7 Jenis Ikan Tinggi Merkuri yang Sebaiknya Dihindari Ibu Menyusui

Ikan dikenal sebagai salah satu sumber protein dan lemak sehat yang baik untuk ibu menyusui. Selain itu, kandungan omega-3, vitamin, dan mineral di dalam ikan dapat mendukung kesehatan ibu serta perkembangan bayi. Karena itu, ikan kerap menjadi bagian dari pilihan makanan selama masa menyusui.

Meski demikian, tidak semua jenis ikan aman dikonsumsi dalam jumlah yang sama. Beberapa ikan berukuran besar dan berumur panjang dapat mengakumulasi merkuri dalam tubuhnya. Kondisi tersebut membuat ibu menyusui perlu lebih cermat dalam memilih jenis ikan yang dikonsumsi.

Merkuri merupakan logam yang dapat berdampak pada sistem saraf. Oleh sebab itu, paparan merkuri dalam kadar tinggi perlu dihindari, termasuk ketika seorang ibu sedang menyusui. Food and Drug Administration (FDA) dan Environmental Protection Agency (EPA) di Amerika Serikat memasukkan sejumlah ikan tinggi merkuri ke dalam kategori Choices to Avoid bagi orang yang sedang hamil atau menyusui.

Jenis Ikan Tinggi Merkuri yang Sebaiknya Dihindari

1. Ikan hiu

Ikan hiu termasuk predator laut berukuran besar. Jenis ikan ini dapat mengakumulasi merkuri di dalam tubuhnya sehingga masuk dalam daftar ikan yang sebaiknya dihindari oleh ibu menyusui.

Ukuran tubuh yang besar menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan ketika memilih ikan. Dalam hal ikan hiu, kandungan merkuri yang dapat terakumulasi membuatnya tidak termasuk pilihan yang dianjurkan bagi ibu menyusui.

2. Ikan todak

Ikan todak juga termasuk jenis ikan yang memiliki kadar merkuri tinggi. FDA memasukkan ikan ini ke dalam kategori yang perlu dihindari karena paparan merkuri dapat menjadi perhatian bagi ibu menyusui.

Dengan demikian, ibu menyusui sebaiknya memperhatikan informasi mengenai jenis ikan sebelum mengonsumsinya, terutama jika ikan tersebut termasuk dalam daftar dengan kadar merkuri tinggi.

3. King mackerel

King mackerel berbeda dari jenis makarel yang umumnya memiliki kadar merkuri lebih rendah. King mackerel termasuk salah satu ikan dengan kadar merkuri tertinggi sehingga sebaiknya tidak dikonsumsi oleh ibu menyusui.

Perbedaan jenis ikan menjadi hal penting dalam menentukan pilihan makanan. Penyebutan makarel secara umum tidak selalu berarti setiap jenisnya memiliki kandungan merkuri yang sama.

4. Tilefish dari Teluk Meksiko

Tilefish perlu diperhatikan berdasarkan wilayah asalnya. Tilefish yang berasal dari Teluk Meksiko termasuk kategori ikan yang harus dihindari karena memiliki kadar merkuri tinggi.

Sementara itu, tilefish dari Samudra Atlantik berada dalam kategori yang berbeda dan masih dapat dikonsumsi dalam jumlah terbatas. Perbedaan asal wilayah ini menunjukkan bahwa informasi mengenai sumber ikan juga penting untuk diperhatikan.

5. Marlin

Marlin termasuk ikan dengan kadar merkuri tinggi. Jenis ikan ini masuk dalam daftar Choices to Avoid bagi ibu menyusui.

Oleh karena itu, marlin sebaiknya tidak menjadi pilihan konsumsi selama masa menyusui. Ibu perlu mempertimbangkan jenis ikan dan tingkat merkuri yang mungkin terkandung di dalamnya.

6. Orange roughy

Ikan orange roughy juga termasuk jenis ikan yang perlu dihindari oleh ibu menyusui. Penyebabnya adalah kadar merkuri yang tinggi pada ikan tersebut.

Informasi ini penting untuk membantu ibu menyusui membedakan ikan yang dapat dikonsumsi dari jenis ikan yang masuk dalam kategori dengan risiko paparan merkuri lebih tinggi.

7. Tuna mata besar

Tidak semua jenis tuna memiliki kadar merkuri yang sama. Tuna mata besar termasuk jenis tuna yang harus dihindari karena kadar merkurinya tinggi.

Di sisi lain, tuna kaleng jenis light, misalnya yang menggunakan skipjack, termasuk kategori pilihan terbaik dengan kadar merkuri lebih rendah. Perbedaan ini menunjukkan bahwa ibu menyusui perlu memperhatikan jenis tuna, bukan hanya nama umumnya.

Perhatikan Jenis dan Asal Ikan

Ikan tetap dapat menjadi sumber protein dan lemak sehat bagi ibu menyusui. Kandungan omega-3, vitamin, serta mineral di dalamnya juga dapat mendukung kesehatan ibu dan perkembangan bayi. Namun, pemilihan jenis ikan perlu dilakukan dengan cermat karena kadar merkuri tidak sama pada setiap ikan.

Daftar ikan yang perlu dihindari mencakup hiu, todak, king mackerel, tilefish dari Teluk Meksiko, marlin, orange roughy, serta tuna mata besar. Khusus tilefish, wilayah asal menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Sementara itu, tuna kaleng jenis light, seperti yang menggunakan skipjack, termasuk pilihan dengan kadar merkuri lebih rendah.

Kesimpulan

Ikan dapat menjadi bagian dari pola makan ibu menyusui karena menyediakan protein, lemak sehat, omega-3, vitamin, dan mineral. Meski demikian, tidak semua ikan dapat dikonsumsi dengan pertimbangan yang sama. Ikan berukuran besar atau berumur panjang tertentu dapat mengandung merkuri tinggi sehingga sebaiknya dihindari.

Ke depan, perhatian terhadap jenis, asal, dan kategori ikan dapat membantu ibu menyusui memilih makanan dengan lebih bijak. Dengan memahami perbedaan kadar merkuri pada setiap jenis ikan, pilihan konsumsi dapat disesuaikan dengan panduan yang tersedia dari FDA dan EPA.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment