Polda Metro Jaya Siapkan 1.550 Personel untuk Pengamanan Demonstrasi 24 September

JAKARTA – Polda Metro Jaya menyiapkan skema pengamanan untuk mengawal aksi demonstrasi yang dijadwalkan berlangsung pada 24 September, bertepatan dengan Hari Tani Nasional. Persiapan dilakukan untuk memastikan penyampaian aspirasi masyarakat berjalan tertib, sekaligus menjaga aktivitas warga tetap aman dan nyaman.

Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri memimpin Tactical Floor Game (TFG) di Balai Sarbini, Jakarta Selatan, pada Rabu (23/9). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pematangan rencana pengamanan yang akan diterapkan di sejumlah lokasi kegiatan.

TFG Matangkan Rencana Pengamanan Demonstrasi

Dalam TFG tersebut, jajaran Polda Metro Jaya menyamakan persepsi terkait berbagai aspek pengamanan. Pembahasan mencakup penempatan personel, pengawalan massa, pengaturan lalu lintas, cara bertindak di lapangan, komunikasi, hingga kendali operasi.

Asep mengatakan TFG diperlukan agar seluruh unsur yang terlibat memiliki pemahaman yang sama terhadap rencana pengamanan. Menurut dia, persiapan yang matang penting untuk memastikan pelaksanaan tugas berjalan terarah dan terukur.

“TFG ini harus bisa menyamakan persepsi dan mematangkan seluruh rencana pengamanan, mulai dari plotting personel, pengawalan massa, pengaturan lalu lintas, cara bertindak, komunikasi, sampai kendali operasi yang terarah,” kata Asep dalam keterangannya, Rabu.

Selain menyiapkan personel, Polda Metro Jaya juga memperkuat komunikasi dengan para koordinator lapangan. Informasi mengenai perkembangan kegiatan akan terus diperbarui sebagai bagian dari upaya menjaga situasi tetap terkendali.

Koordinasi dengan Koordinator Lapangan

Koordinasi dengan koordinator lapangan dinilai penting agar penyampaian aspirasi dapat berlangsung secara tertib. Dalam pelaksanaan pengamanan, personel di lapangan diarahkan untuk mengedepankan pendekatan yang humanis, profesional, dan terukur.

Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga keseimbangan antara hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat dan kebutuhan untuk mempertahankan ketertiban umum. Dengan komunikasi yang berjalan baik, potensi gangguan selama kegiatan dapat diantisipasi berdasarkan perkembangan situasi di lapangan.

Ditlantas Siapkan 1.550 Personel

Perhatian juga diberikan terhadap mobilitas masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi demonstrasi. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyiapkan 1.550 personel untuk mengatur pergerakan kendaraan dan membantu menjaga kelancaran lalu lintas.

Personel tersebut akan ditempatkan di sejumlah kawasan yang diperkirakan berkaitan dengan kegiatan, di antaranya Semanggi, Sudirman, kawasan UOB, Senayan, Gedung DPR/MPR RI, Bundaran Patung Kuda, dan Monas.

Rekayasa lalu lintas akan diberlakukan secara situasional. Kebijakan tersebut dapat diterapkan apabila terjadi peningkatan kepadatan kendaraan atau penutupan ruas jalan akibat kegiatan demonstrasi di sejumlah lokasi.

Karena itu, masyarakat yang hendak melintas di sekitar kawasan tersebut diimbau memperhatikan perkembangan informasi lalu lintas. Pengguna jalan juga diminta menyesuaikan waktu perjalanan dan mempertimbangkan jalur alternatif apabila diperlukan.

Polisi Pastikan Hak Masyarakat Tetap Terjaga

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyampaikan bahwa kepolisian menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat. Namun, di sisi lain, polisi juga berkewajiban memastikan masyarakat yang bekerja, bersekolah, dan menjalankan aktivitas sehari-hari tetap dapat beraktivitas dengan aman serta nyaman.

“Kami menghormati ruang masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. Pada saat yang sama, kami juga ingin memastikan masyarakat yang bekerja, bersekolah, maupun menjalankan aktivitas sehari-hari tetap dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman,” tutur Budi.

Imbauan juga disampaikan kepada masyarakat yang akan melewati area kegiatan. Mereka diminta mengikuti arahan petugas di lapangan, memperhatikan informasi lalu lintas, serta menyesuaikan rencana perjalanan dengan kondisi terkini.

Kesimpulan

Polda Metro Jaya telah menyiapkan sejumlah langkah pengamanan untuk menghadapi demonstrasi pada 24 September. Persiapan tersebut meliputi pelaksanaan TFG, koordinasi dengan koordinator lapangan, pengerahan 1.550 personel lalu lintas, serta penerapan rekayasa lalu lintas secara situasional.

Ke depan, kepolisian berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung aman, tertib, dan saling menghormati. Dengan koordinasi yang baik antara petugas, peserta aksi, pengguna jalan, dan masyarakat umum, penyampaian aspirasi diharapkan dapat berjalan berdampingan dengan aktivitas masyarakat lainnya.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment