Mendagri Dorong Kompetisi Kinerja Daerah Perkuat Gerakan Indonesia ASRI

MAKASSAR – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mendorong pemerintah daerah menjadikan kompetisi kinerja antardaerah sebagai momentum untuk memperkuat pelaksanaan berbagai agenda pembangunan. Kompetisi tersebut tidak hanya berorientasi pada pemberian penghargaan, tetapi juga diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas pelayanan dasar serta pengelolaan lingkungan di setiap daerah.

Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah perwujudan Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah atau Indonesia ASRI. Gerakan ini merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam menangani persoalan sampah, kebersihan, dan penataan lingkungan secara lebih menyeluruh.

Hal tersebut disampaikan Tito dalam acara Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Batch II Regional Sulawesi yang berlangsung di Hotel Claro, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (18/9). Dalam kesempatan itu, ia menekankan bahwa pemerintah daerah perlu menerjemahkan arahan pemerintah pusat melalui kebijakan dan langkah konkret yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah.

Kompetisi Mengukur Kinerja Pemerintah Daerah

Menurut Tito, kompetisi kinerja antardaerah menggunakan sejumlah indikator untuk menilai capaian pemerintah daerah, baik pada tingkat provinsi, kabupaten, maupun kota. Penilaian tersebut mencakup beberapa bidang yang berhubungan langsung dengan kebutuhan masyarakat dan agenda pembangunan nasional.

Sejumlah indikator yang digunakan antara lain akses serta kualitas layanan kesehatan, implementasi Program Tiga Juta Rumah, pengelolaan sampah dan lingkungan melalui konsep Indonesia ASRI, serta akses dan layanan pendidikan. Dengan indikator tersebut, kinerja pemerintah daerah diharapkan dapat diukur secara lebih luas dan tidak hanya berfokus pada satu sektor.

Tito menilai kompetisi antardaerah dapat menjadi sarana untuk mendorong pemerintah daerah saling meningkatkan kinerja. Daerah yang telah memiliki capaian baik diharapkan mampu mempertahankan prestasinya, sementara daerah lain dapat menjadikannya sebagai motivasi untuk melakukan perbaikan.

Indonesia ASRI Perlu Diwujudkan Melalui Langkah Konkret

Mendagri menegaskan bahwa pengelolaan kebersihan dan lingkungan merupakan bagian penting dalam mewujudkan Indonesia ASRI. Persoalan sampah dan kebersihan tidak cukup ditangani melalui kebijakan umum, tetapi membutuhkan penerapan nyata di tingkat daerah.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah perlu menyesuaikan pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI dengan kebutuhan dan karakteristik wilayah masing-masing. Dengan demikian, arahan tersebut dapat diwujudkan dalam bentuk program yang relevan dan memberikan dampak terhadap tata kelola lingkungan serta kenyamanan masyarakat.

Penataan Media Promosi di Ruang Publik

Salah satu contoh langkah konkret yang disampaikan Tito adalah penataan media promosi di ruang publik. Menurutnya, keberadaan media promosi perlu diatur agar tidak mengurangi estetika tata ruang kota dan tetap mendukung terciptanya lingkungan yang resik serta indah.

Tito mengapresiasi sejumlah pemerintah daerah yang mulai memanfaatkan videotron sebagai sarana untuk menata ruang promosi. Ia menyebut langkah tersebut telah dimulai di Jakarta, Semarang, Bandung, dan sejumlah kota lainnya. Pemanfaatan videotron dinilai dapat menjadi salah satu cara untuk mengelola pemasangan promosi agar lebih tertata.

Selain membantu menjaga estetika kota, penataan ruang promosi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menerjemahkan konsep Indonesia ASRI. Penerapannya tetap perlu disesuaikan dengan situasi dan kebutuhan masing-masing daerah.

Arahan Presiden Diharapkan Memperkuat Pelaksanaan di Daerah

Tito menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto akan memberikan arahan secara langsung kepada para kepala daerah terkait Gerakan Indonesia ASRI. Arahan tersebut diharapkan dapat memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam menjalankan program kebersihan, pengelolaan sampah, dan penataan lingkungan.

Gerakan Indonesia ASRI menjadi salah satu isu yang mendapat perhatian dalam agenda pembangunan. Tito menyebut penanganan sampah dan kebersihan dikemas dalam konsep yang lebih besar agar pemerintah daerah memiliki arah yang jelas dalam membangun lingkungan yang aman, sehat, resik, dan indah.

Penghargaan Diharapkan Mendorong Peningkatan Pelayanan

Kompetisi antardaerah tidak hanya ditujukan untuk mendorong perbaikan lingkungan. Ajang tersebut juga diharapkan memacu pemerintah daerah untuk mengoptimalkan pelayanan dasar kepada masyarakat, termasuk di bidang kesehatan, perumahan, dan pendidikan.

Mendagri berharap penghargaan yang diberikan dapat menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kinerja. Bagi daerah yang belum memperoleh penghargaan, capaian daerah lain diharapkan dapat menjadi dorongan untuk melakukan evaluasi dan perbaikan. Sementara itu, pemerintah daerah yang telah meraih penghargaan diminta mempertahankan prestasi serta memanfaatkan anggaran dengan baik.

Tito juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan anggota Komisi II DPR RI yang telah mendukung penyelenggaraan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026. Dukungan tersebut dinilai penting untuk mendorong pemerintah daerah meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Kesimpulan

Dorongan Mendagri agar kompetisi kinerja antardaerah dimanfaatkan sebagai momentum pembangunan menunjukkan pentingnya evaluasi dan peningkatan kinerja pemerintah daerah secara berkelanjutan. Melalui indikator kesehatan, perumahan, lingkungan, pendidikan, serta pelayanan dasar lainnya, pemerintah daerah diharapkan mampu menghadirkan layanan yang semakin baik.

Pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI juga membutuhkan langkah nyata yang disesuaikan dengan kondisi setiap daerah. Dengan arahan pemerintah pusat, dukungan antarlembaga, dan komitmen kepala daerah, kompetisi tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemberian penghargaan, tetapi berlanjut menjadi upaya berkesinambungan untuk menciptakan lingkungan yang bersih, tertata, dan nyaman bagi masyarakat.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment