Asian Games 2026 Aichi-Nagoya Resmi Dibuka dengan Misi “Satu Asia”
Asian Games 2026 Aichi-Nagoya resmi dibuka melalui seremoni pembukaan yang berlangsung di Stadion Mizuho Park Athletic, Nagoya, Jepang, Sabtu (19/9). Ajang olahraga terbesar di Asia tersebut mengusung misi “Satu Asia” sebagai pesan utama penyelenggaraan, dengan menekankan pentingnya persatuan, rasa saling menghormati, dan persahabatan di tengah perbedaan yang masih ada di kawasan Asia.
Pesan persatuan itu disampaikan oleh Ketua Penyelenggara Asian Games 2026 Aichi-Nagoya sekaligus Gubernur Prefektur Aichi, Hideaki Omura. Dalam pidatonya, Omura menegaskan bahwa perhelatan olahraga ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga diharapkan mampu menghadirkan semangat kebersamaan bagi seluruh negara peserta.
Asian Games 2026 Mengusung Misi “Satu Asia”
Hideaki Omura menyebut semangat Asian Games 2026 Aichi-Nagoya terinspirasi dari dua perhelatan besar yang pernah berlangsung di Jepang, yakni Olimpiade 2020 Tokyo dan Asian Games 1994 Hiroshima. Kedua ajang tersebut dinilai memiliki nilai penting dalam membangun persahabatan serta memperkuat hubungan antarbangsa melalui olahraga.
Menurut Omura, Asian Games 1994 di Hiroshima memiliki makna khusus. Hiroshima dikenal sebagai kota pertama dalam sejarah manusia yang mampu bertahan dari bom atom. Kota tersebut kemudian berkembang menjadi kota internasional yang membawa pesan perdamaian dan budaya untuk mewujudkan persahabatan internasional.
“Asian Games Aichi-Nagoya akan membawa semangat dari Olimpiade Tokyo dan Asian Games Hiroshima sekaligus mengadopsi misi ‘Satu Asia’ dalam semangat keolahragaan,” kata Omura.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa penyelenggara ingin menjadikan Asian Games 2026 sebagai lebih dari sekadar kompetisi olahraga. Semangat yang dibawa adalah menjadikan arena pertandingan sebagai ruang untuk mempertemukan masyarakat Asia, membangun komunikasi, dan mempererat hubungan melalui nilai-nilai sportivitas.
Ajang Olahraga untuk Mendorong Perdamaian di Asia
Dalam pidatonya, Omura juga menyampaikan harapan agar Asian Games 2026 dapat menjadi katalis perdamaian di Asia. Harapan itu disampaikan dengan mempertimbangkan kondisi kawasan yang masih menghadapi konflik dan perbedaan visi di sejumlah wilayah.
Ia menilai, perbedaan tidak seharusnya menjadi penghalang untuk membangun hubungan yang lebih baik. Sebaliknya, ajang olahraga dapat menjadi momentum untuk menumbuhkan sikap saling menghormati dan memperkuat persahabatan di antara negara-negara Asia.
“Meski masih ada wilayah yang sedang berkonflik dan perbedaan visi. Asian Games perlu menghormati satu sama lain, menjalin persahabatan, menjadi satu dan menatap masa depan bersama-sama,” ujar Omura.
Persatuan Melalui Nilai-Nilai Keolahragaan
Pesan yang disampaikan Omura menempatkan olahraga sebagai sarana untuk mempertemukan berbagai pihak dalam suasana yang lebih terbuka. Para atlet dan delegasi dari negara-negara Asia diharapkan dapat menunjukkan bahwa persaingan dalam pertandingan tetap bisa berjalan beriringan dengan rasa hormat serta persahabatan.
Misi “Satu Asia” yang diusung dalam pembukaan juga menjadi simbol bahwa olahraga memiliki peran penting dalam membangun kedekatan antarmasyarakat. Melalui semangat kompetisi yang sehat, Asian Games Aichi-Nagoya diharapkan mampu menghadirkan pandangan positif mengenai kerja sama dan masa depan Asia.
Presiden OCA Puji Jepang sebagai Tuan Rumah
Presiden Komite Olimpiade Asia atau OCA, Joaan bin Hamad, turut memberikan pujian kepada Prefektur Aichi dan Kota Nagoya atas penyelenggaraan Asian Games 2026. Ia menyoroti nilai kedisiplinan dan rasa hormat yang selama ini menjadi bagian dari karakter Jepang, termasuk dalam dunia olahraga.
Joaan mengatakan Jepang telah memegang prinsip tersebut sejak lama. Menurutnya, ketika dunia membutuhkan kedisiplinan dan rasa hormat, Jepang selalu mampu memberikan jawaban melalui penyelenggaraan berbagai ajang olahraga.
“Jepang membanggakan kedisiplinan dan rasa hormat. Negara ini sudah memegang prinsip itu sejak lama di dunia olahraga. Ketika dunia membutuhkan hal ini, Jepang selalu memberi jawaban,” ucap Joaan.
Ia juga menyampaikan bahwa Jepang telah menyediakan panggung bagi Asia. Kini, menurut Joaan, waktunya bagi Asia untuk kembali menginspirasi dunia melalui perhelatan Asian Games 2026 Aichi-Nagoya.
“Jepang sudah menyediakan panggung. Sekarang saatnya bagi Asia untuk sekali lagi menginspirasi dunia. Sebuah kebanggaan bagi saya bersama Kaisar Jepang untuk menyatakan Asian Games 2026 Aichi-Nagoya resmi dibuka,” ujar Joaan.
Penutup
Pembukaan Asian Games 2026 Aichi-Nagoya menegaskan komitmen penyelenggara untuk membawa pesan persatuan melalui tema “Satu Asia”. Dengan inspirasi dari Olimpiade 2020 Tokyo dan Asian Games 1994 Hiroshima, ajang ini diharapkan dapat memperkuat persahabatan, menumbuhkan rasa saling menghormati, serta menjadi katalis perdamaian di tengah perbedaan dan konflik yang masih berlangsung di Asia.
Dengan Jepang sebagai tuan rumah dan Aichi-Nagoya sebagai panggung penyelenggaraan, Asian Games 2026 diharapkan tidak hanya dikenang dari sisi kompetisi olahraga. Lebih jauh, perhelatan ini diharapkan mampu menghadirkan semangat kebersamaan dan mendorong Asia untuk menatap masa depan secara bersama-sama.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment