Warga Manggarai Butuh Tenda Darurat di Tengah Gempa Susulan NTT

MANGGARAI, NTT – Warga Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), membutuhkan tenda darurat untuk tempat tinggal sementara setelah wilayah tersebut diguncang gempa berkekuatan magnitudo 7,7. Kebutuhan itu meningkat karena gempa susulan masih terus terjadi, termasuk gempa berkekuatan magnitudo 6,0 yang dilaporkan terjadi pada Kamis (20/8) pagi.

Situasi tersebut membuat banyak warga takut kembali ke rumah. Mereka memilih bertahan di sekitar rumah atau lahan kosong karena bangunan tempat tinggal tidak lagi dianggap nyaman dan aman untuk ditempati. Tenda darurat dinilai menjadi kebutuhan utama, terutama sebagai perlindungan sementara sekaligus antisipasi apabila hujan turun.

Warga Takut Kembali ke Rumah

Anggota DPRD Kabupaten Manggarai, Lexy Armanjaya, mengatakan warga saat ini membutuhkan tenda dalam jumlah besar. Menurut dia, masyarakat tidak lagi memandang rumah sebagai tempat yang nyaman setelah gempa utama dan rangkaian gempa susulan mengguncang wilayah tersebut.

“Orang-orang ini sudah tidak lagi melihat rumah sebagai tempat yang nyaman. Karena rumah bukan lagi sebagai tempat yang nyaman, maka yang paling dibutuhkan itu adalah tenda darurat. Orang akan tinggal di sekitar rumah yang lahan kosong,” kata Lexy kepada CNNIndonesia.com, Kamis (20/8).

Warga, lanjut Lexy, membutuhkan tempat berlindung yang dapat digunakan sementara di sekitar rumah masing-masing. Keberadaan tenda juga penting untuk menghadapi kondisi cuaca, khususnya sebagai perlindungan dari hujan selama warga belum berani masuk ke dalam rumah.

Stok Tenda di Ruteng Disebut Habis

Lexy menyebut bantuan berupa makanan, seperti mi instan dan telur, telah berdatangan ke wilayah terdampak. Namun, bantuan tersebut belum menjawab kebutuhan utama warga yang masih membutuhkan tempat tinggal sementara.

Ia menegaskan, tenda darurat diperlukan hampir oleh seluruh warga setempat. Jumlahnya pun diharapkan cukup besar dan dapat didistribusikan seperti bantuan bahan pangan yang telah dikirimkan.

“Tenda darurat dalam jumlah banyak. Itu harus bisa jumlahnya seperti orang membawa bantuan beras atau mi,” ujar Lexy yang juga menjabat Ketua Fraksi Demokrat.

Menurut Lexy, persediaan tenda di wilayah Ruteng bahkan telah habis. Sebelumnya, tenda sempat dijual dengan harga yang disebut melambung jauh. Kondisi ini semakin memperlihatkan tingginya kebutuhan warga terhadap tenda untuk tempat berlindung sementara.

Gempa Susulan Masih Membuat Warga Cemas

Selain persoalan tempat tinggal sementara, warga Manggarai juga masih diliputi ketakutan akibat gempa susulan yang terjadi berulang kali. Guncangan dengan kekuatan kecil maupun besar masih dirasakan pada Kamis (20/8).

Lexy mengatakan gempa susulan masih sering terjadi. Kondisi tersebut membuat masyarakat semakin khawatir dan memilih berada di luar rumah.

“Soal gempa itu hampir sering, ya. Barusan lagi baru gempa besar. Tadi pagi jam 7 gempa besar, jam 5 gempa besar. Jadi, ya, banyak ketakutannya orang-orang ini,” tuturnya.

BMKG Catat 3.422 Gempa Susulan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan gempa susulan di wilayah NTT masih dapat berlangsung selama 21 hingga 30 hari ke depan. Gempa susulan tersebut terjadi setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, NTT, pada 15 Agustus.

Berdasarkan hasil pemantauan BMKG hingga Kamis (20/8) pukul 06.00 WIB, tercatat sebanyak 3.422 aktivitas gempa bumi susulan. Gempa susulan terbesar memiliki kekuatan magnitudo 6,2.

“Hingga tanggal 20 Agustus 2026, pukul 06.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 3.422 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M 6,2,” kata Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, dalam keterangannya.

Pemerintah Kirim 253 Ton Bantuan

Di tengah kebutuhan warga yang masih tinggi, pemerintah dilaporkan telah mengirimkan 253 ton logistik bantuan bagi masyarakat terdampak gempa NTT hingga Rabu (19/8). Bantuan tersebut mencakup makanan, minuman, tenda, perlengkapan kesehatan, serta sejumlah kebutuhan lainnya.

Namun, warga Manggarai masih memerlukan tambahan tenda darurat dalam jumlah besar. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung masyarakat yang belum berani kembali ke rumah akibat gempa susulan yang masih berlangsung.

Kesimpulan

Warga Kabupaten Manggarai membutuhkan tenda darurat sebagai tempat tinggal sementara setelah gempa magnitudo 7,7 dan ribuan gempa susulan mengguncang wilayah Flores, NTT. Ketakutan untuk kembali ke rumah, stok tenda yang habis di Ruteng, serta perkiraan BMKG mengenai potensi gempa susulan hingga 30 hari ke depan membuat kebutuhan tersebut semakin mendesak.

Pemerintah telah menyalurkan 253 ton logistik, tetapi distribusi tenda dalam jumlah besar tetap menjadi perhatian utama. Ke depan, pemenuhan kebutuhan tempat berlindung sementara akan menjadi hal penting bagi warga selama aktivitas gempa susulan masih terjadi.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment