Angie Nixon Menang Primary Senat AS di Florida, Politikus Pro-Palestina Tantang Kandidat Republik
Politikus Partai Demokrat yang dikenal mendukung Palestina, Angie Nixon, memenangkan pemilu pendahuluan atau primary untuk kursi Senat Amerika Serikat dari Florida pada Selasa (18/8). Kemenangan ini menjadi kejutan dalam persaingan internal Partai Demokrat karena Nixon berhasil mengalahkan Alex Vindman, kandidat yang memperoleh dukungan dari arus utama partai.
Laman The Guardian menggambarkan Nixon sebagai politikus progresif yang secara mengejutkan memenangkan primary Partai Demokrat di Florida pada Agustus 2026. Setelah kemenangan tersebut, Partai Demokrat menargetkan kemenangan dalam pemilihan umum Senat AS untuk mengalahkan kandidat Partai Republik, Ashley Moody.
Angie Nixon Menang Primary Partai Demokrat
Angie Nixon saat ini merupakan anggota Dewan Perwakilan Negara Bagian Florida dari Partai Demokrat. Ia berasal dari Duval County dan dikenal sebagai salah satu politikus yang secara terbuka menyuarakan isu Palestina di lembaga legislatif negara bagian tersebut.
Dalam pemilihan umum Senat AS yang dijadwalkan berlangsung November mendatang, Nixon akan berhadapan dengan Ashley Moody. Keduanya bersaing untuk memperebutkan kursi yang ditinggalkan Marco Rubio setelah Rubio menjadi menteri luar negeri pada tahun sebelumnya.
Kemenangan Nixon dalam primary dinilai penting bagi Partai Demokrat. Pasalnya, ia bukan kandidat yang mendapat dukungan utama dari struktur partai. Namun, posisinya sebagai politikus progresif dan sikapnya terhadap isu kemanusiaan di Gaza menjadi bagian penting dari rekam jejak politiknya.
Seruan Gencatan Senjata di Gaza
Sebelum memenangkan primary Senat, Nixon pernah mengajukan resolusi di Dewan Perwakilan Florida yang menyerukan gencatan senjata dalam perang Israel-Hamas. Ia meminta rekan-rekannya untuk memanusiakan warga Gaza yang tidak bersalah dan memperhatikan penderitaan masyarakat Palestina.
Nixon disebut sebagai satu-satunya anggota parlemen di DPR Florida yang secara terbuka menyebut kematian warga Palestina. Ia juga menjadi satu-satunya anggota DPR yang mengajukan resolusi untuk menghentikan serangan ke Gaza pada 2023.
Resolusi tersebut bernomor HR 31 C. Dokumen itu termasuk salah satu dari tiga resolusi di DPR Florida yang membahas perang yang pecah setelah serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober. Dua resolusi lainnya, yang menunjukkan dukungan terhadap Israel, diajukan oleh anggota DPR dari Partai Demokrat Katherine Waldron dan anggota DPR dari Partai Republik Randy Fine.
Resolusi Nixon Ditolak
Saat menyampaikan resolusinya, Nixon menangis di ruang sidang. Ia semakin terisak ketika menyampaikan pidato penutup. Namun, anggota Dewan Perwakilan Florida lainnya disebut memalingkan muka darinya dan resolusi tersebut akhirnya gagal dengan suara telak.
Sejumlah anggota DPR mempertanyakan apakah resolusi Nixon menunjukkan simpati terhadap teroris. Mereka juga menyoroti tidak adanya penyebutan mengenai warga yang disandera Hamas dalam naskah awal serta penggunaan istilah Palestina sebagai wilayah yang diduduki.
Nixon kemudian mengajukan amandemen yang menyerukan pembebasan para sandera. Akan tetapi, amandemen tersebut tidak disetujui oleh anggota dewan.
Pidato Emosional Angie Nixon
Dalam pidatonya, Nixon menegaskan bahwa kekhawatiran terhadap kemungkinan pembantaian terhadap warga Yahudi tidak boleh mengabaikan penderitaan warga Palestina. Ia menyebut pembantaian sedang berlangsung dan mengatakan bahwa banyak warga Palestina telah kehilangan nyawa.
“Kepada masyarakat di tanah air, saya akan berjuang atas nama kalian apa pun yang terjadi. Bahkan jika mereka mengancam untuk membungkam saya, saya tidak akan tinggal diam,” ujar Nixon.
Ia juga mengatakan bahwa dirinya berada di sisi yang benar dalam sejarah karena tidak ingin melihat bayi-bayi meninggal. Menurut Nixon, resolusi tersebut diajukan atas nama konstituennya yang ingin para korban di luar negeri diperlakukan secara manusiawi.
Dalam pidato penutup, Nixon menyebut sekitar 10.000 warga Palestina telah tewas dan mempertanyakan berapa banyak lagi korban yang diperlukan sebelum perjuangan tersebut dianggap cukup. Setelah pertanyaan itu disampaikan, terdengar suara laki-laki dari dalam gedung parlemen yang menjawab, “Semuanya.” Identitas orang yang meneriakkan jawaban tersebut tidak diketahui.
Hasil Pemungutan Suara
Pada akhirnya, sebanyak 104 perwakilan memberikan suara menentang resolusi Nixon. Pemungutan suara berlangsung setelah Randy Fine, Jeff Holcomb dari Partai Republik, dan Michael Gottlieb dari Partai Demokrat menyatakan bahwa seruan untuk gencatan senjata merupakan sikap anti-Semit.
Anggota DPR Florida lainnya dari Partai Demokrat, Hillary Cassel, juga menyampaikan penolakan terhadap resolusi tersebut. Secara keseluruhan, 12 anggota memilih abstain.
Kesimpulan
Kemenangan Angie Nixon dalam primary Senat AS menunjukkan keberhasilan seorang politikus progresif yang membawa isu Palestina dan kemanusiaan ke dalam agenda politiknya. Setelah mengalahkan Alex Vindman dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat, Nixon kini bersiap menghadapi Ashley Moody dari Partai Republik pada pemilihan umum November mendatang.
Persaingan tersebut akan menjadi ujian bagi Partai Demokrat sekaligus bagi Nixon, yang selama ini mengambil posisi tegas terkait perang di Gaza. Sikapnya terhadap isu Palestina dapat menjadi salah satu faktor penting dalam perjalanan politiknya menuju kursi Senat Amerika Serikat.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment