Pertarungan Manusia vs Robot Humanoid Digelar di San Francisco, Jadi Sorotan Media Sosial

Pertarungan antara manusia dan robot humanoid di atas ring untuk pertama kalinya digelar di San Francisco, Amerika Serikat. Laga tersebut langsung menarik perhatian publik setelah video pertandingan beredar di media sosial. Pertarungan ini mempertemukan influencer sekaligus kreator konten Frankie LaPenna dengan robot humanoid berukuran sekitar enam kaki atau 1,8 meter.

Ajang tersebut diselenggarakan oleh REK, perusahaan robotika asal Amerika Serikat. Namun, pertandingan itu bukan sekadar pertunjukan, melainkan bagian dari pengembangan gim pertarungan berbasis virtual reality yang memungkinkan manusia mengendalikan robot humanoid dari jarak jauh.

Pertarungan Manusia dan Robot Digelar di Arena Berbentuk Kandang

Video pertandingan yang diunggah melalui akun X milik REK dan akun Instagram Frankie LaPenna memperlihatkan suasana pertarungan di dalam arena berbentuk kandang. LaPenna terlihat memasuki arena untuk menghadapi robot humanoid yang dikendalikan oleh operator dari lokasi berbeda.

Sebelum pertandingan dimulai, robot tersebut tampak bergerak mengelilingi arena. Robot juga melakukan sejumlah gerakan yang terlihat seperti pemanasan. Adegan tersebut menjadi bagian awal dari laga yang kemudian diisi dengan aksi saling menyerang antara LaPenna dan robot humanoid.

LaPenna melancarkan sejumlah pukulan ke arah robot. Sebagai balasan, robot humanoid tersebut melakukan serangan berupa pukulan dan tendangan. Dalam beberapa momen, tendangan robot terlihat cukup kuat hingga membuat LaPenna terpental ke sisi arena.

REK Klaim Pertarungan Ini sebagai Sejarah Baru

REK menyebut laga tersebut sebagai pertarungan pertama antara manusia dan robot humanoid yang mereka selenggarakan. Melalui akun media sosialnya, perusahaan itu menyampaikan bahwa pertandingan tersebut menjadi catatan penting dalam pengembangan teknologi robotika dan hiburan interaktif.

“Kita baru saja mencatat sejarah dengan pertarungan pertama antara manusia melawan robot Terminator. Frankie LaPenna telah berjuang sekuat tenaga,” tulis REK di akunnya pada Senin (21/9).

Meski demikian, belum diketahui siapa yang memenangkan pertandingan tersebut. REK menyatakan masih akan merilis lebih banyak rekaman atau footage dari laga itu. Informasi tambahan mengenai hasil akhir pertarungan juga belum disampaikan.

Robot Belum Bertarung Secara Mandiri

Istilah pertarungan manusia melawan robot dalam laga ini perlu dipahami dalam konteks teknologi yang digunakan. Robot humanoid tersebut tidak bertarung sepenuhnya secara mandiri. Gerakan dan serangannya dikendalikan oleh manusia dari jarak jauh.

Sistem tersebut merupakan bagian dari pengembangan gim pertarungan berbasis virtual reality milik REK. Dalam konsep ini, manusia dapat mengoperasikan robot humanoid untuk berhadapan dengan robot lain. Gagasan tersebut memiliki kemiripan dengan film Real Steel yang dibintangi Hugh Jackman, meski pertandingan yang digelar REK masih berada dalam tahap pengembangan teknologi dan hiburan.

Memicu Spekulasi tentang Olahraga Tarung Masa Depan

Digelarnya pertandingan ini kemudian memicu perbincangan mengenai kemungkinan robot yang dikendalikan manusia masuk ke dalam olahraga tarung profesional. Dilansir NDTV, sejumlah pengguna media sosial mulai membandingkan kemampuan robot tersebut dengan petarung profesional.

Salah satu pengguna mengaku penasaran dengan kemungkinan petarung sungguhan menghadapi robot humanoid di atas ring. Menurutnya, petarung profesional kemungkinan dapat menunjukkan kemampuan yang jauh lebih baik dalam menghadapi robot tersebut.

Pengguna lainnya bahkan berspekulasi bahwa pertarungan manusia dan robot bisa menjadi bagian dari UFC dalam beberapa tahun mendatang. Spekulasi itu menunjukkan besarnya perhatian publik terhadap perkembangan robot humanoid, khususnya ketika teknologi tersebut mulai dipadukan dengan konsep olahraga, gim, dan hiburan.

Kesimpulan

Pertarungan Frankie LaPenna melawan robot humanoid di San Francisco menjadi salah satu demonstrasi menarik mengenai pemanfaatan robotika dalam hiburan interaktif. Laga ini diklaim REK sebagai pertarungan pertama antara manusia dan robot humanoid yang mereka gelar, sekaligus bagian dari pengembangan sistem pertarungan berbasis virtual reality.

Walaupun robot masih dikendalikan manusia dari jarak jauh dan belum bertarung secara mandiri, aksi tersebut telah membuka diskusi mengenai arah perkembangan olahraga tarung di masa depan. Belum diketahui apakah konsep semacam ini akan benar-benar masuk ke kompetisi profesional. Namun, respons publik di media sosial menunjukkan bahwa pertarungan manusia dan robot berpotensi menjadi bentuk hiburan baru yang terus menarik perhatian.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment