tetapi benar-benar menjadi rumah kemanusiaan. Tempat warga mendapat pertolongan, relawan mengabdi, dan berbagai pihak berkolaborasi memberi manfaat nyata,” kata Pramono.

Pramono menilai PMI merupakan mitra strategis Pemprov DKI Jakarta. Peran organisasi tersebut mencakup pelayanan donor darah, penanganan bencana, pelayanan sosial dan kesehatan, hingga penguatan ketahanan sosial masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya transparansi dalam penggunaan pajak masyarakat. Menurut Pramono, pembangunan fasilitas publik seperti gedung PMI merupakan bentuk pemanfaatan penerimaan daerah yang harus memberikan manfaat langsung bagi warga.

Pemprov DKI Perkuat Kolaborasi dengan PMI

Ke depan, Pemprov DKI Jakarta akan terus memperkuat kerja sama dengan PMI. Kolaborasi tersebut mencakup upaya memperluas budaya donor darah, meningkatkan kualitas layanan, memperkuat peran relawan, serta memanfaatkan teknologi dan inovasi.

Pramono berharap pengembangan tersebut dapat membuat pelayanan PMI berjalan lebih cepat dan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat. Penguatan layanan juga diharapkan mendukung kebutuhan warga yang memerlukan bantuan dalam kondisi kesehatan, bencana, maupun situasi kemanusiaan lainnya.

Gedung Baru Terdiri atas Dua Bangunan

Ketua PMI DKI Jakarta Beky Mardani menjelaskan, gedung baru tersebut terdiri atas Gedung A dan Gedung B. Gedung A memiliki lima lantai, sedangkan Gedung B terdiri atas 10 lantai.

Sebagian besar fasilitas di dalam gedung diarahkan untuk mendukung operasional Unit Donor Darah (UDD) Provinsi DKI Jakarta. Unit tersebut memiliki tanggung jawab besar dalam menyiapkan dan mendistribusikan darah untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit.

Beky mengatakan, UDD PMI DKI Jakarta setiap hari harus menyiapkan sekitar 1.000 hingga 1.200 kantong darah. Darah tersebut kemudian didistribusikan ke lebih dari 400 rumah sakit di wilayah Jabodetabek serta 64 bank darah rumah sakit di Jakarta dan sekitarnya.

Dengan adanya fasilitas baru, Beky berharap kualitas pelayanan PMI DKI Jakarta dapat meningkat. Salah satu fokus utamanya adalah menjaga ketersediaan sekaligus keamanan darah bagi masyarakat yang membutuhkan.

Jusuf Kalla Soroti Pengembangan Plasma Darah

Ketua Umum PMI Pusat Jusuf Kalla turut mengapresiasi dukungan Pemprov DKI Jakarta terhadap pembangunan gedung baru PMI tersebut. Ia menilai UDD PMI DKI Jakarta memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan darah, termasuk bagi pasien dari luar Jakarta yang menjalani perawatan di ibu kota.

Selain memperkuat layanan donor darah, Jusuf Kalla menekankan pentingnya pengembangan pengolahan plasma hasil donor darah menjadi produk obat. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui program fraksionasi nasional.

Kesimpulan

Peresmian gedung baru PMI DKI Jakarta menandai penguatan infrastruktur pelayanan kemanusiaan di ibu kota. Dengan dukungan APBD sekitar Rp233 miliar, fasilitas tersebut diarahkan untuk mendukung donor darah, laboratorium, penyimpanan komponen darah, pendidikan, serta operasional PMI.

Keberadaan gedung yang terdiri atas Gedung A dan Gedung B diharapkan mampu meningkatkan kapasitas UDD PMI DKI Jakarta dalam menyediakan darah bagi ratusan rumah sakit. Ke depan, kolaborasi antara Pemprov DKI dan PMI akan menjadi bagian penting dalam memperluas budaya donor darah, meningkatkan mutu layanan, memperkuat relawan, serta mengembangkan inovasi di bidang kemanusiaan.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment