Friedrich Merz Sebut Era Persahabatan Tanpa Syarat Jerman-AS Telah Berakhir
Berlin — Kanselir Jerman Friedrich Merz menyatakan hubungan persahabatan tanpa syarat antara Jerman dan Amerika Serikat kemungkinan telah berakhir untuk sementara waktu. Pernyataan tersebut disampaikan ketika hubungan kedua negara menghadapi perubahan politik dan sejumlah ketegangan dalam beberapa isu.
Dalam acara kampanye Partai Demokrat Kristen di Berlin, Merz menilai aliansi transatlantik antara Jerman dan Amerika Serikat tidak lagi berada dalam kondisi seperti sebelumnya. Menurut dia, perubahan sikap politik di Washington telah memengaruhi cara kedua negara memandang hubungan mereka.
Merz Soroti Perubahan Sikap Politik Washington
Merz menyampaikan pandangannya pada Kamis (17/9). Ia mengatakan bahwa era persahabatan transatlantik tanpa syarat mungkin sudah berakhir untuk masa mendatang. Pernyataan tersebut dikutip oleh harian Tagesspiegel dan Bloomberg.
“Era persahabatan transatlantik tanpa syarat ini mungkin telah berakhir untuk masa mendatang,” kata Merz.
Ia juga menyoroti perubahan penilaian terhadap aliansi transatlantik di seberang Atlantik. Merz menyebut perkembangan itu sebagai sesuatu yang sebelumnya mungkin tidak pernah diperkirakan oleh Jerman.
“Di seberang Atlantik, kita melihat perubahan sikap politik, perubahan penilaian terhadap aliansi transatlantik, yang mungkin tidak pernah kita duga sebelumnya,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut menggambarkan adanya perubahan dalam hubungan Jerman dan Amerika Serikat. Aliansi transatlantik yang selama ini menjadi bagian penting dari hubungan kedua negara kini dinilai menghadapi situasi yang berbeda akibat pergeseran sikap politik Washington.
Hubungan Jerman dan AS Memburuk
Hubungan antara Jerman dan Amerika Serikat memburuk setelah muncul sengketa dagang serta perbedaan pandangan terkait perang Amerika Serikat melawan Iran. Ketegangan tersebut semakin terlihat setelah Merz menyampaikan kritik terhadap langkah dan situasi yang berkaitan dengan konflik tersebut.
Kritik terhadap Negosiator AS
Pada April lalu, Merz mengatakan bahwa para negosiator Amerika Serikat yang sedang berupaya mencari jalan keluar dari perang Iran tengah “dipermalukan”. Pernyataan itu kemudian memicu reaksi keras dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Setelah komentar Merz tersebut, Trump mengumumkan penarikan sekitar 5.000 tentara Amerika Serikat dari Jerman. Keputusan itu menjadi salah satu perkembangan yang memperlihatkan memburuknya hubungan antara Berlin dan Washington.
Ketegangan Politik di Jerman
Ketegangan antara Merz dan Trump kembali terlihat pada awal bulan ini. Merz membatalkan rencana percakapan telepon dengan Trump setelah presiden Amerika Serikat tersebut memberikan dukungan kepada sebuah partai sayap kanan.
Partai tersebut kemudian meraih kemenangan dalam pemilihan negara bagian. Hasil itu mengguncang tatanan politik Jerman dan memicu seruan agar Merz mengundurkan diri dari jabatannya.
Situasi tersebut menambah kompleksitas hubungan antara pemerintah Jerman dan pemerintahan Amerika Serikat. Di satu sisi, kedua negara masih terhubung melalui aliansi transatlantik. Namun, di sisi lain, perbedaan sikap politik, sengketa dagang, serta kritik terhadap perang Iran telah memperlebar jarak di antara keduanya.
Kesimpulan
Pernyataan Friedrich Merz menunjukkan bahwa Jerman melihat adanya perubahan mendasar dalam hubungan dengan Amerika Serikat. Menurut kanselir Jerman itu, persahabatan transatlantik tanpa syarat yang selama ini menjadi gambaran hubungan kedua negara kemungkinan tidak lagi berlaku untuk masa mendatang.
Ketegangan akibat sengketa dagang, perbedaan pandangan mengenai perang Iran, penarikan sekitar 5.000 tentara AS dari Jerman, serta dinamika politik di kedua negara menjadi faktor yang memperburuk hubungan Berlin dan Washington. Ke depan, arah aliansi transatlantik akan sangat dipengaruhi oleh perubahan sikap politik Amerika Serikat dan respons pemerintah Jerman terhadap perkembangan tersebut.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment